• Home
  • Nasional
  • Pemerintah Biaya Sekolah Korban Pembunuhan di Medan

Pemerintah Biaya Sekolah Korban Pembunuhan di Medan

Rabu, 12 Apr 2017 14:47
Dibaca: 138 kali
BAGIKAN:
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto memperlihatkan foto Andi Lala tersangka kasus pembunuhan sekeluarga berdasarkan keterangan 12 orang saksi.

Liputanriau.com, Medan - Musibah yang menimpa K (4) terus mengundang perhatian dan empati masyarakat. Orang tua, abang dan kakak, serta neneknya tewas dalam pembunuhan sadis di rumah mereka di Jl Mangaan Gang Banteng, Mabar, Medan Deli, Medan, Ahad (9/4) lalu.

Setelah Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, hari ini, Selasa (11/4), giliran wakilnya, Nurhajizah Marpaung, yang datang menengok keadaan balita perempuan malang itu di RS Bhayangkara Medan. Dia pun mendapat penjelasan dari Kepala RS Bhayangkara AKBP Nyoman Eddy Purnama Wirawan terkait kondisi terkini K.

Usai melihat keadaan K, Nurhajizah menemui para awak media yang telah menunggu. Dia mengatakan, Pemprov Sumut akan berkoordinasi dengan Pemkot Medan untuk memberikan bantuan kepada anak tersebut.

"Untuk ke depannya, seluruh biaya pengobatan, termasuk biaya sekolah untuk K akan ditanggung pemerintah," kata Nurhajizah, Selasa (11/4).

Terkait hak asuh K yang sudah menjadi yatim piatu, Nurhajizah mengatakan, pemerintah juga akan memikirkan hal tersebut. Pemerintah, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mendapatkan pihak yang cocok untuk merawat K.

"Pemerintah tidak bisa mengambil alih hak asuh bila ada keluarga yang bersedia mengasuh K," ujar dia.

K merupakan satu-satunya korban selamat dalam kasus pembunuhan sadis satu keluarga di rumah mereka di Jl Mangaan Gang Banteng, Mabar, Medan Deli, Medan, Ahad (9/4) pagi. Lima korban pembunuhan tersebut, yakni pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (40), kedua anak mereka, Naya (14) dan Gilang (8) serta mertua Riyanto, Sumarni (60).

Mereka ditemukan tewas dengan luka akibat senjata tajam. Sementara putri bungsu Riyanto dan Yani, K (4), selamat dari pembantaian. Saat ini, kondisi balita malang yang sempat kritis itu terus membaik dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan.

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Baca Pembelaan Diri, Setya Novanto Terisak

    Jumat, 13 Apr 2018 10:46

    Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa perkara dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto menyampaikan pledoi atau nota pembelaan pribadinya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 13 April 2018. Saat

  • 12 Kejanggalan Kecelakaan Setya Novanto yang Diungkap Saksi

    Senin, 09 Apr 2018 13:59

    Liputanriau.com, Jakarta - Sejumlah saksi yang dihadirkan jaksa dalam sidang dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan terkai

  • Perawat Akui Bimanesh Minta Infus Setya Novanto Ditempel Saja

    Senin, 02 Apr 2018 18:39

    Liputanriau.com, Jakarta - Supervisor Keperawatan Rumah Sakit Medika Permata Hijau Indri Astuti mengaku diperintahkan Bimanesh Sutarjo agar jarum infus hanya ditempelkan saja ke lengan Setya Novan

  • Korupsi Setya Novanto Melintasi Enam Negara

    Jumat, 30 Mar 2018 16:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan korupsi proyek e-KTP yang dilakukan Setya Novanto mirip upaya pencucian uang. Uang yang mengalir ke Novanto, terlebih

  • Setya Novanto Sempat Siapkan Rp20 Miliar untuk Sogok KPK

    Kamis, 29 Mar 2018 16:09

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto, terdakwa kasus dugaan korupsi dana proyek KTP elektronik, ternyata pernah mencoba menyuap Komisi Pemberantasan Korupsi.Hal tersebut diungkapkan Jaksa Penu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.