• Home
  • Nasional
  • Kronologi 40 Jam Tragedi Kerusuhan di Rutan Salemba Mako Brimob

Kronologi 40 Jam Tragedi Kerusuhan di Rutan Salemba Mako Brimob

Kamis, 10 Mei 2018 13:41
Dibaca: 194 kali
BAGIKAN:
Kerusuhan di Mako Brimob
Liputanriau.com - Setelah 40 jam berlalu, akhirnya para napi terorisme yang membuat kerusuhan di Rutan Salemba Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, akhirnya menyerah? Bagaimana kronologi peristiwa ini dari awal sampai akhir?

Selasa, 8 Mei 2018

Pukul 18.30 WIB

Para narapidana terorisme selesai melaksanakan salat Maghrib. Kemudian, ada seorang narapidana bernama Wawan yang menanyakan soal makanan kiriman dari keluarganya kepada petugas.

Namun, petugas tersebut menjelaskan bahwa makanan titipan tersebut dibawa oleh petugas lainnya.

Pukul 19.05 WIB

Dari arah Blok C, tiba-tiba terdengar teriakan kasar dari Wawan. Ia diduga menjadi provokator yang memicu kerusuhan tersebut. Sekitar 20 menit kemudian, kerusuhan mulai menjalar hingga blok B dan C.

Pukul 20.15 WIB

Dinding dan pintu sel tahanan sempat dibobol oleh narapidana yang beringas. Situasi menjadi semakin tidak terkontrol hingga akhirnya para napi terorisme itu berhasil keluar dari sel.

Lima belas menit kemudian, para napi menyeruak masuk ke ruang penyidik. Sejumlah penyidik yang tengah memeriksa tersangka kasus terorisme lain menjadi sasaran amukan. Sebagian berhasil menyelamatkan diri, namun enam orang anggota Brimob disandera.

Empat orang anggota Brimob yang berhasil kabur mengalami luka memar dan sobek di bagian kepala. Mereka kemudian dirawat di RS Bhayangkara. 

Sementara, salah satu napi teroris tertembak dalam insiden ini. Pada saat inilah, diduga para napi teroris telah berhasil merebut beberapa pucuk senjata api dari anggota Brimob.

Pukul 21.15 WIB

Aparat kepolisian lalu meningkatkan pengamanan di Rutan Mako Brimob dengan menerjunkan sejumlah anggota bersenjata lengkap untuk melakukan pengamanan. Lima belas menit kemudian, wartawan baru mendapatkan informasi mengenai insiden tersebut, namun belum berhasil mendapatkan konfirmasi ke aparat kepolisian.

Pukul 22.25 WIB

Kerusuhan mulai meluas hingga ke Blok C. Para pelaku diduga kuat memiliki hubungan dengan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang dipimpin oleh Aman Aabdurrahman. 

Pukul 23.20 WIB

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal memberikan konfimasi mengenai kerusuhan tersebut. Di saat yang sama, polisi masih berusaha menangani kekacauan yang ada di dalam rutan tersebut.

Setengah jam kemudian, polisi mulai melakukan pengamanan ketat di sekitar Mako Brimob. Wartawan yang telah datang, diminta untuk menjauh dari lokasi. Sementara, di media sosial foto dan video yang menggambarkan kondisi di dalam Rutan Mako Brimob mulai beredar.

Bahkan, salah satu akun instagram yang disebut milik napi terorisme yang berada di dalam sempat melakukan siaran langsung.

Rabu, 9 Mei 2018

Pukul 00.35 WIB

Kawat berduri mulai dipasang, wilayah yang disterilkan juga diperluas hingga 200 meter dari pintu masuk Mako Brimob. Jalan Komjen M Yasin yang menjadi akses menuju Mako Brimob juga ditutup sementara.

Pukul 01.07 WIB

Brigjen Pol M Iqbal memberikan pernyataan pers yang membenarkan jika terjadi kerusuhan di dalam rutan Mako Brimob yang melukai sejumlah petugas. 

Sementara, Jalan Akses UI yang berada di depan Mako Brimob dijaga ketat oleh para personel Brimob dan ditutup sementara.

Pukul 02.15 WIB

Personel kepolisian yang bersiap siaga mengokang senjata laras panjang yang dibawa. Polisi yang dilengkapi dengan helm dan rompi antipeluru tersebut mengambil tempat untuk melindungi diri.

Pukul 05.30 WIB

Area depan Mako Brimob steril dari masyarakat sipil. Baru satu jam kemudian, sejumlah pejabat Polri mulai berdatangan masuk ke dalam Mako Brimob.

Pukul 08.30 WIB

Truk TNI terpantau mulai memasuki Mako Brimob.

