• Home
  • Nasional
  • Panwaslu Amankan 9 Mobil Box dan 11 Karung Sembako dari Simpatisan Ahok-Djarot

Panwaslu Amankan 9 Mobil Box dan 11 Karung Sembako dari Simpatisan Ahok-Djarot

Senin, 17 Apr 2017 13:57
Dibaca: 131 kali
BAGIKAN:
DIAN MAHARANI
Aktivis Antikorupsi membentangkan papan bertuliskan Tolak Politik Uang.

Liputanriau.com, Jakarta - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat menemukan sembilan mobil box dan sebelas karung berisi sembako yang hendak dibagikan sejak Minggu (16/4/2017).

Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi mengatakan, sembako-sembako tersebut diamankan di tiga wilayah di Jakarta Barat.

"Pertama di Kebon Jeruk, Duri Kepa. Itu ada sebelas karung yang kami amankan. Barang buktinya sembako itu ada beras, ada minyak, ada gula," ujar Puadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/4/2017).

Kemudian, Panwaslu Jakarta Barat juga mengamankan enam mobil box besar berisi sembako di Kalideres. Barang bukti sembako tersebut kini diamankan di Polsek Kalideres.

Selain itu, paket sembako juga diamankan di Palmerah sebanyak tiga mobil box besar pada Senin, sekitar pukul 03.00 WIB. Isi sembako di tiga tersebut sama.

Puadi mengatakan, sembako-sembako itu diduga akan dibagikan oleh simpatisan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor pemilihan dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Panwaslu Jakarta Barat telah mengklarifikasi orang yang hendak membagikan sembako di Kebon Jeruk itu. Sementara orang yang ketahuan hendak membagikan sembako di Kalideres dan Palmerah baru akan dimintai klarifikasi.

"Tiga-tiganya dari simpatisan paslon nomor dua. Yang di Palmerah baru akan diminta klarifikasi, baru dugaan, yang Kalideres juga sama. Jadi yang udah persis simpatisan nomor dua itu di Kebon Jeruk Duri Kepa," kata Puadi.

Panwaslu Jakarta Barat bersama tim sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu) akan mengkaji dugaan pelanggaran pemilu dalam temuan sembako tersebut.

"Karena itu dilakukannya hari tenang, nanti kami lakukan kajian dengan kepolisian dan kejaksaan apakah teridentifikasi pelanggaran pidana atau tidak karena ini menyangkut politik uang," ucap Puadi.

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Analisis Pakar Kenapa Jokowi Kalah di Sumbar

    Selasa, 23 Apr 2019 12:24

    Liputanriau.com, Padang - Pasangan Calon Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin kalah telak di Sumatera Barat versi hitung cepat. Kekalahan itu dinilai disebabkan dari sejumlah faktor.Pengamat politik Unive

  • Jokowi Kalah, Bupati Mandailing Natal Mengundurkan Diri

    Minggu, 21 Apr 2019 16:02

    Liputanriau.com, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution, tiba-tiba mengundurkan diri tanpa ada isu sebelumnya. Mundurnya politikus NasDem itu mulai diketahui

  • Jokowi Terancam Kalah Jika Golput Tinggi

    Sabtu, 30 Mar 2019 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai golput bakal merugikan Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi.“Kalau golput tinggi, Jokowi terancam kalah," kata Pangi,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.