• Home
  • Nasional
  • KPK Sedang Hindari Kegagalan Kedua Sejak Setnov Lolos

KPK Sedang Hindari Kegagalan Kedua Sejak Setnov Lolos

Rabu, 08 Nov 2017 17:50
Dibaca: 82 kali
BAGIKAN:
Setya Novanto

Liputanriau.com, Jakarta - Pengamat Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi sangat berhati-hati dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka kasus korupsi. Sehingga KPK belum menetapkan tersangka baru meski sudah ada penyidikan baru terkait proyek pengadaan KTP-el.

Menurut Fickar, hal itu dipengaruhi putusan praperadilan Setya Novanto pada 29 September lalu. Namun, lanjut dia, KPK sebetulnya memang diperbolehkan untuk tidak terlebih dulu mengumumkan penetapan tersangka di awal penyidikan bila merujuk KUHAP.

"Boleh saja KPK belum memberitahukan tersangkanya. Sangat mungkin ada strategi lain untuk mengantisipasi segala kemungkinan termasuk tafsir hukum seperti yang dinyatakan oleh hakim Cepi Iskandar di praperadilan," kata Fickar, Rabu (8/11).

Meski begitu, lanjut Fickar, jika mengacu pada pasal 44 UU KPK, lembaga antirasuah itu dapat sekaligus menetapkan tersangka jika sudah ada bukti permulaan yang cukup di tahap penyelidikan. Tapi setidaknya, pengakuan KPK bahwa ada penyidikan yang baru terkait kasus KTP-el, sudah cukup.

"Dengan mengakui ada penyidikan baru, artinya ada SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) yang dikeluarkan minimal untuk Jaksa Penuntut Umum jika tersangkanya belum ada. Kewajiban KPK memberitahukan kepada jaksa penuntut umum paling lambat 7 hari setelah diterbitkan sprindik (surat perintah penyidikan)," tuturnya.

Selasa (7/11) kemarin, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakui ada sprindik baru terkait kasus KTP-el yang keluar pada akhir Oktober. Febri juga tidak membantah soal SPDP baru atas nama Setya Novanto yang beredar di kalangan wartawan. Namun, dia tidak membeberkan nama tersangkanya.

Seperti diketahui, dalam pertimbangan putusan praperadilan atas penetapan tersangka Setya Novanto 29 September lalu, hakim tunggal Cepi Iskandar mempersoalkan penetapan tersangka Setnov yang dilakukan di awal penyidikan.

Hakim Cepi merujuk pada KUHAP yang mengamanatkan bahwa penetapan tersangka dilakukan di akhir penyidikan. Sebab, penyidikan sendiri sebagai tahapan untuk menemukan pelaku tindak pidana. Gugatan praperadilan Setnov pun dikabulkan sehingga dia lepas dari jeratan tersangka KPK saat itu.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Dokter Bimanesh Ditahan, Fredrich Dijemput Paksa

    Sabtu, 13 Jan 2018 01:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Setelah memeriksa selama 10 jam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bimanesh Sutarjo, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau dalam kasus menghalangi proses penyidik

  • Setya Novanto dan Istri Diperiksa, KPK Cari Tersangka Lain

    Rabu, 10 Jan 2018 19:50

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pemeriksaan terhadap Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor dilakukan untuk pengembangan penanganan kasu

  • Dokter RS Medika Permata Hijau Dikabarkan Jadi Tersangka di KPK

    Rabu, 10 Jan 2018 19:46

    Liputanriau.com, Jakarta - Selain menetapkan status tersangka pada pengacara Fredrich Yunadi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menetapkan status tersangka pada dokter Rumah Sakit (RS) Medika Pe

  • KPK Periksa Marzuki Alie

    Senin, 08 Jan 2018 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Ketua DPR RI 2009-2014 Marzuki Alie dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk

  • Hakim Tolak Eksepsi Setya Novanto

    Kamis, 04 Jan 2018 13:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto.Ha

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.