• Home
  • Nasional
  • Mesir Tangkap 5 Mahasiswa Indonesia, 2 Dideportasi

Mesir Tangkap 5 Mahasiswa Indonesia, 2 Dideportasi

Rabu, 06 Des 2017 20:57
Dibaca: 96 kali
BAGIKAN:
ILUSTRASI - Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi.

Liputanriau.com, Kairo - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo mengungkapkan, satu mahasiswa Tanah Air bernama Muhammad Fitrah Nur Akbar, ditahan oleh aparat keamanan Mesir.

Dalam pernyataan resmi KBRI Kairo kepada Anadolu Agency, Selasa (5/12/2017), Fitrah sebenarnya bukan satu-satunya mahasiswa yang ditahan.

Bersamaan dengan Fitrah, aparat keamanan Mesir juga menahan empat mahasiswa Indonesia lainnya, yakni Dodi Firmansyah Damhuri, Muhammad Jafar, Ardinal Khairi, dan Hartopo Abdul Jabbar.

Kelimanya ditangkap dalam razia pihak keamanan Mesir di Nasr City.

Firman dan Jafar telah dibebaskan. Sementara Ardinal dan Hartopo juga dibebaskan setelahnya dan dideportasi ke Indonesia tanpa pemberitahuan kepada KBRI. Sementara Fitrah masih dalam tahanan.

"Firmansyah Damhuri dan Muhammad Jafar telah dibebaskan karena masih memiliki izin tinggal yang valid," kata KBRI Kairo melalui pesan tertulisnya.

KBRI menjelaskan, lembaga keamanan nasional dan kementerian dalam negeri Mesir juga memutuskan mendeportasi dua mahasiswa atas nama Ardinal Khairi dan Hartopo Abdul Jabbar.

Keduanya dideportasi dengan alasan "keamanan nasional". Namun, ketika ditemui KBRI Kairo, lembaga keamanan nasional Mesir menegaskan tidak akan menyampaikan notifikasi resmi mengenai keputusan deportasi itu.

"Selanjutnya, KBRI telah memfasilitasi pemulangan 2 (dua) orang WNI Mahasiswa tersebut pada 30 November 2017."

Namun, hingga Senin (4/12) awal pekan ini, KBRI mengakui belum menerima notifikasi maupun keputusan dari pemerintah Mesir terkait nasib Fitrah yang masih ditahan di Kantor Polisi Nasr City II.

KBRI meminta Mesir untuk bisa segera membebaskan Fitrah. Sebab, yang bersangkutan masih berstatus mahasiswa Al Azhar dan memiliki izin tinggal hingga tahun 2018.

Sejak Mesir menetapkan state of emergency (keadaan bahaya) hingga Desember 2017, aparat keamanan setempat terus melakukan razia terhadap warga negara asing.

Tercatat selama 2017, KBRI sudah memasilitasi deportasi 16 pelajar dan mahasiswa. Adapun jumlah WNI di Mesir per Oktober 2017 adalah sejumlah 7.594. Dari jumlah tersebut, 4.975 adalah mahasiswa.

Melihat besarnya jumlah mahasiswa di Mesir yang potensial dirazia, KBRI mempertimbangkan untuk menghentikan pengiriman mahasiswa ke Mesir selama situasi belum kondusif.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Suara.com

  BacaJuga
  • Dolar AS Tembus Rp 14.200

    Senin, 21 Mei 2018 14:59

    Liputanriau.com, Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) siang ini pukul 14.38 WIB menembus level RP 14.200. Angka ini naik tiga poin dari posisi sebelumnya di level Rp 14.197.Mengutip p

  • Rupiah Jeblok, Sri Mulyani Imbau Masyarakat Tenang

    Kamis, 26 Apr 2018 14:48

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati atau Sri Mulyani mengimbau masyarakat tetap tenang di tengah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini. Sal

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.