• Home
  • Nasional
  • Polisi Bentuk Tim Khusus Buru Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Polisi Bentuk Tim Khusus Buru Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Selasa, 13 Nov 2018 17:07
Dibaca: 244 kali
BAGIKAN:
Identifikasi kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat.
Liputanriau.com, Jakarta - Polda Metro Jaya langsung membentuk tim khusus untuk memburu pelaku pembunuhan satu keluarga di kawasan Bojong Nangka, Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 13 November 2018. Tim ini juga melibatkan anggota dari Polres Bekasi Kota.

"Dari PMJ membentuk tim terdiri dari anggota Ditreskrimum dengan Polres Bekasi Kota. Kami akan cari dengan cepat siapa pelakunya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, Selasa, 13 November 2018.

Menurut Argo, hingga kini belum diketahui apa motif pembunuhan terhadap pasangan suami-istri dan dua anak yang masih di bawah umur itu. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Apakah pembunuhan ini terkait dengan aksi perampokan, polisi masih harus melakukan pendalaman. Memang dari identifikasi awal, dua mobil yang dimiliki korban tidak ada di rumah setelah kejadian.

Korban tinggal selama lima tahun di rumah yang menjadi lokasi kejadian. Sehari-hari korban membuka warung sembako. Korban adalah Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Mbarita, (37) dan dua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

Saat ditemukan, ada luka sayatan pada leher jasad pasangan suami istri itu. Sementara dua korban yang merupakan bocah di bawah umur diperkirakan tewas karena kehabisan oksigen. Saat ini kondisi jenazah sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban pada pukul 03.30 WIB. Saksi curiga karena gerbang kontrakan sudah terbuka. Saat dicek, televisi di rumah korban masih menyala.

Kemudian, dipanggil saksi lain. Saat rumah korban diketok tidak ada jawaban. Saksi juga sempat menelepon korban tapi tidak ada jawaban.

Karena penasaran dan televisi masih menyala, pada pukul 06.30 WIB, sejumlah saksi kembali memastikan. Mereka kemudian membuka jendela rumah korban. Saat itu, saksi melihat  korban dalam kondisi tergeletak. Ada darah di dekatnya. Warga kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Vivanews

  komentar Pembaca
Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.