• Home
  • Nasional
  • Massa Bakar Foto Aung San Suu Kyi, Minta Nobel Perdamaian Dicabut

Massa Bakar Foto Aung San Suu Kyi, Minta Nobel Perdamaian Dicabut

Oleh: Tamam
Sabtu, 02 Sep 2017 20:41
Dibaca: 127 kali
BAGIKAN:
Merdeka.com
Massa bakar foto Aung San Suu Kyi di depan Kedubes Myanmar. 2017

Liputanriau.com, Jakarta - Massa aksi yang mengatasnamakan Masyarakat Profesional Bagi Kemanusiaan Rohingya melakukan aksi di depan Kedutan Besar Myanmar. Dalam aksinya itu, mereka mendesak rezim militer dan sipil Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan genosida pada kaum Rohingya.

"Kami juga mendesak Aung San Suu Kyi agar berusaha keras menghentikan aksi pengusiran dan pembantaian terhadap etnis Rohingya atas dasar persamaan kemanusiaan mereka sebagai makhluk ciptaan Tuhan," kata koordinator aksi, M. Ichsan Loulembah di depan Kedubes Myanmar, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9).

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Sekitar pukul 10.45 WIB, massa aksi mencoba memaksa masuk ke dalam Kedubes Myanmar, dengan cara mendorong personel polisi yang berjumlah sekitar 60 orang.

Di depan Kedubes Myanmar, massa sempat membakar beberapa poster dan foto. Salah satu foto yang dibakar adalah sang peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi. Massa juga membawa poster bertuliskan agar nobel perdamaian yang didapat Suu Kyi pada 1991 dicabut. Sebab, dia dinilai gagal menciptakan perdamaian di negaranya.

Saat massa mulai terlihat rusuh, Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba dan anak buahnya memaksa mundur peserta aksi yang telah menutup sebagian jalan dan juga melakukan pembakaran beberapa poster. "Mundur balik lagi ke belakang kamu semua, kamu udah mengganggu lalulintas," kata Ronald saat memaksa mundur massa aksi, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan, sebenarnya massa aksi dilarang melakukan unjuk rasa. Sebab, masyarakat perorangan maupun kelompok tidak boleh melakukan aksi di hari libur. "Ini juga sebenarnya hari libur enggak boleh demo," jelasnya.

Meski sudah dilarang, massa aksi tetap memaksa untuk masuk ke dalam Kedubes Myanmar. Mereka berusaha menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan pemerintah Myanmar yang ada di Indonesia. Aksi tak berlangsung lama. Satu per satu massa aksi mulai meninggalkan Kedubes Myanmar. Polisi masih terus melakukan penjagaan sebagai antisipasi ada massa yang coba untuk masuk ke Kedubes Myanmar.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Merdeka.com

  BacaJuga
  • Ahok Dapat Remisi, Pakar Hukum: Baru 6 Bulan, Remisinya 15 Hari

    Senin, 18 Des 2017 17:33

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan mendapatkan pengurangan masa hukuman atau remisi dalam rangka hari raya Natal. Pakar Hukum Pidana Chudry S

  • Kapolda Metro Bersyukur Sidang Ahok Ditunda

    Rabu, 12 Apr 2017 14:36

    Liputanriau.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan bersyukur persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditunda. Hal ini disamp

  • Penjelasan Jaksa Tunda Bacakan Tuntutan terhadap Ahok

    Selasa, 11 Apr 2017 14:40

    Liputanriau.com, Jakarta - Jaksa penuntut umum sidang kasus dugaan penodaan agama, Ali Mukartono, menjelaskan pihaknya kesulitan menyusun materi surat tuntutan terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama

  • Pengadilan Tetapkan Pembacaan Tuntutan Ahok 20 April

    Selasa, 11 Apr 2017 14:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh Jaksa Penuntut U

  • Polda Metro Tetap Siapkan Pengamanan Sidang Ahok

    Selasa, 11 Apr 2017 00:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Polda Metro Jaya tetap menyiapkan personil pengamanan untuk sidang lanjutan terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Selasa (11/4)."Agenda sidang Pak Ah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.