• Home
  • Nasional
  • KPU: Pelaku Hoaks Surat Suara Diproses Sesuai Aturan

KPU: Pelaku Hoaks Surat Suara Diproses Sesuai Aturan

Rabu, 09 Jan 2019 16:59
Dibaca: 667 kali
BAGIKAN:
Ketua KPU, Arief Budiman
Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengapresiasi pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap tersangka kasus penyebaran hoaks tujuh kontainer surat suara. Arief meminta kepolisian untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. 

“Saya ingin diperlakukan sebagaimana ketentuan peraturan penegakan hukum yang berlaku. Apa yang dia perbuat, dia harusnya mempertangungjawabkan, kami tidak mau meminta yang berlebihan, diproses saja sebagaimana ketentuan yang ada,” kata Arief usai rapat bersama Komisi II DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/1).

Menurut Arief, kasus ini harus dijadikan pelajaran bagi siapa pun. Oleh karena itu, dia berharap ke depan tidak ada lagi upaya penyebaran hoaks yang menyudutkan KPU dalam proses penyelenggaraan pemilu. 

“Mudah-mudahan ini bisa memberi pelajaran positif untuk kita semua,” ucap Arief. 

Meski begitu, Arief mengaku, sejauh ini belum ada komunikasi lebih lanjut dengan Bareskrim terkait kemungkinan pihaknya dimintai keterangan sebagai saksi atau pelapor. 

”Belum. Sampai hari ini belum ada pemberitahuan itu (permintaan sebagai saksi atau pelapor dari Bareskrim),” kata Arief. 

Sebelumnya, tersangka penyebar hoaks atas nama Bagus Bawana telah ditangkap oleh aparat kepolisian. Polisi menyebut, Bagus sebagai kreator hoaks dengan membuat voice chat soal 7 kontainer itu.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Albertus Rachmad Wibowo mengungkapkan, lokasi Bagus terungkap setelah pihaknya mendeteksi beberapa platform media sosial miliknya. Bagus diketahui langsung membuang handphone-nya setelah postingan soal 7 kontainer berisikan surat suara yang telah tercoblos itu viral.

"Kami bisa mendeteksi di beberapa platform medsos. Dan setelah viral menutup akun, membuang HP dan kartunya, (Bagus) kami temukan tanggal 7 Januari di Sragen," kata Rachmad di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1).
Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Izin Dicabut dan Diblokir, Jurdil2019 Protes Bawaslu dan Kominfo

    Minggu, 21 Apr 2019 15:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Lembaga pemantau Pemilu 2019, Jurdil2019, mengajukan protes karena izinnya dicabut Bawaslu dan situsnya diblokir oleh Kementerian Kominfo. Mereka memprotes ke Bawaslu dan Ko

  • Bawaslu Cabut Izin Situs Jurdil2019

    Minggu, 21 Apr 2019 15:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Bawaslu mencabut izin atau akreditasi satu lembaga pemantau Pemilu 2019. Pencabutan izin ini dilakukan karena lembaga itu tidak menjalankan tugas sesuai dengan prinsip peman

  • Update Real Count KPU Hari ini, Jokowi 54,14%, Prabowo 45,86%

    Minggu, 21 Apr 2019 15:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo- Ma'ruf Amin siang ini masih unggul atas Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Hal ini berdasarkan rea

  • Lima Anggota Panwaslu di Aceh Dipecat Karena Foto Pose Dua Jari

    Selasa, 16 Apr 2019 14:46

    Liputanriau.com, Banda Aceh - Lima Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa di Aceh Tamiang diberhentikan karena melanggar etik penyelenggara Pemilu.Pemberhentian dilakukan setelah proses kajian dan per

  • 40 Lembaga Quick Count yang Resmi Terdaftar di KPU

    Selasa, 16 Apr 2019 14:43

    Liputanriau.com, Jakarta - KPU merilis nama-nama lembaga survei yang akan menampilkan quick count hasil pemilihan pada Pemilu 2019. Tercatat sebanyak 40 lembaga survei telah terdaftar. "Sekarang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.