• Home
  • Nasional
  • Kunjungan Gus Yahya ke Israel Kembali Tuai Kecaman

Kunjungan Gus Yahya ke Israel Kembali Tuai Kecaman

Rabu, 13 Jun 2018 01:48
Dibaca: 106 kali
BAGIKAN:
Liputanriau.com, Jakarta - Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel memicu hujan kritik seputar simbolisme lawatan yang diyakini serupa dengan pengakuan terhadap negeri Yahudi. Pria yang akrab dipanggil Gus Yahya itu hadir di Yerusalem atas undangan organisasi lobi American Jewish Committee.

Setelah Hamas di Jalur Gaza, kini giliran gerakan boikot Israel, Boycott, Divestment and Sanctions Movement (BDS) yang mengritik Nahdlatul Ulama. Seperti dilaporkan Middle East Monitor, NU berencana menindaklanjuti kunjungan Gus Yahya dengan mengirimkan delegasi ke Palestina untuk mempromosikan perdamaian.

Namun niat tersebut dikecam lantaran mengabaikan nilai simbolik kunjungan tersebut, karena dinilai "memberikan legitimasi atas pendudukan Israel dan menutupi eskalasi serangan terhadap warga Palestina, untuk mengontrol mereka dan menghalangi akses terhadap hak paling dasar sekalipun," tulis organisasi tersebut lewat kantor berita Quds Press.

Pria yang juga menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu sebaliknya meyakini keputusannya untuk datang ke Israel sudah benar. "Beberapa orang di sini terheran-heran dengan keputusan saya untuk datang, karena mereka berpikir orang ini pasti berada dalam bahaya karena banyak kaum muslim yang pasti mengancam akan membunuhnya," kata dia kepada Associated Press.

Selain berbicara pada Konfrensi AJC, Gus Yahya juga dijadwalkan mengunjungi Universitas Ibrani dan berbicara dengan tokoh Yahudi, Kristen dan Muslim lokal. Dia tidak direncanakan bertemu dengan politisi Israel dalam kunjungannya kali ini.

Gus Yahya mengaku konflik Israel dan Palestina bukan satu-satunya agenda lawatan, melainkan juga kerjasama lintas agama sebagai jalan penyelesaian konflik, termasuk untuk kasus Rogingya di Myanmar. "Kita menghadapi masalah peradaban dan ini berkaitan dengan agama," katanya, "kami ingin ikut memberikan sumbangan dalam kaitannya dengan agama kami."

Dalam pidatonya dia mengritik pendekatan politik dan keamanan dalam konflik Israel-Palestina yang selama ini gagal menyudahi penderitaan warga sipil. Ia merujuk pada pandangan bekas Presiden Abdurrachman Wahid yang menilai agama bisa ikut berperan menuntaskan konflik tersebut.

Dalam hal ini dia mengimbau umat muslim harus mengembangkan "diskursus baru" atas dasar pengakuan bahwa umat muslim dan non muslim adalah setara dan bisa hidup berdampingan. Menurutnya keyakinan bahwa umat non-muslim merupakan musuh bagi Islam "adalah problematis karena tidak searah dengan realita kekinian peradaban kita," ujarnya.

"Jika ditengah perseteruan ini kita terus ngotot memandang pihak lain sebagai musuh, bagaimana mungkin kita mampu melihat peluang bagi perdamaian? Apa gunanya berbagi ini dan itu, menyepakati ini dan itu, mengatakan ini dan itu, jika kita tak pernah bersedia melepaskan cita-cita untuk membasmi lawan? Apakah kita akan terus bertarung sampai salah satu pihak musnah, walaupun harus selama-lamanya hidup dalam kesengsaran?"

Gus Yahya bukan tidak memahami kontroversi kunjungannya. Dalam sebuah surat yang ia kirimkan ke Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dia menyerahkan kepada pemerintah untuk "membatalkan" kunjungannya jika dianggap mencederai kepentingan negara. "Tapi jika ada manfaat, mari lanjutkan agar menjadi keuntungan yang nyata," tulisnya.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Sindonews

  BacaJuga
  • Pengakuan Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur

    Rabu, 15 Agu 2018 16:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian Resor Serang, Banten hingga hari ini Rabu, 15 Agustus 2018 masih melakukan pemeriksaan marathon terhadap Raja Kerajaan Ubur Ubur Aisyah Tusalamaja Baidu

  • Ratu Kerajaan Ubur-ubur Sebar Pesan ke Jokowi dan Erdogan

    Selasa, 14 Agu 2018 20:41

    Liputanriau.com, Banten - Siti Aisyah, perempuan yang menjadi pemimpin sekte Kerajaan Ubur-ubur di Sayabulu, Kelurahan/Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, tengah menjadi buah bibir di Indonesia.Seb

  • Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur Klaim Akan Dapat Dana dari Presiden Jokowi.

    Selasa, 14 Agu 2018 20:27

    Liputanriau.com, Banten - Kerajaan Ubur-ubur rupanya bukan hanya mengajarkan Islam secara menyimpang dan menyesatkan. Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur mengklaim akan mendapat sejumlah dana yang dicairkan o

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.