• Home
  • Nasional
  • Mahasiswa ITB Pecahkan Rekor Doktor Termuda di Usia 24 Tahun

Mahasiswa ITB Pecahkan Rekor Doktor Termuda di Usia 24 Tahun

Senin, 25 Sep 2017 18:03
Dibaca: 133 kali
BAGIKAN:
Grandprix Thomryes Marth Kadja, pemuda 24 tahun yang memecahkan rekor sebagai doktor termuda di Indonesia setelah lulus Insitut Teknologi Bandung pada 6 September lalu.

Liputanriau.com, Jakarta - Mahasiswa S-3 Kimia ITB, Grandprix Thomryes Marth Kadja, menjadi sarjana doktor muda di Indonesia yang secara resmi diraihnya saat sidang tertutup 6 September lalu pada usia 24 tahun.

Capaian Grandprix ukir sejarah baru dalam dunia pendidikan Indonesia lantaran prestasinya ini tercatat memecahkan rekor MURI sebagai pemegang gelar doktor termuda di Indonesia, sidang terbukanya akan diselenggarakan pada hari Jumat (22-9-2017).

Dengan capain tersebut, Grandprix berharap akademisi Indonesia dapat ikut terdorong untuk memajukan dunia penelitian yang dimotori oleh orang-orang muda Indonesia.

"Jangan minder karena masih muda. Akan tetapi, justru (yang muda) yang harus menjadi contoh bagi orang lain," katanya.

Selain itu, dia juga ingin agar program-program beasiswa, seperti PMDSU dapat diteruskan eksistensinya dan diperbesar skalanya untuk menjaring peneliti dan doktor Indonesia dengan kemampuan dan daya saing kualitas internasional.

Capaian Grandprix ini tidak lepas dari kerja keras dan keinginan yang kuat dalam meraih mimpi.

Diakui oleh pria yang telah menerbitkan sembilan publikasi ilmiah berskala nasional dan internasional ini bahwa jalannya selama masa penelitian-penelitian tidak selalu mulus, proses yang sulit dan memakan waktu menjadi kendala, kemudian ada instrumen analisis yang tidak tersedia atau hasil penelitian yang tidak sesuai ekspektasi.

Kendati demikian, kecintaannya pada bidangnya membuat dirinya tetap menjalani segala sesuatu, baik suka maupun duka, dengan senang hati.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Antara

  BacaJuga
  • Modus Rumah Sakit Bebani Peserta BPJS

    Jumat, 09 Mar 2018 14:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak lepas dari masalah. Selain adanya defisit keuangan, pelak

  • 8 Sumber Pendanaan Menambal Defisit BPJS Kesehatan

    Minggu, 03 Des 2017 13:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Tak ingin Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus merugi, pemerintah telah menyusun langkah penyelamatan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan. Maklum saja

  • Bantah Isu yang Beredar, BPJS Kesehatan Pastikan Tetap Jamin Biaya 8 Penyakit

    Senin, 27 Nov 2017 13:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Sejak Jumat (24/11/2017), di berbagai media pemberitaan, beredar informasi bahwa BPJS Kesehatan sudah tak menanggung lagi 8 penyakit katastropik. Berbagai kekhawatiran di te

  • BPJS Kesehatan Akan Hapus Tanggungan 8 Penyakit

    Minggu, 26 Nov 2017 21:07

    Liputanriau.com - Sedikitnya ada delapan jenis penyakit yang pendanaannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan dibebankan kepada pasien. Seperti penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, t

  • Bank Riau Kepri Salurkan Dana CSR pada 20 Ribu Naker

    Minggu, 13 Agu 2017 11:39

    Liputanriau.com,PEKANBARU-Bank Riau Kepri (BRK) salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.