• Home
  • Nasional
  • Kunjungan Gus Yahya ke Israel Kembali Tuai Kecaman

Kunjungan Gus Yahya ke Israel Kembali Tuai Kecaman

Rabu, 13 Jun 2018 01:48
Dibaca: 95 kali
BAGIKAN:
Liputanriau.com, Jakarta - Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel memicu hujan kritik seputar simbolisme lawatan yang diyakini serupa dengan pengakuan terhadap negeri Yahudi. Pria yang akrab dipanggil Gus Yahya itu hadir di Yerusalem atas undangan organisasi lobi American Jewish Committee.

Setelah Hamas di Jalur Gaza, kini giliran gerakan boikot Israel, Boycott, Divestment and Sanctions Movement (BDS) yang mengritik Nahdlatul Ulama. Seperti dilaporkan Middle East Monitor, NU berencana menindaklanjuti kunjungan Gus Yahya dengan mengirimkan delegasi ke Palestina untuk mempromosikan perdamaian.

Namun niat tersebut dikecam lantaran mengabaikan nilai simbolik kunjungan tersebut, karena dinilai "memberikan legitimasi atas pendudukan Israel dan menutupi eskalasi serangan terhadap warga Palestina, untuk mengontrol mereka dan menghalangi akses terhadap hak paling dasar sekalipun," tulis organisasi tersebut lewat kantor berita Quds Press.

Pria yang juga menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu sebaliknya meyakini keputusannya untuk datang ke Israel sudah benar. "Beberapa orang di sini terheran-heran dengan keputusan saya untuk datang, karena mereka berpikir orang ini pasti berada dalam bahaya karena banyak kaum muslim yang pasti mengancam akan membunuhnya," kata dia kepada Associated Press.

Selain berbicara pada Konfrensi AJC, Gus Yahya juga dijadwalkan mengunjungi Universitas Ibrani dan berbicara dengan tokoh Yahudi, Kristen dan Muslim lokal. Dia tidak direncanakan bertemu dengan politisi Israel dalam kunjungannya kali ini.

Gus Yahya mengaku konflik Israel dan Palestina bukan satu-satunya agenda lawatan, melainkan juga kerjasama lintas agama sebagai jalan penyelesaian konflik, termasuk untuk kasus Rogingya di Myanmar. "Kita menghadapi masalah peradaban dan ini berkaitan dengan agama," katanya, "kami ingin ikut memberikan sumbangan dalam kaitannya dengan agama kami."

Dalam pidatonya dia mengritik pendekatan politik dan keamanan dalam konflik Israel-Palestina yang selama ini gagal menyudahi penderitaan warga sipil. Ia merujuk pada pandangan bekas Presiden Abdurrachman Wahid yang menilai agama bisa ikut berperan menuntaskan konflik tersebut.

Dalam hal ini dia mengimbau umat muslim harus mengembangkan "diskursus baru" atas dasar pengakuan bahwa umat muslim dan non muslim adalah setara dan bisa hidup berdampingan. Menurutnya keyakinan bahwa umat non-muslim merupakan musuh bagi Islam "adalah problematis karena tidak searah dengan realita kekinian peradaban kita," ujarnya.

"Jika ditengah perseteruan ini kita terus ngotot memandang pihak lain sebagai musuh, bagaimana mungkin kita mampu melihat peluang bagi perdamaian? Apa gunanya berbagi ini dan itu, menyepakati ini dan itu, mengatakan ini dan itu, jika kita tak pernah bersedia melepaskan cita-cita untuk membasmi lawan? Apakah kita akan terus bertarung sampai salah satu pihak musnah, walaupun harus selama-lamanya hidup dalam kesengsaran?"

Gus Yahya bukan tidak memahami kontroversi kunjungannya. Dalam sebuah surat yang ia kirimkan ke Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dia menyerahkan kepada pemerintah untuk "membatalkan" kunjungannya jika dianggap mencederai kepentingan negara. "Tapi jika ada manfaat, mari lanjutkan agar menjadi keuntungan yang nyata," tulisnya.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Sindonews

  BacaJuga
  • PA 212 Curiga SP3 Rizieq Hasil Barter dengan Kasus Sukmawati

    Selasa, 19 Jun 2018 14:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shih

  • Alasan Polisi Terbitkan SP3 untuk Rizieq Shihab

    Senin, 18 Jun 2018 12:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi membenarkan telah menerbitkan surat penghentian penyidikan kasus (SP3) untuk Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal menerang

  • Alasan Prabowo Tak Mungkin Gandeng Rizieq

    Selasa, 05 Jun 2018 16:05

    Liuputanriau.com Jakarta - Pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekah memunc

  • PAN: Amien Rais, Prabowo, Rizieq Sepakat Bersatu untuk 2019

    Minggu, 03 Jun 2018 00:56

    Liputanriau.com, Mekah - Pertemuan antara Habib Rizieq Syihab dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Mekah selesai. Ketiganya bersepakat bersat

  • Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Rizieq Shihab

    Jumat, 04 Mei 2018 17:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus penodaan lambang negara atau Pancasila yang melibatkan Habib Rizieq Shihab di wilayah hukum

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.