Moeldoko Bantah BIN Kecolongan

Rabu, 16 Mei 2018 19:39
Dibaca: 113 kali
BAGIKAN:
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

Liputanriau.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan dalam menghadapi serangan teroris. Menurut dia, teror terjadi lantaran pelaku menggunakan metode kerja baru sehingga sulit dideteksi.

Moeldoko mencontohkan pengeboman tiga gereja di Surabaya yang dilakukan oleh satu keluarga. "Kalau itu dimunculkan dari satu keluarga, sel-sel itu dalam satu keluarga. Dia tidak perlu menggunakan alat-alat komunikasi, sehingga sulit untuk dideteksi," ujar Moeldoko di Kantor Wakil Presiden, Rabu, 16 Mei 2018.

Mantan Panglima TNI itu menuturkan, perencanaan teror dalam keluarga bisa dengan mudah dilakukan di rumah. "Cukup berbisik-bisik di rumah," ujarnya. 

Lain halnya jika pelaku teror tersebar di beberapa tempat. Komunikasi mereka lewat beragam alat bisa dideteksi aparat keamanan dengan lebih mudah.

Selain komunikasi, Moeldoko juga mencatat metode baru saat eksekusi. "Metodenya masuk ke markas, di stop langsung meledak," ujarnya. Menurut dia, cara ini harus diantisipasi. Aparat keamanan diminta waspada.

Dalam sepekan terakhir, rentetan serangan teror terjadi di Indonesia. Serangan pertama berupa pengeboman tiga gereja di Surabaya pada Ahad, 13 Mei 2018. Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan empat anak menyebar ke tiga lokasi untuk meledakkan dirinya di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Ngagel, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuno.

Sehari setelah bom bunuh diri di gereja di Surabaya, beberapa ledakan terdengar dari salah satu rumah di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Ledakan itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka.

Hari ini, teror kembali terjadi. Markas Kepolisian Daerah Riau diserang oleh empat orang pada pagi, 16 Mei 2018. Satu polisi Ipda Auzar dilaporkan meninggal seusai ditabrak mobil yang dikendarai teroris.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • MUI: Bendera Yang DIbakar Banser Bukan Bendera HTI

    Selasa, 23 Okt 2018 14:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Mereka menganggap  bendera yang dibakar adalah bend

  • Mantan Jubir: HTI Tidak Punya Bendera

    Selasa, 23 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustaz Ismail Yusanto mengecam keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oknum anggota Barisan Serba Guna Ansor (Ba

  • Tanggapan MUI Terkait Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermas

  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

    Selasa, 23 Okt 2018 13:19

    Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna h

  • Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Bubarkan Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.