• Home
  • Nasional
  • Massa Merusak Kantor PPP, Humprey Djemat Tuding Pelaku Kubu Romy

Massa Merusak Kantor PPP, Humprey Djemat Tuding Pelaku Kubu Romy

Minggu, 16 Jul 2017 16:54
Dibaca: 85 kali
BAGIKAN:
tempo.co
Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirusak sekelompok orang.

Liputanriau.com, Jakarta - Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirusak sekelompok orang pada Ahad dini hari, 16 Juli 2017. Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humprey Djemat, menduga perusakan dilakukan oleh Angkatan Muda Ka'bah yang dikerahkan Romahurmuziy untuk menguasai kantor pusat PPP tersebut.

"Jam 2 dini hari mereka datang, lalu ditanya kepolisian, mereka menjawab dari Angkatan Muda Ka'bah Muhammad Romahurmuziy (Romy). Mereka bilang mau mengambil alih kantor ini," kata Humprey di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Ahad siang.

Menurut Humprey massa yang menggeruduk kantor PPP berjumlah sekitar 80 orang. Mereka datang menggunakan beberapa mobil dan motor. Massa mengancam masuk secara paksa jika petugas di dalam kantor tidak mau keluar. "Karena enam orang penjaga itu bertahan, mulailah mereka melakukan kekerasan," kata Humprey. 

Humprey berujar massa akhirnya melempari kantor PPP menggunakan batu hingga menyebabkan beberapa sisi kaca kantor pecah. Karena petugas tetap bertahan, kata Humprey, mereka pun melempar batu dan memukulkan kayu kepada petugas. "Kami akan lakukan visum sebagai bukti ada kekerasan untuk lapor," kata dia.

Tak lama setelah insiden itu, kata Humprey, sejumlah anggota Polsek Menteng datang. Aksi unjuk rasa itu pun berakhir sekitar pukul 03.00. "Jadi kurang lebih satu jam hingga jam 3, setelah itu mulai kondusif," kata Humprey. 

Dari pantauan Tempo di kantor DPP PPP, beberapa sisi dinding kaca kantor di sebelah timur dan utara mengalami kerusakan hingga pecah dan berlubang. Beberapa lampu di depan lobi pun rusak. Pintu gerbang kantor pun dijaga oleh sejumlah kader. 

Meski menuding kubu Romahurmuziy sebagai pengerah massa untuk menguasai kantor PPP, Humprey enggan mengkonfirmasi langsung kepada kubu Romy. Dia memilih melaporkan kejadian tersebut ke polisi. "Pasti dia (Romy) membantah," ujarnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • TNI Sita Rp 7,3 M Milik WW Diduga Hasil Korupsi Heli AW 101

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen Dodik Wijanarko menyampaikan, pihaknya menyita uang senilai Rp 7,3 miliar dari tersangka WW terkait kasus dugaan korupsi pe

  • 4 Anggota TNI Tersangka Korupsi Heli AW 101, Ada Kolonel FTS

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Sudah 4 anggota TNI menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan helikopter angkut AgustaWestland AW 101 di TNI Angkutan Udara pada periode 2016 - 2017. Pusat Polisi Mili

  • TNI akan Kerahkan Pesawat Pengintai dan Tambah Kapal Patroli di Maluku Utara

    Kamis, 08 Jun 2017 16:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mengerahkan pesawat pengintai yang beroperasi di Maluku Utara (Malut), guna mengantisipasi terjadinya ancaman terorisme yang masuk

  • Kalahkan Australia Hingga AS, Prajurit TNI Juara Umum di Lomba Tembak

    Senin, 29 Mei 2017 13:06

    Liputanriau.com, Jakarta - Penembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017.  Kontingen TNI AD yang dipimpin Letkol Inf  Jos

  • Galaknya Panglima TNI Habisi Komplotan Jenderal Korup

    Sabtu, 27 Mei 2017 13:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bertekad membersihkan korupsi di tubuh TNI. Permainan dalam pengadaan dan pembelian alutsista yang dikenal sebagai 'lahan basah�

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.