• Home
  • Nasional
  • Kronologi Setya Novanto Menghilang versi Pengacara

Kronologi Setya Novanto Menghilang versi Pengacara

Kamis, 16 Nov 2017 13:18
Dibaca: 104 kali
BAGIKAN:
Penyidik KPK masuk ke rumah Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

Liputanriau.com, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto tidak berada di rumahnya saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak menjemput paksa dirinya pada Rabu (15/11/2017) malam.

Para penyidik KPK tiba di kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepatnya pukul 21.40 WIB.

Kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan, dirinya terakhir kali berkomunikasi dengan Novanto di Gedung DPR. Ia mengaku sempat berbincang dengan Novanto di sana hingga maghrib. Ia menambahkan Novanto lantas pulang ke rumahnya sebelum maghrib.

Berdasarkan pengakuannya, ia tiba di rumah Novanto pukul 18.40 WIB. Setibanya di kediaman Novanto ia mengaku diberi tahu petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR yang berjaga di sana bahwa kliennya pergi ke luar sebentar.

Padahal, wartawan sempat melihatnya keluar dari lobi Sekretariat Jenderal DPR sekitar pukul 20.00 WIB.

"Saya sampai sini jam berapa tadi ya, 18.40 WIB atau berapa itu? Tapi saya tanya ajudan, 'Bapak (Novanto) pergi,' katanya, 'dijemput sama tamu'," kata Fredrich di kediaman Novanto, Kamis (16/11/2017).

Pamdal tersebut lantas menyampaikan pesan Novanto kepada Fredrich agar menunggu Novanto hingga pulang ke rumah. Namun, ternyata Novanto tak kunjung pulang.

Fredrich mengatakan, berdasarkan keterangan Pamdal, sebelum dijemput, Novanto ditelepon oleh seseorang untuk diajak bertemu.

"Mencoba mengontak terakhir dengan ajudan yang menemani Novanto sekitar pukul 18.30 WIB. Saya menghubungi melalui ajudannya. Tapi kelihatannya tidak on. Mati. Saya enggak tahu kenapa masalahnya," ucap dia.

Fredrich melanjutkan, dia kemudian mendampingi para penyidik KPK yang mendatangi rumah Novanto. Menurut dia, penyidik datang ke kediaman Novanto dengan surat perintah penangkapan dan penggeledahan.

"Saya bilang silakan saja cari, kalau mau tunggu ya silakan. Saya enggak bisa mengusir, kan. Silakan saja tunggu. Akhirnya enggak sampai lama mereka bilang, 'boleh enggak saya geledah?' Saya bilang, silakan," kata Fredrich.

Setya Novanto menghilang saat penyidik KPK berupaya menjemput paksa. Upaya penjemputan dilakukan KPK setelah Novanto selalu mangkir dari pemeriksaan.

Kemarin, Novanto mangkir dari pemeriksaannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Sebelumnya, Novanto juga tak pernah memenuhi panggilan saat akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus yang sama.

Bermacam alasan diungkapkan pihak Novanto untuk menghindari pemeriksaan, dari sakit hingga memerlukan izin Presiden. Terakhir, Novanto beralasan tak hadir karena sedang mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang KPK.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun pada Rabu malam mendatangi kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah tak bisa menjemput paksa Novanto yang menghilang, penyidik membawa sejumlah barang dari tempat tersebut.

Seperti diketahui, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11/2017). Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas

  BacaJuga
  • Pekan Ini, Novel Akan Pulang ke Indonesia

    Senin, 19 Feb 2018 14:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan hampir selesai menjalani perawatan mata di Singapura dan diperkirakan akan pulang ke Indonesia pada pekan ini.Juru bicar

  • Cerita Jokowi Jadi Imam dan Makmum Saat Shalat di Afghanistan

    Rabu, 31 Jan 2018 13:14

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo menceritakan pengalamannya saat shalat berjemaah di Masjid di Kompleks Istana Kepresidenan Arg, di Kabul, Afghanistan, Senin (29/1/2018).Sebelumnya, vid

  • Terbang ke Sri Lanka, Jokowi Awali Kunjungan ke 5 Negara

    Rabu, 24 Jan 2018 14:17

    Liputanriau.comm Jakarta - Presiden Joko Widodo, Rabu (23/1/2018) pagi, bertolak ke Sri Lanka. Perjalanan itu mengawali serangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke lima negara, yakni Sri Lanka

  • Jokowi Sempat Bingung Dapat Gelar Pelapor Gratifikasi Terpatuh

    Senin, 11 Des 2017 15:56

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada perayaan Hari Antikorupsi se-Dunia di Hotel Bidakara, Ja

  • Jokowi Paling Rajin Lapor Gratifikasi ke KPK

    Senin, 11 Des 2017 15:52

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo mendapatkan penghargaan tertinggi dalam pelaporan gratifikasi. Penghargaan tersebut disandangkan KPK terkait keaktifan tokoh tersebut dalam melaporkan g

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.