• Home
  • Nasional
  • Menkominfo Sebut Indonesia Sudah Bebas Ransomware WannaCry

Menkominfo Sebut Indonesia Sudah Bebas Ransomware WannaCry

Kamis, 18 Mei 2017 13:02
Dibaca: 164 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengklaim Indonesia sudah bebas virus ransomware WannaCry yang sebelumnya menginfeksi setidaknya 200 ribu komputer di seluruh dunia.

"Boleh dikatakan hari ini sudah tidak ada isu lagi mengenai WannaCry, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia," katanya di sela Asia Pacific Satellite Communications System International Conference (APSAT) 2017 di Jakarta, Rabu (17/5/2017), sebagaimana KompasTekno kutip dari AntaraNews.

Menurut Rudiantara, virus yang terpapar melalui jaringan data atau internet itu tidak berdampak signifikan di Indonesia lantaran tangkasnya pencegahan yang dilakukan yakni memutus hubungan internet dan membuat salinan data cadangan (back up).

"Nah banyak yang melakukan ini, masuk kantor cabut kabelnya, matikan WiFi dan LAN kemudian secepatnya back up data dan unduh antivirus jadi langsung terproteksi," katanya.

Rudiantara mengaku meski masih ada pihak terinfeksi WannaCry yang hingga kini belum bisa membuka data, namun jumlahnya tidaklah besar.

Belum lagi, komputer yang terinfeksi WannaCry di Indonesia masih kategori puluhan, berbeda dengan yang terjadi di Eropa atau belahan dunia lain seperti Inggris atau Rusia dan China.

"Kita tahu Rumah Sakit Dharmais (kena) tapi tidak seluruhnya. Ada juga Samsat di luar Jawa, di Sulawesi, juga ada perusahaan perkebunan dan manufaktur. Tapi hanya puluhan komputer dari mereka dan satu perusahaan mungkin tidak lebih dari 10 unit," katanya.

Rudiantara menambahkan, pihaknya mengonfirmasi kasus WannaCry berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat.

Ia juga meyakini tidak ada pihak yang terinfeksi virus tersebut membayarkan uang tebusan sekitar 300 dolar AS untuk kembali membuka data yang terkunci.

"Soal bayar, saya enggak yakin dari Indonesia ada yang bayar karena saya anjurkan tidak bayar. Logikanya begini, itu kan bisnis triliunan, masak hanya dengan 300 dolar AS atau Rp 4 juta orang mau kasih decrypt? Makanya saya katakan tidak usah bayar," ungkapnya.

Ransomware adalah sejenis aplikasi tools/perangkat perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam dan ketika dijalankan secara jarak jauh akan menghalangi akses kepada sistem komputer atau data, bekerja dengan mengunci sistem dengan cara mengenkripsi file sehingga tidak dapat diakses hingga tebusan dibayar.

Ada pun jenis ransomware yang saat ini sedang mewabah adalah WannaCrypt0r 2.0 ransomware, yang memanfaatkan kelemahan security pada Sistem Operasi Windows yang telah ditambal oleh Microsoft melalui Security Update Patch pada Maret lalu.

Namun masih banyaknya sistem komputer yang tidak melakukan pembaruan tersebut menyebabkan ransomware ini cepat menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Anis Matta Ingin Duet dengan Prabowo

    Minggu, 22 Apr 2018 17:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, dirinya memprioritaskan berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto jika nantin

  • 3 Alasan PKS Yakin Jokowi Dapat Dikalahkan di Pilpres 2019

    Jumat, 20 Apr 2018 14:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tetap yakin Presiden Joko Widodo dapat dikalahkan pada Pemilihan Presiden 2019. Ia pun mengungkapkan sejumlah alasannya."Pertama, ada janj

  • Gerindra Sebut PAN Ajukan Zulkifli Hasan Jadi Cawapres Prabowo

    Kamis, 19 Apr 2018 16:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengatakan bahwa Partai Amanat Nasional menawarkan Zulkifli Hasan sebagai pasangan Prabowo Subianto dalam pilpres

  • Gerindra: Pasangan Ideal Prabowo Subianto seperti Jusuf Kalla

    Kamis, 19 Apr 2018 16:40

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengatakan kriteria terbaik calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto seperti Jusuf Kalla. JK dinilai ideal k

  • Mahfud MD: Pesaing Kuat Jokowi Bukan Prabowo

    Kamis, 19 Apr 2018 16:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai kemunculan poros ketiga sangat kecil di Pemilihan Presiden 2019.Menurut dia, yang ada hanya dua poros dengan Gatot Nurmant

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.