• Home
  • Nasional
  • Massa Bakar Foto Aung San Suu Kyi, Minta Nobel Perdamaian Dicabut

Massa Bakar Foto Aung San Suu Kyi, Minta Nobel Perdamaian Dicabut

Oleh: Tamam
Sabtu, 02 Sep 2017 20:41
Dibaca: 106 kali
BAGIKAN:
Merdeka.com
Massa bakar foto Aung San Suu Kyi di depan Kedubes Myanmar. 2017

Liputanriau.com, Jakarta - Massa aksi yang mengatasnamakan Masyarakat Profesional Bagi Kemanusiaan Rohingya melakukan aksi di depan Kedutan Besar Myanmar. Dalam aksinya itu, mereka mendesak rezim militer dan sipil Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan genosida pada kaum Rohingya.

"Kami juga mendesak Aung San Suu Kyi agar berusaha keras menghentikan aksi pengusiran dan pembantaian terhadap etnis Rohingya atas dasar persamaan kemanusiaan mereka sebagai makhluk ciptaan Tuhan," kata koordinator aksi, M. Ichsan Loulembah di depan Kedubes Myanmar, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9).

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Sekitar pukul 10.45 WIB, massa aksi mencoba memaksa masuk ke dalam Kedubes Myanmar, dengan cara mendorong personel polisi yang berjumlah sekitar 60 orang.

Di depan Kedubes Myanmar, massa sempat membakar beberapa poster dan foto. Salah satu foto yang dibakar adalah sang peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi. Massa juga membawa poster bertuliskan agar nobel perdamaian yang didapat Suu Kyi pada 1991 dicabut. Sebab, dia dinilai gagal menciptakan perdamaian di negaranya.

Saat massa mulai terlihat rusuh, Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba dan anak buahnya memaksa mundur peserta aksi yang telah menutup sebagian jalan dan juga melakukan pembakaran beberapa poster. "Mundur balik lagi ke belakang kamu semua, kamu udah mengganggu lalulintas," kata Ronald saat memaksa mundur massa aksi, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan, sebenarnya massa aksi dilarang melakukan unjuk rasa. Sebab, masyarakat perorangan maupun kelompok tidak boleh melakukan aksi di hari libur. "Ini juga sebenarnya hari libur enggak boleh demo," jelasnya.

Meski sudah dilarang, massa aksi tetap memaksa untuk masuk ke dalam Kedubes Myanmar. Mereka berusaha menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan pemerintah Myanmar yang ada di Indonesia. Aksi tak berlangsung lama. Satu per satu massa aksi mulai meninggalkan Kedubes Myanmar. Polisi masih terus melakukan penjagaan sebagai antisipasi ada massa yang coba untuk masuk ke Kedubes Myanmar.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Merdeka.com

  BacaJuga
  • Aksi Bela Palestina, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Sementara

    Minggu, 10 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Jalan Medan Merdeka Selatan di Jakarta Pusat ditutup untuk sementara waktu karena aksi bela Palestina yang dilakukan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di depan Kedu

  • Hasil Pertemuan Menlu Retno dengan Dubes AS terkait Yerusalem

    Jumat, 08 Des 2017 15:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Joseph Donovan untuk membahas mengenai penetapan Y

  • Kecam Trump, Menteri Retno Pakai 'Kefiyyeh' Khas Palestina

    Kamis, 07 Des 2017 17:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memakai selendang khas Palestina "keffiyeh", saat menghadiri dan berpidato di "Bali Democracy Forum" (BDF) Ke-10, Kamis (7/12/

  • Alquran Kuno Ditemukan di Masjid Umar Bin Khattab Palestina

    Selasa, 05 Des 2017 15:24

    Liputanriau.com, Palestina - Tiga Alquran yang dicetak di Percetakan Utsmaniyah pada masa Sultan Abdulhamid II ditemukan di sebuah masjid di Palestina.Muazin Masjid Umar Bin Khattab, Said Azim, menemu

  • Menlu Temui Dubes Amerika Perihal Status Jerusalem

    Selasa, 05 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah menemui Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R Donovan perihal rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengubah status kot

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.