• Home
  • Nasional
  • Polisi: Pengakuan First Travel dan Syahrini tak Sinkron

Polisi: Pengakuan First Travel dan Syahrini tak Sinkron

Rabu, 11 Okt 2017 19:34
Dibaca: 79 kali
BAGIKAN:
Penyanyi Syahrini

Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri membenarkan keterangan artis Syahrini terkait kerja sama yang dilakukannya dengan biro umrah First Travel. Syahrini mengaku tidak mendapatkan bayaran dalam bentuk tunai dan tetap membayar tarif reguler dalam kerja sama tersebut.

Namun, terdapat kejanggalan dalam jumlah fasilitas VVIP yang diterima Syahrini dengan jumlah biaya yang seharusnya dibayarkan. Kanit 1 Sub Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri AKBP Bambang Wijanarko membenarkan, pada kerja sama itu, Syahrini diharuskan dua kali sehari mengunggah aktivitas umrahnya dengan First Travel.

Dengan mengunggah tersebut, Syahrini mendapatkan pelayanan fasilitas VVIP senilai sekitar Rp 1, 3 miliar. "Tapi tidak dijelaskan bagaimana perhitungannya First Travel sampai bisa ditafsirkan oleh First Travel dalam perjanjian tersebut hingga senilai Rp 1,3 M," kata Bambang.

Sedangkan sekitar Rp 197 juta yang dibayarkan Syahrini merupakan biaya reguler yang dibayarkan Syahrini untuk memberangkatkan dirinya dengan 12 keluarganya. Syahrini pada mulanya berniat berangkat dengan biaya normal First Travel. Namun, pihak First Travel menawarkan kerja sama pada pelantun lagu 'Sesuatu' itu. "Anniesa (pemilik First Travel) yang minta," ujar Bambang.

Kendati demikian, bila dihitung, jumlah biaya First Travel, tarif VVIP adalah Rp 53 juta per orang. Bila dikalikan 12, maka jumlahnya hanya sekitar Rp 636 juta. Padahal, First Travel mengklaim total fasilitas yang diberikan pada Syahrini dan keluarga senilai Rp 1,3 miliar.

"Ini kan tidak sesuai dong dengan harga paket VIP sesungguhnya, jadi darimana First Travel taksir di perjanjian tersebut Rp 1,3 M masih diselidiki," kata Bambang.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Dokter Bimanesh Ditahan, Fredrich Dijemput Paksa

    Sabtu, 13 Jan 2018 01:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Setelah memeriksa selama 10 jam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bimanesh Sutarjo, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau dalam kasus menghalangi proses penyidik

  • Setya Novanto dan Istri Diperiksa, KPK Cari Tersangka Lain

    Rabu, 10 Jan 2018 19:50

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pemeriksaan terhadap Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor dilakukan untuk pengembangan penanganan kasu

  • Dokter RS Medika Permata Hijau Dikabarkan Jadi Tersangka di KPK

    Rabu, 10 Jan 2018 19:46

    Liputanriau.com, Jakarta - Selain menetapkan status tersangka pada pengacara Fredrich Yunadi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menetapkan status tersangka pada dokter Rumah Sakit (RS) Medika Pe

  • KPK Periksa Marzuki Alie

    Senin, 08 Jan 2018 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Ketua DPR RI 2009-2014 Marzuki Alie dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk

  • Hakim Tolak Eksepsi Setya Novanto

    Kamis, 04 Jan 2018 13:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto.Ha

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.