• Home
  • Nasional
  • PKB Persoalkan Sebutan Santri pada Sandiaga Uno

PKB Persoalkan Sebutan Santri pada Sandiaga Uno

Sabtu, 11 Agu 2018 17:22
Dibaca: 256 kali
BAGIKAN:
Prabowo - Sandi

Liputanriau.com, Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mempertanyakan klaim yang menyebut Sandiaga Uno sebagai seorang santri. Koordinator Bidang Hukum DPP PKB Arif Razman Nasution menilai, klaim tersebut tidak masuk akal. 

"Sekarang dikemas seolah-olah Sandiaga Uno itu anak santri, anak pesantren, itu nggak bisa gitu. Republik ini enggak bodoh lagi," kata Razman di diskusi bertema 'Melodramatis capres dan cawapres' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8). 

Razman menuturkan, koalisi yang mengusung Prabowo-Sandi gagal menghadirkan sosok ulama yang digadang-gadang sebelumnya. Rekomendasi ulama yang disodorkan Persaudaraan Alumni (PA) 212 pun menguap begitu saja. 

"Saya katakan justru yang mengadopsi ijtima ulama itu adalah Pak Jokowi, bukan kubu sebelah," tegas Razman. 

Oleh sebab itu, semua tuduhan yang menyebut Jokowi anti-ulama terbantahkan. Sebabnya, Jokowi yang justru benar-benar menggandeng ulama untuk Pilpres 2019.  

"Jokowi bukan antek asing, dia bukan asing, bukan kepentingan kelompok tetapi ulama, dia gandeng ulama langsung untuk mendampingi dia (Jokowi). Ini nggak main-main," tutup dia. 

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman menyebut Sandi merupakan sosok santri di era post-Islamisme. Sohilbul mengungkapkan bahwa Sandi adalah santri yang dapat mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, hadirnya Sandi sebagai cawapres dapat dinilai membawa pesan-pesan dari para ulama. 

"Mungkin beliau (Sandi) dalam kacamata kita selama ini tidak terkategori sebagai santri. Tapi saya kira beliau hidup di alam modern dan mengalamai proses Islamisasi. Sandi adalah sosok santri di era post Islamisme," ucap Sohibul, di Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8). 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • MUI: Bendera Yang DIbakar Banser Bukan Bendera HTI

    Selasa, 23 Okt 2018 14:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Mereka menganggap  bendera yang dibakar adalah bend

  • Mantan Jubir: HTI Tidak Punya Bendera

    Selasa, 23 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustaz Ismail Yusanto mengecam keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oknum anggota Barisan Serba Guna Ansor (Ba

  • Tanggapan MUI Terkait Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermas

  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

    Selasa, 23 Okt 2018 13:19

    Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna h

  • Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Bubarkan Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.