• Home
  • Nasional
  • Massa Bakar Foto Aung San Suu Kyi, Minta Nobel Perdamaian Dicabut

Massa Bakar Foto Aung San Suu Kyi, Minta Nobel Perdamaian Dicabut

Oleh: Tamam
Sabtu, 02 Sep 2017 20:41
Dibaca: 122 kali
BAGIKAN:
Merdeka.com
Massa bakar foto Aung San Suu Kyi di depan Kedubes Myanmar. 2017

Liputanriau.com, Jakarta - Massa aksi yang mengatasnamakan Masyarakat Profesional Bagi Kemanusiaan Rohingya melakukan aksi di depan Kedutan Besar Myanmar. Dalam aksinya itu, mereka mendesak rezim militer dan sipil Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan genosida pada kaum Rohingya.

"Kami juga mendesak Aung San Suu Kyi agar berusaha keras menghentikan aksi pengusiran dan pembantaian terhadap etnis Rohingya atas dasar persamaan kemanusiaan mereka sebagai makhluk ciptaan Tuhan," kata koordinator aksi, M. Ichsan Loulembah di depan Kedubes Myanmar, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9).

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Sekitar pukul 10.45 WIB, massa aksi mencoba memaksa masuk ke dalam Kedubes Myanmar, dengan cara mendorong personel polisi yang berjumlah sekitar 60 orang.

Di depan Kedubes Myanmar, massa sempat membakar beberapa poster dan foto. Salah satu foto yang dibakar adalah sang peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi. Massa juga membawa poster bertuliskan agar nobel perdamaian yang didapat Suu Kyi pada 1991 dicabut. Sebab, dia dinilai gagal menciptakan perdamaian di negaranya.

Saat massa mulai terlihat rusuh, Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba dan anak buahnya memaksa mundur peserta aksi yang telah menutup sebagian jalan dan juga melakukan pembakaran beberapa poster. "Mundur balik lagi ke belakang kamu semua, kamu udah mengganggu lalulintas," kata Ronald saat memaksa mundur massa aksi, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan, sebenarnya massa aksi dilarang melakukan unjuk rasa. Sebab, masyarakat perorangan maupun kelompok tidak boleh melakukan aksi di hari libur. "Ini juga sebenarnya hari libur enggak boleh demo," jelasnya.

Meski sudah dilarang, massa aksi tetap memaksa untuk masuk ke dalam Kedubes Myanmar. Mereka berusaha menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan pemerintah Myanmar yang ada di Indonesia. Aksi tak berlangsung lama. Satu per satu massa aksi mulai meninggalkan Kedubes Myanmar. Polisi masih terus melakukan penjagaan sebagai antisipasi ada massa yang coba untuk masuk ke Kedubes Myanmar.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Merdeka.com

  BacaJuga
  • Fahri Hamzah Prediksi Ada Capres Baru Selain Jokowi dan Prabowo

    Selasa, 30 Jan 2018 23:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini akan ada calon presiden baru di luar Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Calon itulah yang ia dukung dan akan menang di Pilpres 2019 mend

  • Ratusan Purnawirawan TNI-Polri Deklarasi Dukungan untuk Prabowo Jadi Capres

    Sabtu, 27 Jan 2018 17:08

    Liputanriau.com, Jember - Di Kabupaten Jember, Sabtu (27/1/2018), ratusan purnawirawan TNI dan Polri mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presi

  • LSI: PDIP, Golkar dan Gerindra Partai Papan Atas Pilpres 2019

    Kamis, 25 Jan 2018 13:08

    Liputanriau.com, Jakarta - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memperkirakan tiga partai akan memimpin Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres). Tiga partai itu adalah Partai Demokrasi Indonesia Pe

  • Menanti Langkah Prabowo Subianto Menuju Pilpres 2019

    Sabtu, 30 Des 2017 15:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kemungkinan besar bakal kembali mengusung Prabowo Subianto di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.Prabowo yang menjadi tokoh sentral d

  • Kriteria Gerindra untuk Cawapres Prabowo

    Rabu, 01 Nov 2017 18:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Tahun politik sudah makin dekat. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengungkapkan kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang diinginkan Gerindra untuk mendampingi Prabow

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.