• Home
  • Nasional
  • KPK Hati-hati Usut Dugaan Aliran Uang ke Kapolri

KPK Hati-hati Usut Dugaan Aliran Uang ke Kapolri

Jumat, 12 Okt 2018 15:06
Dibaca: 94 kali
BAGIKAN:
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhati-hati mengusut dugaan aliran uang pengusaha impor daging, Basuki Hariman kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab, pengusutan pencatutan nama seseorang dalam satu kasus butuh proses dan waktu panjang.

"Kalian kan tahu banyak sekali nama-nama selalu disebut, nama-nama selalu ditulis, oleh karena itu kehati-hatian KPK untuk kemudian menindaklanjutinya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Saut, pihaknya perlu menggali kesaksian dari pihak yang menulis catatan di buku bersampul merah tersebut. Termasuk, fakta-fakta lain yang mendukung.

"Kalau memang kami belum bisa mengembangkan lebih lanjut, kami tidak bisa melanjutkan," ujarnya.

Saut mengaku hingga saat ini pihaknya masih mempelajari pengrusakan dokumen catatan keuangan impor daging CV Sumber Laut Perkasa (SLP) milik Basuki Hariman. Dokumen penting itu dirusak oleh dua mantan penyidiknya yakni AKBP Roland Ronaldy dan Kompol Harun.

"Tentu kalau kami perlu mendalami lebih lanjut, karena memang itu kasusnya sudah kami anggap selesai di masa lalu, yang bersangkutan telah kembali (ke Polri)," kata Saut.

Saut menegaskan bahwa Polri lah yang meminta Ronald dan Harun kembali ke institusinya. Sehingga, kata dia saat itu pihaknya tak bisa berbuat banyak dan memulangkan kedua penyidik Korps Bhayangkara tersebut.

"Memang ada suratnya, memang dia (Polri) minta dikembalikan, kami enggak mungkin kembalikan orang begitu saja," pungkasnya.

Baru-baru ini sejumlah media yang tergabung dalam Indonesialeaks mengungkap adanya pengrusakan barang bukti buku catatan keuangan CV Sumber Laut Perkasa milik Basuki Hariman oleh Roland dan Harun. Dalam buku catatan itu terkuak sejumlah pengakuan staff keuangan CV Sumber Laut Perkasa, Kumala Dewi tentang pihak-pihak yang menerima aliran uang dari kasus impor daging di bea cukai.

‎Berdasarkan investigasi itu juga, disebutkan bahwa dalam buku catatan keuangan tersebut terdapat sejumlah aliran uang ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang saat itu masih jabat Kapolda Metro Jaya. Tercatat juga aliran uang dari Basuki ke sejumlah pejabat di tanah air.

Dijelaskan juga dalam tulisan itu, bahwa catatan keuangan Basuki sebenarnya sudah dipindahkan ke laptop salah satu penyidik yang menangani perkara ini yakni Surya Tarmiani. Naas, laptop itu dicuri oleh orang tak dikenal saat Surya pulang dari Yogyakarta pada April 2017 silam.

Pengusutan kasus ini sendiri belum menemukan titik terang. Bahkan, KPK belum menerima informasi kelanjutan pemeriksaan internal Polri terhadap Roland dan Harun.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Medcom.id

  BacaJuga
  • KPK Usut Peran James Riady dalam Kasus Meikarta

    Sabtu, 20 Okt 2018 16:10

    Liputanriau.com, Jakarta - KPK berencana memeriksa CEO Lippo Group James Riady sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan superblok Meikarta. Penyidik KPK akan mengklarifikasi apa yang diketahui James

  • Tak Ada Bukti Suap Meikarta Di Rumah James Riady

    Sabtu, 20 Okt 2018 16:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Rumah CEO Lippo Group James Riady menjadi salah satu lokasi yang digeledah KPK terkait kasus dugaan suap perizinan Meikarta. Namun, penyidik tidak menemukan bukti dari pengg

  • KPK Sita Sejumlah Uang Dari Rumah Bupati Bekasi

    Kamis, 18 Okt 2018 17:05

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebanyak lebih dari Rp100 juta dari kediaman Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY). Uang dalam bentuk rupiah dan yuwan itu

  • Bupati Bekasi Tersangka Suap Meikarta Dikeluarkan dari Tim Kampanye Jokowi

    Selasa, 16 Okt 2018 16:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Timses Jokowi-Ma'ruf mengeluarkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dari struktur tim kampanye daerah di Jabar. Keputusan ini dikeluarkan setelah Neneng ditetapkan seb

  • Bos Lippo Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

    Selasa, 16 Okt 2018 16:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin proyek

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.