• Home
  • Nasional
  • Lebih Baik PDIP Urus Kader Agar Tak Korupsi, daripada Persoalkan KPK

Lebih Baik PDIP Urus Kader Agar Tak Korupsi, daripada Persoalkan KPK

Senin, 11 Jun 2018 14:06
Dibaca: 112 kali
BAGIKAN:
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Liputanriau.com, Jakarta - PDIP menuding Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar, bermuatan politis. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menganggap OTT KPK menyasar calon kepala daerah yang mempunyai elektabilitas tinggi. 

Menanggapi hal itu, koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Divisi Korupsi Politik Donal Fariz,menilai tuduhan itu tidak tepat, karena KPK dalam melakukan OTT ataupun menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup.
 
"Tudingan ini tidak akan berarti apa-apa, sebab selama ini KPK selalu ketat dengan alat bukti jika berkaitan dengan OTT. Sehingga KPK tidak asal tangkap, apalagi mengaitkannya dengan perkara elektabilitas," tutur Donal melalui pesan singkat, Senin (11/6). 

"Penangkapan atau OTT tidak mengenal elektabilitas, dia hanya mengenal dua alat bukti yang cukup," tegasnya. 

Donal meminta agar PDIP tidak mengaitkan perkara hukum dengan politik, karena keduanya berbeda konteks. Ia menyarankan lebih baik PDIP terus mengingatkan kadernya agar tidak melakukan korupsi seperti kader-kader PDIP yang lain. 

"Daripada melemparkan tudingan politik, lebih baik PDIP fokus memikirkan pencegahan korupsi di internal partai-nya," ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Andalas tersebut. 

Sebelumnya, tiga kepala daerah yang merupakan kader PDIP ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan korupsi. Ketiganya yaitu Bupati Purbalingga Tasdi, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar.
Penetapan tersangka atas dasar OTT itu menuai reaksi keras dari PDIP, salah satunya dari Sekjen PDIP, Hasto Kristianto. Hasto menilai kadernya memiliki elektabilitas tinggi. 

"Hal ini mengingat bahwa yang menjadi sasaran adalah mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi dan merupakan pemimpin yang sangat mengakar. Samanhudi misalnya, terpilih kedua kalinya dengan suara lebih dari 92%," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/6).
Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Amien Rais dan Rachmawati Dampingi Prabowo-Sandi dalam Debat Capres

    Kamis, 17 Jan 2019 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, akan didampingi sejumlah tokoh dalam menjalani debat perdana yang akan diselenggarakan pada malam in

  • SBY Tidak Hadir Dalam Debat Capres Malam Ini

    Kamis, 17 Jan 2019 16:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tidak menghadiri debat Pemilihan Presiden di Hotel Bidakara pada Kamis malam, 17 Januari 2010. Hal ini diungkapkan

  • Persiapan Jokowi Sebelum Debat Capres

    Rabu, 16 Jan 2019 21:07

    Liputanriau.com, Bogor - Calon presiden nomor urut 01, Jokowi, mengaku tak ada persiapan khusus menjelang debat perdana Pilpres 2019 yang akan digelar Kamis (17/1). Jokowi juga menjelaskan tak ada sim

  • Tanggapan Jokowi Soal Pidato Kebangsaan Prabowo

    Rabu, 16 Jan 2019 21:02

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo mengakui, banyak hal di pemerintahannya yang belum berjalan dengan baik. Kendati demikian, ia memastikan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan perbaik

  • Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham

    Rabu, 09 Jan 2019 11:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pagi tadi telah membesuk penceramah Arifin Ilham yang sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Iya, pagi-pagi tadi," katanya di Ist

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.