• Home
  • Nasional
  • Pansus Angket Akan Gelar Nobar Sinetron Operasi Tangkap Tangan KPK

Pansus Angket Akan Gelar Nobar Sinetron Operasi Tangkap Tangan KPK

Kamis, 13 Jul 2017 13:54
Dibaca: 86 kali
BAGIKAN:
Tribunnews
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP yang juga anggota Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu

Liputanriau.com, Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi berencana menggelar nonton bareng (nobar) rekaman KPK saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Demikian dikatakan Anggota Pansus Angket KPK Masinton Pasaribu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/7/2017) malam.

"Sinetron OTT yang dilakukan KPK, Pansus akan gelar nobar (nonton bareng) sinetron OTT, tapi kapan? Tunggu, tanggal mainnya," kata Masinton.

Namun, Masinton enggan mengungkapkan kasus korupsi dalam OTT KPK. Politikus PDI Perjuangan itu menuturkan pihaknya sudah menerima rekaman OTT tersebut. Anggota Komisi III DPR itu mengatakan rekaman itu akan dibuka dalam rapat Pansus Angket KPK.

"Rekaman itu menunjukan adanya indikasi dan dugaan rekayasa operasi tangkap tangan tersebut," kata Masinton.

Sebelumnya, Masinton Pasaribu juga menceritakan keluhan napi di Lapas Sukamiskin yang menurutnya menyeramkan. 

Namun, Masinton enggan mengungkapkan identitas narapidana yang menyampaikan keluhannya mengenai kinerja Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK). Politikus PDIP itu hanya menyebut para napi menyampaikan keluhan melalui perwakilan saat bertemu Pansus di Lapas Sukamiskin.

"Duh horor. Ya ada yang dikasih obat. Terus digebrak-gebrak terus dibawa sampai jam lima pagi. Ya enggak tahu. Dikasih obat kemudian dia tanpa sadar dibawa-bawa sampai jam lima pagi," kata Masinton.

Masinton menceritakan narapidana tersebut awalnya mengaku sedang sakit. Kemudian KPK membawa seorang dokter yang memberikan obat kepada narapidana tersebut.

"Terus sama KPK katanya ya dikasihkan obat ya udah dia merasa enggak sadar. Nge-fly (melayang) gitu lah. Enggak tahu lah dibawa kemana," kata Masinton.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tribunnews.com

  BacaJuga
  • TNI Sita Rp 7,3 M Milik WW Diduga Hasil Korupsi Heli AW 101

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen Dodik Wijanarko menyampaikan, pihaknya menyita uang senilai Rp 7,3 miliar dari tersangka WW terkait kasus dugaan korupsi pe

  • 4 Anggota TNI Tersangka Korupsi Heli AW 101, Ada Kolonel FTS

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Sudah 4 anggota TNI menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan helikopter angkut AgustaWestland AW 101 di TNI Angkutan Udara pada periode 2016 - 2017. Pusat Polisi Mili

  • TNI akan Kerahkan Pesawat Pengintai dan Tambah Kapal Patroli di Maluku Utara

    Kamis, 08 Jun 2017 16:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mengerahkan pesawat pengintai yang beroperasi di Maluku Utara (Malut), guna mengantisipasi terjadinya ancaman terorisme yang masuk

  • Kalahkan Australia Hingga AS, Prajurit TNI Juara Umum di Lomba Tembak

    Senin, 29 Mei 2017 13:06

    Liputanriau.com, Jakarta - Penembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017.  Kontingen TNI AD yang dipimpin Letkol Inf  Jos

  • Galaknya Panglima TNI Habisi Komplotan Jenderal Korup

    Sabtu, 27 Mei 2017 13:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bertekad membersihkan korupsi di tubuh TNI. Permainan dalam pengadaan dan pembelian alutsista yang dikenal sebagai 'lahan basah�

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.