• Home
  • Nasional
  • Novel Baswedan Mengaku Sampai Sekarang Masih Diancam

Novel Baswedan Mengaku Sampai Sekarang Masih Diancam

Rabu, 19 Sep 2018 14:50
Dibaca: 116 kali
BAGIKAN:
Novel Baswedan di KPK

Liputanriau.com, Jakarta - Sudah lebih dari satu tahun pasca-penyiraman air keras oleh dua pria pengendara motor kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan berlalu. Namun, sampai saat ini Novel mengaku masih terus menerima ancaman.

"Sampai sekarang saya masih diancam," ujar Novel dalam Diskusi Generasi Muda Antikorupsi bertema Pelopor Perubahan Bangda di Era Millenial di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari, Depok, Sleman, DIY, Rabu (19/9). 

Ancaman tersebut, kata Novel, berupa pengintaian oleh orang tak dikenal di kediamannya. Ia mengaku mendapat foto-foto orang yang mengintai rumahnya dari tetangga. Akan tetapi, Novel mengaku tidak takut dan masih menangani kasus-kasus korupsi besar. 

"Saya dapat foto dari tetangga beberapa orang mengintai rumah saya. Kejadian ini sama sekali tidak saya sesali dan tidak membuat saya menjadi takut. Sampai sekarang saya masih menangani perkara yang besar, mafia yang lebih besar," tegasnya.

Saking seringnya menerima ancaman, Novel bahkan sudah pasrah jika pelaku penyiraman air keras terhadapnya pada 11 April 2017 silam tidak diungkap oleh Kepolisian. Hanya saja, Novel mempertanyakan ketidakhadiran negara ketika banyak pegawai KPK selain dirinya yang juga menerima ancaman.

"Ancaman banyak dan saya kira karena terlalu sering saya sampai bosen denger ancaman-ancaman. Pada dasarnya bukan masalah ancamannya tapi negara di mana? Itu kan yang penting," katanya.

"Saya pernah sampai bilang okelah kalau perkara saya enggak mau diungkap enggak apa-apa terserah, saya juga sudah maafkan kan. Saya cuma bilang penyerangan kepada orang-orang di KPK itu diungkap deh, enggak usah perkara saya (diungkap), itu banyak kejadian (penyidik KPK diancam)," sambungnya.

Meski ancaman masih saja terjadi, Novel menegaskan tidak akan pernah gentar sedikit pun untuk menangani kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi negara. Akan tetapi, Novel mengkhawatirkan banyak penyidik KPK yang lain akan gentar jika terus diancam. 

"Apakah kita menghendaki bahwa ke depan orang-orang yang memberantas korupsi akan takut? Kan tidak. Kalau saya diancam terus tetap berani. Cuma kan enggak semuanya begitu, negara jangan sampai enggak hadir untuk hal-hal yang paling mendasar seperti ini. Presiden punya tanggung jawab itu, tapi saya ngomong gini susah karena ini lagi pemilu, repot ini," pungkasnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Habib Bahar Ditahan, Fadli Zon: Kezaliman yang Sempurna

    Rabu, 19 Des 2018 19:21

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengkritik langkah kepolisian menahan Habib Bahar bin Smith yang kini menyandang status tersangka penganiayaan terhadap a

  • Polisi Sebut Habib Bahar Berniat Melarikan Diri

    Rabu, 19 Des 2018 19:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi menyatakan ada niat dari Habib Bahar bin Smith untuk lari dari masalah hukumnya terkait penganiayaan dua remaja di Bogor, Jawa Barat. Disebutkan, pimpi

  • Polisi: Habib Bahar Aktor Intelektual Kasus Dugaan Penganiayaan

    Rabu, 19 Des 2018 19:01

    Liputanriau.com, Jakarta -  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyebutkan, Habib Bahar bin Smith, tersangka kasus dugaan penganiayaan anak, seba

  • Yusril Minta Jokowi Maafkan Habib Bahar

    Senin, 10 Des 2018 20:16

    Liputanriau.com, Padang - Lawyer Jokowi, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan penetapan tersangka Habib Bahar ke Presiden Jokowi. Ia meminta Jokowi memaafkan Bahar dan meminta para habib untuk dakwah den

  • Bukan Pasal Penghinaan Presiden, Habib Bahar Kena Pasal Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis

    Sabtu, 08 Des 2018 19:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Habib Bahar bin Smith dipolisikan lantaran dalam video ceramahnya yang viral dia diduga menghina Presiden Joko Widodo. Namun penyidik Bareskrim Polri menetapkan Habib Bahar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.