• Home
  • Nasional
  • Massa Merusak Kantor PPP, Humprey Djemat Tuding Pelaku Kubu Romy

Massa Merusak Kantor PPP, Humprey Djemat Tuding Pelaku Kubu Romy

Minggu, 16 Jul 2017 16:54
Dibaca: 66 kali
BAGIKAN:
tempo.co
Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirusak sekelompok orang.

Liputanriau.com, Jakarta - Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirusak sekelompok orang pada Ahad dini hari, 16 Juli 2017. Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humprey Djemat, menduga perusakan dilakukan oleh Angkatan Muda Ka'bah yang dikerahkan Romahurmuziy untuk menguasai kantor pusat PPP tersebut.

"Jam 2 dini hari mereka datang, lalu ditanya kepolisian, mereka menjawab dari Angkatan Muda Ka'bah Muhammad Romahurmuziy (Romy). Mereka bilang mau mengambil alih kantor ini," kata Humprey di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Ahad siang.

Menurut Humprey massa yang menggeruduk kantor PPP berjumlah sekitar 80 orang. Mereka datang menggunakan beberapa mobil dan motor. Massa mengancam masuk secara paksa jika petugas di dalam kantor tidak mau keluar. "Karena enam orang penjaga itu bertahan, mulailah mereka melakukan kekerasan," kata Humprey. 

Humprey berujar massa akhirnya melempari kantor PPP menggunakan batu hingga menyebabkan beberapa sisi kaca kantor pecah. Karena petugas tetap bertahan, kata Humprey, mereka pun melempar batu dan memukulkan kayu kepada petugas. "Kami akan lakukan visum sebagai bukti ada kekerasan untuk lapor," kata dia.

Tak lama setelah insiden itu, kata Humprey, sejumlah anggota Polsek Menteng datang. Aksi unjuk rasa itu pun berakhir sekitar pukul 03.00. "Jadi kurang lebih satu jam hingga jam 3, setelah itu mulai kondusif," kata Humprey. 

Dari pantauan Tempo di kantor DPP PPP, beberapa sisi dinding kaca kantor di sebelah timur dan utara mengalami kerusakan hingga pecah dan berlubang. Beberapa lampu di depan lobi pun rusak. Pintu gerbang kantor pun dijaga oleh sejumlah kader. 

Meski menuding kubu Romahurmuziy sebagai pengerah massa untuk menguasai kantor PPP, Humprey enggan mengkonfirmasi langsung kepada kubu Romy. Dia memilih melaporkan kejadian tersebut ke polisi. "Pasti dia (Romy) membantah," ujarnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • KPK Periksa Andi Narogong untuk Tersangka Setya Novanto

    Kamis, 20 Jul 2017 13:22

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, akan memeriksa Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai saksi dalam penyidikan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis n

  • Setya Novanto Penuhi Panggilan KPK

    Jumat, 14 Jul 2017 15:33

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua DPR RI Setya Novanto dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependuduk

  • Irman Akui Ada Aliran Dana e-KTP ke eks Mendagri

    Rabu, 12 Jul 2017 15:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irman menjelaskan aliran duit proyek yang selama ini ia terima. Hal ini diungkapkan dalam sidang dengan agenda pledoi, lantaran sebelumnya 

  • Ketua Pansus Hak Angket akan Diperiksa KPK Hari Ini

    Selasa, 11 Jul 2017 14:08

    Liputanriau.com, Jakarta - Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik. Dua saksi yang dijadwalkan ulang ialah anggo

  • KPK Periksa Dua Mantan Pimpinan Komisi II

    Senin, 10 Jul 2017 14:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua mantan pimpinan Komisi II DPR RI dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berba

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.