Lokasi Server Penyebar WannaCry Terdeteksi

Rabu, 17 Mei 2017 17:43
Dibaca: 258 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Sejumlah alamat server penyebar WannaDecryptor alias WannaCry telah terdeteksi. Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center (ID SRITII/CC), Bisyron Wahyudin, mengatakan alamat Internet protocol (IP) server penyebar program jahat ( malware ) tersebut tersebar di seluruh dunia. IP server ini menjadi sumber virus dan akan diblok atau dimatikan agar penyebarannya tidak meluas, kata Bisyron, Selasa 16 Mei 2017.

ID SRITII adalah lembaga di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika yang merespons dan menganalisis serangan dan ancaman terhadap dunia cyber di Indonesia. Bisyron mengatakan lembaganya bekerja sama dengan tim respons cepat insiden cyber dari negara lain, seperti Amerika Serikat, Singapura, dan Inggris.

Hasilnya, saat ini telah teridentifikasi sekitar 17 alamat Internet protocol (IP) server. Angka ini, kata Bisyron, akan terus bertambah karena server penyebar virus biasanya berpindah-pindah. Alamat server ini akan menjadi petunjuk awal untuk mencari pelaku teror dunia maya, termasuk ke Indonesia, sepekan terakhir. 

Program jahat ransomware jenis WannaCry telah melumpuhkan sejumlah kantor pemerintah, perusahan negara, dan swasta di dalam negeri sejak Sabtu lalu. Virus yang menyebar lewat surat elektronik bodong ini mengunci data di komputer dan meminta uang tebusan sekitar Rp 3,9 juta kepada pengguna bila ingin mendapatkan kuncinya. Pelayanan pasien di Rumah Sakit Kanker Dharmais lumpuh selama empat hari terakhir karena beberapa komputer terserang virus tersebut sehingga data terkunci. Pihak rumah sakit lalu mematikan seluruh jaringan agar infeksi tak menyebar.

Selain di RS Dharmais, WannaCry telah menjangkiti sejumlah komputer di kementerian dan perusahaan negara. Antara lain Kementerian Agama, PT Semen Padang, PT Perusahaan Listrik Negara, PT PAL Indonesia, PT Perkebunan Negara IX, serta sejumlah lokasi Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) kepolisian, termasuk di Mamuju, Sulawesi Barat. Ada pula komputer beberapa perusahaan swasta di bidang konsultan dan pengiriman barang, serta ratusan komputer milik perorangan.

Selasa kemarin, ID SRITII kembali menerima aduan bahwa WannaCry juga menyerang beberapa sekolah dan perguruan tinggi di berbagai daerah. Serangan berskala global sejak Jumat lalu itu belum menyasar server milik kementerian, lembaga, maupun perusahaan negara. Yang kena komputer user, kata Wakil Ketua ID SRITII, Muhammad Salahuddin.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan hingga kini belum ada korban WannaCry di dalam negeri yang membayar uang tebusan agar data dikembalikan. Ia yakin kerja sama dengan negara-negara lain korban WannaCry akan mempercepat penindakan terhadap pelaku. Ini isu internasional, para teknisi dan white hacker di seluruh dunia mencari cara untuk mengalahkannya. Jadi, saya tidak khawatir," katanya.

Markas Besar Kepolisian juga terus menyelidiki penyebar teror WannaCry. Dua tim khusus disiapkan untuk menelusuri penyebaran virus tersebut hingga ke daerah-daerah. Kami siapkan tim sidik dan tim olah TKP digital forensic , kata Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Brigadir Jenderal Fadil Imran.

Menurut Fadil, penyelidikan kasus ini tidak bisa dilakukan sendiri karena merupakan kejahatan cyber lintas negara. Apalagi pembayaran enkripsi data untuk membuka file yang telah dikunci virus wannacry itu dilakukan menggunakan layanan virtual BitCoin. Sulit dilacak, karena hampir pasti identitas pemilik akun BitCoin palsu, katanya. Meski demikian, dia memastikan polisi akan mengejar pelaku dan menjeratnya dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • Anggota MUI Pertanyakan Aturan BIN Larang Pegawai Berjenggot

    Kamis, 18 Mei 2017 18:48

    Liputanriau.com, Jakarta - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mempertanyakan surat edaran Badan Intelijen Negara yang melarang pegawai memelihara jenggot, beramb

  • GNPF MUI: Aksi 5 Mei Jadi Penutup Aksi Bela Islam

    Jumat, 05 Mei 2017 20:33

    Liputanriau.com, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menyatakan, aksi 5 Mei jadi penutup sejumlah aksi bela Islam yang sebelumnya telah dilakukan beberapa kali

  • Anaknya Menistakan Agama Islam, Sabar Manahan Minta Maaf kepada Seluruh Umat Muslim Dunia

    Kamis, 23 Mar 2017 23:21

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Melalui secarik surat, ayah dari Sonny Suasono Panggabean, bernama Sabar Manahan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ummat muslim di dunia terutama di Indonesia.P

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.