• Home
  • Nasional
  • Mendagri Minta Bawaslu Tegas terkait Polemik Kaus #2019GantiPresiden

Mendagri Minta Bawaslu Tegas terkait Polemik Kaus #2019GantiPresiden

Rabu, 09 Mei 2018 17:03
Dibaca: 128 kali
BAGIKAN:
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersikap tegas soal polemik kaus #2019GantiPresiden.

Menurut Tjahjo, ketegasan diperlukan untuk menentukan apakah aksi itu dilarang atau tidak.

"Saya kira Bawaslu (harus) punya aturan tegas, apakah model kaus itu dilarang atau tidak. Memang kalau lihat, sepanjang tidak ada nama mungkin tidak ada masalah," kata Tjahjo di Semarang, Selasa (8/5/2018) kemarin.

Polemik kaus bertagar 2019 ganti presiden itu, sebut Tjahjo, akan menjadi masalah jika disertai adanya pemaksaan kehendak. Jika satu kelompok dipaksa untuk mengikuti atau memakai kaus bertagar itu, maka itu tidak dibenarkan.

"10 kaos macam apapun sebenarnya tidak masalah, tapi jaga etika sosial bermasyarakat. Setiap orang punya afiliasi politik, hargai itu dan jangan paksakan ikut saya. Dari kacamata politik, berbangsa dan bernegara itu tidak etis. Makanya, jangan sampai menimbulkan kekerasan semacam yang ada di Jakarta, itu perlu dipertimbangkan dengan baik," ujar politisi PDI-P ini.

Lebih lanjut Tjahjo menjelaskan, atribut kaus bisa saja nantinya dipermasalahkan jika itu mirip dengan warna lambang partai politik. Oleh karena itu, dia minta agar ada regulasi yang tegas dari Bawaslu.

"Lama-lama kita pakai warna yang sama dengan partai (bisa jadi) ribut. Definisi kampanye itu kan jelas, lambang partai, nama calon presiden, wapres, nama gubernur. Kalau di kaus ditulis nomor 1 tanpa gambar calon atau nama kan tidak masalah. Tapi jangan sampai dipaksa harus ikut pakai nomor 1," pintanya.

Jika memaksakan kehendak, sambung Tjahjo, maka si pemaksa dinilai mempunyai kepentingan politik tertentu.

"Kasus di Jakarta itu disayangkan. Dengan memaksakan kehendak itu berarti ada motif politik. Ada yang menunggangi," pungkasnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas

  BacaJuga
  • MUI: Bendera Yang DIbakar Banser Bukan Bendera HTI

    Selasa, 23 Okt 2018 14:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Mereka menganggap  bendera yang dibakar adalah bend

  • Mantan Jubir: HTI Tidak Punya Bendera

    Selasa, 23 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustaz Ismail Yusanto mengecam keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oknum anggota Barisan Serba Guna Ansor (Ba

  • Tanggapan MUI Terkait Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermas

  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

    Selasa, 23 Okt 2018 13:19

    Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna h

  • Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Bubarkan Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.