Komentar Sandiaga Uno setelah Diperiksa KPK

Jumat, 14 Jul 2017 15:48
Dibaca: 82 kali
BAGIKAN:
KOMPAS.com
Sandiaga Uno seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jumat (14/7/2017)

Liputanriau.com, Jakarta - Sandiaga Uno diperiksa selama lebih kurang dua jam  di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (14/7/2017). Seusai diperiksa, Sandi memuji proses hukum yang dilakukan oleh penyidik KPK.

"Alhamdulilah pemeriksaannya lancar, dan profesional sekali teman-teman penyidik KPK," ujar Sandi seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta.

Sandi mengatakan, ia sangat mendukung langkah yang dilakukan KPK dalam memberantas korupsi. Sandi juga mendukung KPK untuk melakukan penegakan hukum tanpa tebang pilih.

Sandi juga berharap penegakan hukum KPK dapat mencegah maraknya korupsi di sektor usaha. Menurut dia, KPK dapat membantu mendepankan kepastian hukum di dunia usaha.

"Kami akan tetap mendukung langkah penegakan hukum dan gerakan membersihkan dunia usaha dan pemerintah dari korupsi," kata Sandi.

Meski namanya tidak ada dalam jadwal pemeriksaan, Sandiaga mengaku memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus yang sedang ditangani KPK. Kasus yang dimaksud yakni, kasus korupsi dalam proyek pembangunan Wisma Atlet.

Sandiaga diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pengusaha. Ia memberikan keterangan untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI), Dudung Purwadi.

Sandiaga pernah menjabat sebagai Komisaris PT DGI yang kini menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering.

Pemeriksaan Sandiaga Uno terkait penyidikan yang dilakukan KPK terhadap proyek yang digarap Permai Group.

Permai Group merupakan grup usaha milik mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. PT DGI pernah memenangkan sejumlah proyek dari Permai Group.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • TNI Sita Rp 7,3 M Milik WW Diduga Hasil Korupsi Heli AW 101

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen Dodik Wijanarko menyampaikan, pihaknya menyita uang senilai Rp 7,3 miliar dari tersangka WW terkait kasus dugaan korupsi pe

  • 4 Anggota TNI Tersangka Korupsi Heli AW 101, Ada Kolonel FTS

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Sudah 4 anggota TNI menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan helikopter angkut AgustaWestland AW 101 di TNI Angkutan Udara pada periode 2016 - 2017. Pusat Polisi Mili

  • TNI akan Kerahkan Pesawat Pengintai dan Tambah Kapal Patroli di Maluku Utara

    Kamis, 08 Jun 2017 16:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mengerahkan pesawat pengintai yang beroperasi di Maluku Utara (Malut), guna mengantisipasi terjadinya ancaman terorisme yang masuk

  • Kalahkan Australia Hingga AS, Prajurit TNI Juara Umum di Lomba Tembak

    Senin, 29 Mei 2017 13:06

    Liputanriau.com, Jakarta - Penembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017.  Kontingen TNI AD yang dipimpin Letkol Inf  Jos

  • Galaknya Panglima TNI Habisi Komplotan Jenderal Korup

    Sabtu, 27 Mei 2017 13:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bertekad membersihkan korupsi di tubuh TNI. Permainan dalam pengadaan dan pembelian alutsista yang dikenal sebagai 'lahan basah�

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.