Pukul 09.03 WIB

7 mobil ambulans memasuki area Mako Brimob secara bergantian. Tak berapa lama, mobil Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) juga menuju ke Mako Brimob.

Kondisi mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang juga ditahan di Rutan Mako Brimob dipastikan aman.

Pukul 11.30 WIB

Polisi menyebut kondisi di dalam sudah mulai kondusif.

Pukul 14.30 WIB

Lima dari enam polisi yang disandera dikabarkan tewas dengan cara yang keji. Sementara satu orang lainnya diduga masih disandera.

Kelima polisi tersebut adalah Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, dan Bripda Wahyu Catur Pamungkas. Sementara, anggota yang masih disandera adalah Iwan Sarjana.

Pukul 15.50 WIB

Kapolri memutuskan mempercepat kepulangannya dari kunjungan di Yordania. 

Pukul 17.05 WIB

Negosiasi untuk membebaskan sandera terus dilakukan, sementara kondisi di dalam rutan mulai tenang. Hingga saat ini, kawasan di sekitar Mako Brimob masih steril. Saat adzan Maghrib berkumandang, polisi bersenjata laras panjang masih berjaga.

Pukul 16. 51 WIB

Kelima anggota Polri yang gugur diberi kenaikan pangkat luar biasa. Brigjen M Iqbal menyebutkan kondisi anggota Polri yang disandera dalam kondisi yang baik. 

Pukul 17.15 WIB

Polisi mengeluarkan ultimatum agar para napi menyerahkan diri dengan damai, jika tidak, polisi akan segera mengeluarkan upaya terakhir. 

Sementara, di RS Bhayangkara, keluarga korban mulai berdatangan untuk memastikan nasib kerabatnya. Keluarga korban anggota Polri yang tewas juga tampak hadir.

Tidak lama, pihak kepolisian juga menggelar konferensi pers terkait insiden itu. 

Pukul 19.03 WIB

Empat ambulans yang membawa jenazah korban rusuh di Rutan Mako Brimob mulai meninggalkan RS Polri. 

Pukul 20.00 WIB

Diketahui 200 anggota Brimob Maluku diterjunkan ke Mabo Brimob untuk membantu. 

Pukul 21.31 WIB

Polisi kembali menggelar konferensi pers. Mata Brigjen Pol M Iqbal berkaca-kaca saat menceritakan kondisi kelima anggotanya yang gugur dalam peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, mayoritas korban yang tewas justru diakibatkan oleh senjata tajam.

Pukul 22.04 WIB

Seluruh Rutan Salemba Mako Brimob yang terdiri dari Blok A, B, dan C, telah dikuasai oleh napi terorisme. Hingga saat ini, polisi belum berhasil masuk dan masih terus berisaga di luar.

Rabu 10 Mei

07.30 WIB

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyebut, jumlah tahanan yang melakukan penyanderaan sebanyak 156 orang. 

"Kebetulan bertepatan berada di kompleks Mako Brimob, yang dilakukan oleh seluruh tahanan sejumlah 156 tahanan, melakukan penyanderaan 9 anggota Polri," ucap Syafruddin, di lokasi, Kamis (10/5). 

Dia melanjutkan, dari total 9 anggota Polri yang disandera, 5 anggota telah gugur, sedangkan 4 dibebaskan dalam keadaan luka-luka. 

Ia memastikan 90.persen napi telah menyerah.

"Sebagian besar di atas 90 persen seluruh tahanan terorisme telah menyerahkan diri," ujar Syafruddin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).

Syafruddin juga menyebut senjata yang dirampas napi adalah hasil sitaan. Senjata yang mereka rampas sangat berbahaya.

"Ada senjata panjang yang bisa menjangkau 800-900 meter. Bisa nembus sampai jalan," ungkapnya.

08.00 WIB

Menkopolhukam Wiranto menyatakan, seluruh napi terorisme telah menyerah. "Kami bukan negosiasi tapi kami ultimatum mereka," ungkap Wiranto di Mako Brimob.

08.30 WIB

Setelah menyerah, napi teroris kemudian digeledah oleh aparat.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • MUI: Bendera Yang DIbakar Banser Bukan Bendera HTI

    Selasa, 23 Okt 2018 14:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Mereka menganggap  bendera yang dibakar adalah bend

  • Mantan Jubir: HTI Tidak Punya Bendera

    Selasa, 23 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustaz Ismail Yusanto mengecam keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oknum anggota Barisan Serba Guna Ansor (Ba

  • Tanggapan MUI Terkait Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermas

  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

    Selasa, 23 Okt 2018 13:19

    Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna h

  • Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Bubarkan Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.