• Home
  • Nasional
  • KPK Segera Panggil Nusron Wahid Soal Kasus 400 ribu Amplop

KPK Segera Panggil Nusron Wahid Soal Kasus 400 ribu Amplop

Kamis, 11 Apr 2019 06:39
Dibaca: 86 kali
BAGIKAN:
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif.
Liputanriau.com, Semarang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil politikus Partai Golkar Nusron Wahid untuk dimintai klarifikasi. Langkah itu sebagai respons atas pernyataan anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso yang mengaku diperintah Nusron Wahid untuk mempersiapkan 400.000 amplop berisi uang.

"Penyidik KPK sudah menindaklanjuti informasi itu untuk klarifikasi betul apa tidak soal amplop-amplop itu dipersiapkan," ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, di Semarang, Rabu (10/4/2019).

Meski demikian, Laode enggan menjelaskan secara detail rencana pemanggilan kepada Nusron Wahid tersebut. Sebab, hingga kini pihaknya belum mendapat laporan terkait dugaan keterlibatan Nusron Wahid langsung dari penyidik.

"Saya malah tahunya dari media. Kalau untuk keterangan beliau (Bowo) ya saat diwawancara," terangnya. Dia juga membantah dugaan adanya permainan politik dalam peristiwa penangkapan Bowo. 

"Kita memang serba salah. Padahal tidak ada main-main politik. Hanya saja penangkapan mendekati Pemilu. Maka dari itu, harapannya supaya tanggal 17 April (Pemilu) segera cepat selesai lah," ujar dia.

Laode juga menjelaskan telah memantau dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bowo Sidik Pangarso sejak lama. Dia juga memastikan, tertangkapnya Bowo tidak terkait dengan Pemilihan Presiden pada 17 April 2019.

"Jadi penangkapan berdasarkan lidik dan penyidikan KPK. Suratnya sudah lama keluar, sekira lebih dari setahun. Sekali lagi ini tidak ada hubungannya dengan politik," tegasnya.

Sekadar diketahui, Bowo Sidik Pangarso bersama Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti, dan pejabat PT Inersia Indung ditetapkan sebagai tersangka terkait kerjasama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK. Bowo dan Idung bertindak sebagai penerima suap sedangkan Asty pemberi suap.

Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo USD2 per metric ton. Diduga telah terjadi enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel, dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan USD85,130.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Sindonews

  BacaJuga
  • Analisis Pakar Kenapa Jokowi Kalah di Sumbar

    Selasa, 23 Apr 2019 12:24

    Liputanriau.com, Padang - Pasangan Calon Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin kalah telak di Sumatera Barat versi hitung cepat. Kekalahan itu dinilai disebabkan dari sejumlah faktor.Pengamat politik Unive

  • Jokowi Kalah, Bupati Mandailing Natal Mengundurkan Diri

    Minggu, 21 Apr 2019 16:02

    Liputanriau.com, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution, tiba-tiba mengundurkan diri tanpa ada isu sebelumnya. Mundurnya politikus NasDem itu mulai diketahui

  • Jokowi Terancam Kalah Jika Golput Tinggi

    Sabtu, 30 Mar 2019 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai golput bakal merugikan Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi.“Kalau golput tinggi, Jokowi terancam kalah," kata Pangi,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.