Persiapan Indonesia Hadapi Nuklir Korea Utara

Jumat, 13 Okt 2017 13:36
Dibaca: 71 kali
BAGIKAN:
Uji coba senjata nuklir Korea Utara

Liputanriau.com, Jakarta - Uji coba bom nuklir yang diklaim Korea Utara sebagai bom hidrogen yang kekuatannya melebihi bom atom di Hirosima dan Nagasaki Jepang pada Perang Dunia II ternyata akan berdampak ke Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Republik Indonesia, Jazi Eko Istiyanto saat berkunjung ke Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (12/10/2017).

Dengan begitu, Bapeten tengah mempersiapkan 126 stasiun pemantau radiasi nuklir di Indonesia. Tujuannya untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi nuklir yang dapat membahayakan masyarakat.

"Rencananya kita akan memasang 126 RDMS (Radiation Data Monitoring System). Kenapa 126, karena itu (akan ditempatkan) di stasiun BMKG seluruh Indonesia. Daripada kita bangun salurannya sendiri, jadi numpang aja di BMKG. Karena BMKG juga itu sudah punya sistem yang dapat mendeteksi gempa dari percobaan nuklir Korea Utara," ungkapnya.

Jazi menjelaskan, tujuan dari pemasangan stasiun pemantau radiasi nuklir itu agar meminimalisasi dampak-dampak buruk yang dapat terjadi. Termasuk untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya nuklir.

"Kenapa kita pasang itu? Kami mau masyarakat menyadari, meskipun Indonesia tidak punya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), tapi ancaman itu bisa juga datang dari teroris nuklir," katanya.

Jazi pun mengaitkan hal itu dengan serangan teror yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Juli lalu yang dianggapnya hampir mengarah kepada bentuk serangan menggunakan senjata berbasis nuklir.

"Kalau baca berita yang di Bandung itu kan sudah menggunakan kaus lampu petromaks. Itu mengandung thorium, tapi kan gagal. Dalam dunia nuklir, unsur thorium bisa digunakan untuk membangkitkan kekuatan nuklir," tutupnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Respons Setnov Ditahan KPK: Saya Masih Sakit, Kurang Tidur

    Senin, 20 Nov 2017 02:21

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto sempat memberikan keterangan kepada wartawan sesaat sebelum masuk ke dalam mobil yang membawanya ke rumah tahanan KPK, sekitar pukul 01.15 WIB. Dalam keteranga

  • Setnov Sudah Bisa Diperiksa KPK soal Kasus e-KTP

    Senin, 20 Nov 2017 02:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto telah dipindahkan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korups

  • KPK Kembali Lelang Mobil dan Motor Hasil Korupsi, Ada 9 Unit

    Sabtu, 18 Nov 2017 21:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melelang mobil dan sepeda motor yang disita dari para koruptor. Kali ini, terdapat sembilan unit mobil plus motor, dan sebagian be

  • Pernyataan Jokowi untuk Novanto Dinilai sebagai Peringatan Keras

    Sabtu, 18 Nov 2017 20:23

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Dimas Oky Nugroho me

  • KPK Dalami Kasus Kecelakaan Setya Novanto

    Jumat, 17 Nov 2017 13:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febridiansyah menjelaskan pihaknya akan mendalami kasus kecelakaan yang dialami oleh tersangka kasus E-KTP, Setya Novanto.Kat

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.