• Home
  • Nasional
  • Lima Terdakwa Vaksin Palsu Divonis 7-10 Tahun Penjara

Lima Terdakwa Vaksin Palsu Divonis 7-10 Tahun Penjara

Minggu, 19 Mar 2017 14:01
Dibaca: 92 kali
BAGIKAN:
Ilustrasi vaksin.Thinkstockphotos
Liputanriau-JAWA BARAT-Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, telah menetapkan vonis hukuman penjara dan denda kepada lima terdakwa kasus vaksin palsu yang beredar periode 2010-2016.

"Terdakwa yang telah memperoleh vonis hakim adalah atas nama Iin Sulastri dan Syafrizal, selaku pasangan suami istri yang berperan membantu peredaran vaksin palsu serta proses produksinya," kata Kepala Humas PN Bekasi Suwarsa di Bekasi, Sabtu (18/3/2017), dikutip dari Antara.

Dalam persidangan, Majelis hakim yang diketuai Kurnia Yani Darmonk dan beranggotakan Hera Kartiningsing dan Tri Yuliani ini menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada Iin berikut denda Rp 100 juta.

Sementara Syafrizal divonis 10 tahun penjara serta denda Rp 100 juta.

"Pertimbangan vonis Iin lebih rendah karena yang bersangkutan baru saja melahirkan anaknya," katanya.

Terdakwa lainnya yakni Seno bin Senen divonis delapan tahun penjara. Seno terbukti sebagai perantara antara produsen dan pihak rumah sakit.

Dia juga diwajibkan membayar denda senilai Rp 1 miliar subsider satu bulan penjara.

Terdakwa lain yang juga memperoleh hukuman penjara delapan tahun adalah M Farid atas perannya selaku pemilik apotek yang mengedarkan vaksin palsu. 

Majelis juga mewajibkan Farid membayar denda Rp 1 miliar subsider satu bulan penjara. 

Sementara Ketua Majelis Hakim Marper Pandiangan dengan beranggotakan Oloan Silalahi, dan Bahuri menjatuhkan vonis terhadap perawat Rumah Sakit Harapan Bunda Irnawati.

Irnawati dihukum tujuh tahun penjara berikut denda Rp 1 miliar. Dia terbukti telah membantu mengedarkan dan menjual vaksin palsu.

Dikatakan Suwarsa, kelima terdakwa terbukti bersalah karena melanggar Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

"Berarti masih ada 14 terdakwa lainnya yang saat ini masih menanti vonis hakim dalam kasus yang sama," katanya.

Pihaknya mejadwalkan vonis terhadap para terdakwa lainnya akan bergulir mulai Senin (20/3/2017).

"Paling lambat 25 Maret 2017 seluruh vonis kepada terdakwa harus sudah diputuskan," katanya.

Persidangan

Berdasarkan data yang diperoleh di PN Bekasi, seluruh terdakwa yang mengikuti persidangan adalah Hidayat Taufiqurahman, Rita Agustina, Kartawinata alias Ryan, H. Syafrizal dan Iin Sulastri, Nuraini, Sugiyati alias Ugik, Nina Farida, Suparji Ir, Agus Priayanto.

Lalu, M. Syahrul Munir, Seno, Manogu Elly Novita, Sutarman bin Purwanto, Thamrin alias Erwin, Mirza, Sutanto bin Muh Akena, Irnawati, dan Muhamad Farid.

Dalam kasus itu, seperti yang ditulis Warta Kota, pasangan suami istri Rita dan Hidayat Taufiqurahman berperan sebagai produsen vaksin palsu.

Mereka membuat vaksin palsu di rumah mewahnya yang terletak di Perumahan Kemang Pratama Regency, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Dari olahan keduanya, vaksin palsu diedarkan ke beberapa apotek yang ada di Bekasi dan Jakarta.

Dalam persidangan itu terungkap, Rita dan Hidayat memproduksi vaksin palsu sejak 2010 sampai 2016.

Setiap bulan mereka memperoleh pendapatan sekitar Rp 30 juta sampai Rp 40 juta.

Setidaknya ada lima jenis vaksin palsu yang diproduksi yaitu pediacel, tripacel, engerix B, havrix 720, dan tuberculin.

Meski ada lima jenis vaksin palsu yang diproduksi, namun seluruhnya memiliki kandungan yang sama, tetapi kemasan berbeda. 

Itu untuk mengelabui konsumen. Metode pengemasannya dengan cara botol bekas dicuci menggunakan alkohol dan ditunggu sampai kering

Setelah itu mereka mencampurkan cairan vaksin DT/TT dengan cairan aquades dengan masing-masing takaran sebanyak 5 mililiter.

Kemudian vaksin ditutup menggunakan alat pres dan dimasukan ke dalam kemasan masing-masing vaksin yang telah disiapkan.

Untuk bahan bakunya adalah vaksin DT/TT, antibiotik gentacimin dan cairan aquades yang mereka beli di pasar Proyek Bekasi dengan harga bervariasi. (kompascom)
Sumber: kompas.com

  BacaJuga
  • Keterangan Empat Saksi Ahli Ini Beratkan Ahmad Dhani

    Senin, 04 Des 2017 18:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi mendatangkan 11 saksi sebelum menetapkan musikus Ahmad Dhani sebagai tersangka ujaran kebencian berbasis SARA via Twitter.Dari 11 saksi tersebut empat di antaranya ad

  • Ahmad Dhani Akhirnya Diperbolehkan Pulang dari Polres Jaksel

    Jumat, 01 Des 2017 15:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani akhirnya selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus ujaran kebencian di Polres Jakarta Selatan, Jumat (1/12/2017). Kuasa hukum Dhani,

  • Masih Diperiksa, Ahmad Dhani Menginap di Polres Jakarta Selatan

    Jumat, 01 Des 2017 14:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Pemeriksaan Ahmad Dhani oleh penyidik Polres Jakarta Selatan masih berlangsung hingga hari ini, Jumat (1/12/2017). Dhani mulai diperiksa terkait kasus ujaran kebencian sejak

  • Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

    Selasa, 28 Nov 2017 13:43

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan musisi Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian lewat media sosial, Twitter.Kepala Bidang Hubungan Masyar

  • Pengacara Jonru Kewalahan Minta Tambah Kuasa Hukum

    Selasa, 05 Sep 2017 20:24

    Liputanriau.com, Jakarta - Kuasa hukum Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru , Razman Arif Nasution, menyarankan kliennya untuk menambah pengacara untuk menangani dua laporan terhadap Jonru."Saya mempersi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.