• Home
  • Nasional
  • Polisi: Pengakuan First Travel dan Syahrini tak Sinkron

Polisi: Pengakuan First Travel dan Syahrini tak Sinkron

Rabu, 11 Okt 2017 19:34
Dibaca: 90 kali
BAGIKAN:
Penyanyi Syahrini

Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri membenarkan keterangan artis Syahrini terkait kerja sama yang dilakukannya dengan biro umrah First Travel. Syahrini mengaku tidak mendapatkan bayaran dalam bentuk tunai dan tetap membayar tarif reguler dalam kerja sama tersebut.

Namun, terdapat kejanggalan dalam jumlah fasilitas VVIP yang diterima Syahrini dengan jumlah biaya yang seharusnya dibayarkan. Kanit 1 Sub Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri AKBP Bambang Wijanarko membenarkan, pada kerja sama itu, Syahrini diharuskan dua kali sehari mengunggah aktivitas umrahnya dengan First Travel.

Dengan mengunggah tersebut, Syahrini mendapatkan pelayanan fasilitas VVIP senilai sekitar Rp 1, 3 miliar. "Tapi tidak dijelaskan bagaimana perhitungannya First Travel sampai bisa ditafsirkan oleh First Travel dalam perjanjian tersebut hingga senilai Rp 1,3 M," kata Bambang.

Sedangkan sekitar Rp 197 juta yang dibayarkan Syahrini merupakan biaya reguler yang dibayarkan Syahrini untuk memberangkatkan dirinya dengan 12 keluarganya. Syahrini pada mulanya berniat berangkat dengan biaya normal First Travel. Namun, pihak First Travel menawarkan kerja sama pada pelantun lagu 'Sesuatu' itu. "Anniesa (pemilik First Travel) yang minta," ujar Bambang.

Kendati demikian, bila dihitung, jumlah biaya First Travel, tarif VVIP adalah Rp 53 juta per orang. Bila dikalikan 12, maka jumlahnya hanya sekitar Rp 636 juta. Padahal, First Travel mengklaim total fasilitas yang diberikan pada Syahrini dan keluarga senilai Rp 1,3 miliar.

"Ini kan tidak sesuai dong dengan harga paket VIP sesungguhnya, jadi darimana First Travel taksir di perjanjian tersebut Rp 1,3 M masih diselidiki," kata Bambang.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • PA 212: Jokowi Alumni 212, tapi Tak Terima Kasih ke 212

    Kamis, 26 Apr 2018 14:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Jokowi dianggap sebagai alumni 212 karena hadir dalam Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Meski demikian, pengurus Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut J

  • Menaker: Justru Pekerja Indonesia yang Serbu China

    Rabu, 25 Apr 2018 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri menilai, persoalan tenaga kerja asing atau TKA yang masuk ke Indonesia sudah terlalu dipolitisir. Terutama, menyangkut tenaga asal Tio

  • Jokowi Bertemu PA 212, Fadli Zon: Itu Usaha, tapi Terlambat!

    Rabu, 25 Apr 2018 15:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon ikut senang dengan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Persaudaraan Alumni 212. Soal anggapan Jokowi sedang melakukan langkah p

  • Bertemu PA 212, Jokowi: Untuk Jalin Persaudaraan dan Persatuan

    Rabu, 25 Apr 2018 15:10

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal pertemuannya dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Istana Bogor, Minggu (22/4). Jokowi menyebut pertemuan itu untuk menjalin t

  • Mensesneg: Anggaran Sembako dari Presiden Sudah Sejak Dulu

    Selasa, 24 Apr 2018 14:45

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno ikut bicara terkait pemberitaan mengenai pembagian sembilan bahan pokok (sembako) yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.