• Home
  • Nasional
  • Mahfud MD Akan Laporkan Seorang Netizen ke Polisi

Mahfud MD Akan Laporkan Seorang Netizen ke Polisi

Rabu, 07 Mar 2018 17:47
Dibaca: 170 kali
BAGIKAN:
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD

Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan jika dirinya akan melaporkan salah satu akun Twitter yang menghinanya.

Hal itu bermula saat pemilik akun Twitter @RestyCayah mengunggah sebuah tulisan pada Selasa (6/3/2018).

Dalam kicauan tersebut, akun @RestyCayah melontarkan kalimat dengan nada sindiran atas gelar profesor yang disandang Mahfud MD.

Kicauan tersebut terlontar menanggapi reaksi Mahfud MD atas pengakuan tersangka Muslim Cyber Army yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Awalnya akun tersebut mengunggah cuitan yang menyebut Mahfud MD percaya pengakuan para tersangka MCA (Muslim Cyber Army).

Kemudian ia juga mengaitkannya dengan kicauan Mahfud MD tentang sebuah polling.

"Mahfud percaya aja pengakuan 14 org yg ditangkap ngapus berita ..haha , jadi ingat ketololan dia ssat kalah polling menuduh polling twitter bisa divote oleh satu akun sekali pencet 20x sampe ribuan kali. Loe beneran Prof kan pak @mohmahfudmd ?" Tulisnya.

Tweet itu tampaknya membuat Mahfud MD terusik.

Tak berselang lama kicauan itu diunggah, Mahfud MD tampak menuliskan kalimat tegas dalam kolom komentar.

Ia akan melaporkan akun @RestyCayah karena menurutnya postingan tersebut sudah melanggar empat pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

"@RestyCayah Besok lusa saya laporkan kamu ke polisi. Ini melanggar 4 pasal dlm KUHP. Siap-siap Kamis. Kalau besok pagi saya masih ada rapat," tulis Mahfud MD.

Langkah yang ditempuh Mahfud MD itupun mendapat dukungan warganet.

Mereka bahkan ramai menyimpan foto tangkap layar kicauan tersebut jika sewaktu-waktu postingan tersebut dihapus.

Ada pula netizen yang menanyakan mengapa kicauan tersebut sampai dilaporkan ke polisi.

Menjawab pertanyaan tersebut, Mahfud MD menyebut, bahwa langkah yang ia tempuh sebagai upaya agar warganet tidak asal menulis komentar.

"Ya, saya ingin mendidik netizen agar tak mengumbar kebencian. Biar ada contoh bhw orang pencerca itu bisa dihukum," tulis Mahfud.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tribunnews

  BacaJuga
  • MUI: Bendera Yang DIbakar Banser Bukan Bendera HTI

    Selasa, 23 Okt 2018 14:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Mereka menganggap  bendera yang dibakar adalah bend

  • Mantan Jubir: HTI Tidak Punya Bendera

    Selasa, 23 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustaz Ismail Yusanto mengecam keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oknum anggota Barisan Serba Guna Ansor (Ba

  • Tanggapan MUI Terkait Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermas

  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

    Selasa, 23 Okt 2018 13:19

    Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna h

  • Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Bubarkan Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.