• Home
  • Nasional
  • Kronologi Penyerangan Hermansyah Menurut Para Pelaku

Kronologi Penyerangan Hermansyah Menurut Para Pelaku

Kamis, 13 Jul 2017 14:03
Dibaca: 67 kali
BAGIKAN:
KOMPAS.com
Dua pelaku penganiayaan dan pengeroyokan terhadap pakar IT ITB Hermansyah, Lauren Paliyama (kaus biru) dan Edwin Hitipeuw (kaus kuning) tiba di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (12/11/2017).

Liputanriau.com, Jakarta - Dua pelaku penyerangan terhadap pakar telematika Hermansyah ditangkap di Depok pada Rabu (12/7/2017) dini hari.

Mereka adalah Laurens Paliyama (31) dan Edwin Hitipeuw (37). Polisi kemudian meminta keterangan keduanya mengenai kronologi penyerangan yang terjadi di Km 06 Tol Jagorawi pada Minggu (9/7/2017) tersebut. 

Berdasarkan pengakuan para pelaku, Hermansyah-lah yang mengejar dan menghentikan mobil mereka.

Hal itu terjadi setelah salah satu mobil pelaku menyenggol mobil yang dikendarai Hermansyah. Kemudian, Hermansyah mengejar dan menghentikan mobil yang dikemudikan Edwin.

"Korban marah-marah meminta pertanggungjawaban kepada pelaku, lalu mencoba berhentikan mereka," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana Marpaung menceritakan keterangan pelaku. 

Setelah Hermansyah menghentikan mobil para pelaku, sempat terjadi cek-cok hingga akhirnya Laurens menusuk Hermansyah dengan pisau.

Laurens diketahui membawa sebuah pisau. Sebelumnya, ia dan rekan-rekannya baru saja pulang dari sebuah tempat hiburan malam di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Motifnya spontan saja. Mereka yang sedang berada di bawah pengaruh minuman keras menganiaya korban dengan pisau," ujar Sapta.

Sementara itu, berdasarkan keterangan polisi setelah memeriksa istri Hermansyah, Irina, saat di dalam tol, mobil Hermansyah disalip dan tersenggol oleh mobil Honda City yang dikemudikan Edwin.

Tidak terima mobilnya tersenggol, Hermansyah langsung mengejar mobil Edwin. Hingga akhirnya di KM 6 Tol terjadilah percekcokan.

Tiba-tiba, dari arah belakang, datang Lauren dan rekannya dengan menggunakan mobil Toyota Yaris yang langsung menyerang Hermansyah dengan pisau.

Pasca-penyerangan, para pelaku melarikan diri ke Bandung untuk menghilangkan jejak. Hermansyah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hermina, Depok, oleh sang istri.

Polisi kemudian menangkap Edwin dan Laurens saat mereka dalam perjalanan pulang dari Bandung.

Setelah Edwin dan Laurens ditangkap, polisi menangkap dua pelaku lainnya, yakni Richard Patipelu dan Erick. Keduanya ditangkap di Bandung pada Kamis (13/7/2017). Kini, polisi memburu satu pelaku lainnya, Domingus.

Sementara itu, Hermansyah masih dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto. Namun, kondisinya dilaporkan sudah berangsur-angsur membaik.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • TNI Sita Rp 7,3 M Milik WW Diduga Hasil Korupsi Heli AW 101

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen Dodik Wijanarko menyampaikan, pihaknya menyita uang senilai Rp 7,3 miliar dari tersangka WW terkait kasus dugaan korupsi pe

  • 4 Anggota TNI Tersangka Korupsi Heli AW 101, Ada Kolonel FTS

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Sudah 4 anggota TNI menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan helikopter angkut AgustaWestland AW 101 di TNI Angkutan Udara pada periode 2016 - 2017. Pusat Polisi Mili

  • TNI akan Kerahkan Pesawat Pengintai dan Tambah Kapal Patroli di Maluku Utara

    Kamis, 08 Jun 2017 16:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mengerahkan pesawat pengintai yang beroperasi di Maluku Utara (Malut), guna mengantisipasi terjadinya ancaman terorisme yang masuk

  • Kalahkan Australia Hingga AS, Prajurit TNI Juara Umum di Lomba Tembak

    Senin, 29 Mei 2017 13:06

    Liputanriau.com, Jakarta - Penembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017.  Kontingen TNI AD yang dipimpin Letkol Inf  Jos

  • Galaknya Panglima TNI Habisi Komplotan Jenderal Korup

    Sabtu, 27 Mei 2017 13:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bertekad membersihkan korupsi di tubuh TNI. Permainan dalam pengadaan dan pembelian alutsista yang dikenal sebagai 'lahan basah�

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.