• Home
  • Nasional
  • Polemik Penunjukan Komjen Iriawan Jadi Pj Gubernur Jabar

Polemik Penunjukan Komjen Iriawan Jadi Pj Gubernur Jabar

Senin, 18 Jun 2018 12:17
Dibaca: 149 kali
BAGIKAN:
Komjen Mochamad Iriawan

Liputanriau.com, Jakarta - Komjen Mochamad Iriawan hari ini akan dilantik menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional itu ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo mengisi kekosongan jabatan selama berlangsungnya Pilgub Jabar 2018.

Penunjukan pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut diatur melalui Keppres. Gubernur Lemhanas Agus Widjojo membenarkan pelantikan Iriawan pada Senin (18/6). 

Agus menduga, keppres sudah diteken sejak sebelum Lebaran. "Sebelum lebaran," ujar Agus, Minggu (17/6).

Wacana mengangkat jenderal Polri menjadi Pj Gubernur ini sempat muncul pada Februari 2018. Pemerintah menganggap Jabar memiliki tingkat kerawanan saat pilgub berlangsung. 

Namun, saat itu pemerintah membatalkan wacana itu lantaran banyak menuai kritik. Menko Polhukam Wiranto mengaku akan mencarikan solusi untuk mengisi kekosongan jabatan di Jabar. 

"Bahwa aspirasi rakyat ditangkap pemerintah. Pemerintah mendengarkan aspirasi rakyat dan tahu kondisi seperti apa. Kalau sudah ada kebijakan yang nyata-nyata mengundang reaksi rakyat. Reaksi yang bener yah bukan yang ngawur, didengarkan, dan dilaksanakan," kata Wiranto di Jakarta, Selasa (20/2).

Seakan menelan ludah sendiri, pemerintah akhirnya menunjuk jenderal bintang tiga Polri untuk menjadi Pj Gubernur Jabar. Dari beberapa nama yang disodorkan Mendagri Tjahjo Kumolo, Jokowi memilih Iwan Bule.

Sontak penunjukan Iwan Bule ini menuai reaksi. Sebab dikhawatirkan akan terjadi kecurangan lantaran ada paslon yang pernah menjadi anggota Polri, yaitu Anton Charliyan, wagub dari TB Hasanuddin. 

Kecurigaan akan munculnya ketidakadilan bertambah besar, mengingat TB Hasanuddin dan Anton Charliyan diusung oleh PDIP, partai asal Presiden Jokowi dan Mendagri Tjahjo Kumolo. 

PKS yang mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaiku (Asyik) di Pilgub Jabar ikut buka suara. Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera menyesalkan keputusan Jokowi menunjuk Iwan Bule sebab menimbulkan prasangka. Ia menyarankan, pemerintah meralat dan mengganti dengan Pj gubernur dari figur netral.

"Penunjukkan ini menimbulkan syak wasangka peluang ketidakadilan dalam proses Pilkada Jabar karena ada kandidat yang sama institusi. Rakyat akan menilai Pilgub Jabar tidak netral," ujar Mardani, Minggu (17/6).

Partai Gerindra yang mengusung pasangan Asyik juga berkomentar keras. Waketum Gerindra Ferry Juliantono menilai ada niat kecurangan di Pilgub Jabar dengan penunjukan Iwan Bule.

"Niat curangnya kelihatan jelas," kata Ferry, Minggu (17/6).

Seharusnya, kata dia, Mendagri merekomendasikan Pj Gubernur Jabar kepada Jokowi dari lingkungan Kemendagri, bukan dari kepolisian.

Partai Demokrat yang mengusung Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi juga menyatakan hal senada. Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memprediksi Pilgub Jabar tak netral. 

"Kenapa kami sayangkan? Karena di Jabar ada seorang polisi yang sedang maju sebagai calon wakil gubernur. Sehingga kami meragukan netralitas kepolisian dalam Pilkada Jabar," ucap Ferdinand, Minggu (17/6).

Ia menyebut masalah keamanan tidak bisa menjadi alasan yang mendasari penunjukan Iwan Bule. Sebab, sudah ada Kapolda Jabar dan Pangdam Siliwangi yang cukup untuk menjaga keamanan.

Meski begitu, Kemendagri akan melantik Iwan Bule hari ini di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Jawa Barat. Pelantikan diselenggarakan pada pukul 10.00 WIB pagi tadi dan dipimpin oleh Mendagri Tjahjo Kumolo.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Modus Rumah Sakit Bebani Peserta BPJS

    Jumat, 09 Mar 2018 14:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak lepas dari masalah. Selain adanya defisit keuangan, pelak

  • 8 Sumber Pendanaan Menambal Defisit BPJS Kesehatan

    Minggu, 03 Des 2017 13:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Tak ingin Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus merugi, pemerintah telah menyusun langkah penyelamatan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan. Maklum saja

  • Bantah Isu yang Beredar, BPJS Kesehatan Pastikan Tetap Jamin Biaya 8 Penyakit

    Senin, 27 Nov 2017 13:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Sejak Jumat (24/11/2017), di berbagai media pemberitaan, beredar informasi bahwa BPJS Kesehatan sudah tak menanggung lagi 8 penyakit katastropik. Berbagai kekhawatiran di te

  • BPJS Kesehatan Akan Hapus Tanggungan 8 Penyakit

    Minggu, 26 Nov 2017 21:07

    Liputanriau.com - Sedikitnya ada delapan jenis penyakit yang pendanaannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan dibebankan kepada pasien. Seperti penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, t

  • Bank Riau Kepri Salurkan Dana CSR pada 20 Ribu Naker

    Minggu, 13 Agu 2017 11:39

    Liputanriau.com,PEKANBARU-Bank Riau Kepri (BRK) salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.