• Home
  • Nasional
  • Pemerintah Biaya Sekolah Korban Pembunuhan di Medan

Pemerintah Biaya Sekolah Korban Pembunuhan di Medan

Rabu, 12 Apr 2017 14:47
Dibaca: 103 kali
BAGIKAN:
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto memperlihatkan foto Andi Lala tersangka kasus pembunuhan sekeluarga berdasarkan keterangan 12 orang saksi.

Liputanriau.com, Medan - Musibah yang menimpa K (4) terus mengundang perhatian dan empati masyarakat. Orang tua, abang dan kakak, serta neneknya tewas dalam pembunuhan sadis di rumah mereka di Jl Mangaan Gang Banteng, Mabar, Medan Deli, Medan, Ahad (9/4) lalu.

Setelah Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, hari ini, Selasa (11/4), giliran wakilnya, Nurhajizah Marpaung, yang datang menengok keadaan balita perempuan malang itu di RS Bhayangkara Medan. Dia pun mendapat penjelasan dari Kepala RS Bhayangkara AKBP Nyoman Eddy Purnama Wirawan terkait kondisi terkini K.

Usai melihat keadaan K, Nurhajizah menemui para awak media yang telah menunggu. Dia mengatakan, Pemprov Sumut akan berkoordinasi dengan Pemkot Medan untuk memberikan bantuan kepada anak tersebut.

"Untuk ke depannya, seluruh biaya pengobatan, termasuk biaya sekolah untuk K akan ditanggung pemerintah," kata Nurhajizah, Selasa (11/4).

Terkait hak asuh K yang sudah menjadi yatim piatu, Nurhajizah mengatakan, pemerintah juga akan memikirkan hal tersebut. Pemerintah, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mendapatkan pihak yang cocok untuk merawat K.

"Pemerintah tidak bisa mengambil alih hak asuh bila ada keluarga yang bersedia mengasuh K," ujar dia.

K merupakan satu-satunya korban selamat dalam kasus pembunuhan sadis satu keluarga di rumah mereka di Jl Mangaan Gang Banteng, Mabar, Medan Deli, Medan, Ahad (9/4) pagi. Lima korban pembunuhan tersebut, yakni pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (40), kedua anak mereka, Naya (14) dan Gilang (8) serta mertua Riyanto, Sumarni (60).

Mereka ditemukan tewas dengan luka akibat senjata tajam. Sementara putri bungsu Riyanto dan Yani, K (4), selamat dari pembantaian. Saat ini, kondisi balita malang yang sempat kritis itu terus membaik dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan.

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Penampakan Mobil Mewah Rampasan dari Koruptor di JCC

    Kamis, 21 Sep 2017 21:21

    Liputanriau.com, Jakarta - Tiga mobil rampasan KPK dari koruptor sudah tiba di ruang Cenderawasih, Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (21/9/2017), sore. Kendaraan tersebut akan dilelang bersama

  • Kronologi Operasi Tangkap Tangan Bupati Batubara

    Kamis, 14 Sep 2017 20:45

    Liputanriau.com Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, sebagai tersangka. "Ditetapkan sebagai

  • Jokowi Dianggap Hanya Bicara, tapi Tak Bertindak Perkuat KPK

    Rabu, 13 Sep 2017 14:52

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo diminta menunjukkan sikap tegasnya terkait komitmen memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Peneliti Senior Para Syndicate, Toto Sugiarto menilai,

  • Ketua KPK Bebeberkan Mekanisme Penyadapan ke Anggota DPR

    Rabu, 13 Sep 2017 14:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, menjelaskan prosedur penyadapan yang dilakukan penyidik dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Selasa (12

  • KPK Absen, Sidang Praperadilan Setya Novanto Ditunda

    Selasa, 12 Sep 2017 21:16

    Liputanriau.com, Jakarta - Sidang perdana gugatan praperadilan Setya Novanto melawan Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 12 September 2017, ditunda. KPK sebagai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.