• Home
  • Nasional
  • Polisi Berencana Jemput Paksa Rizieq Shihab, Ini Tanggapan FPI

Polisi Berencana Jemput Paksa Rizieq Shihab, Ini Tanggapan FPI

Sabtu, 13 Mei 2017 12:04
Dibaca: 159 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menyatakan akan menjemput paksa Rizieq Shihab lantaran sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Rizieq yang berkapasitas sebagai saksi terkait kasus dugaan percakapan WhattsApp berkonten pornografi itu kini tengah berada di Malaysia untuk menyelesaikan program doktoralnya.

Menanggapi rencana penjemputan paksa kepolisian, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif mengaku heran dengan sikap kepolsiain. Menurut dia, perlakuan tersebut tak tepat diterapkan terhadap Rizieq Shihab.

"Setahu saya interpol itu hanya digunakan terhadap tersangka atau terdakwa dalam kasus extra ordinary crime seperti teroris atau koruptor. Bukan terhadap saksi dan bukan dalam kasus selain tersebut," ujar Slamet kepada di Jakarta, Jumat (12/5/2017).

Hal senada disampaikan Ketua Bantuan Hukum FPI sekaligus pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro. Dia menilai rencana penjemputan paksa yang dilakukan polisi terhadap kliennya berlebihan. Sugito memastikan Rizieq akan bersikap kooperatif begitu tiba di Tanah Air nanti.

"Kita tidak boleh berlebihan lah. Kalau nanti Habib (Rizieq) sudah pulang ke Indonesia, saya yakin beliau akan bersedia diperiksa, bersedia diproses," ujar Sugito kepada wartawan, Jakarta, Jumat (12/5/2017).

Sugito mengatakan, kliennya belum bisa memenuhi panggilan penyidik lantaran masih berada di luar negeri. Lagi pula, pihaknya juga belum menerima surat panggilan kedua dari polisi.

Ia berharap polisi bekerja secara profesional terkait proses penyidikan kasus dugaan percakapan whatsApp berkonten pornografi yang ditengarai melibatkan Rizieq dan tersangka makar Firza Husein. Sugito tak ingin polisi diintervensi oleh situasi politik saat ini.

"Jangan sampai misalnya ada faktor karena hiruk pikuk politik kemarin menjadikan polisi tidak adil memproses secara hukum, itu aja," kata dia.

Sebelumnya, Rizieq tercatat mangkir dalam dua kali panggilan kepolisian. Pemeriksaan pertama dijadwalkan pada Selasa 25 April 2017. Sementara panggilan kedua dijadwalkan pada Rabu 10 Mei 2017. Menurut polisi, surat panggilan kedua telah dilayangkan pada Senin 8 Mei 2017 atau dua hari sebelum jadwal pemeriksaan.

Kasus dugaan percakapan WhattsApp berkonten pornografi yang ditengarai melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein sempat viral di dunia maya pada akhir Januari 2017 lalu. Polisi bertindak cepat dan meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.

Firza sendiri telah diperiksa saat ia ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua atas kasus dugaan pemufakatan makar, tetapi kini telah ditangguhkan. Saat ditahan, polisi menggeledah rumah Firza dan menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus pornografi tersebut.

Hingga saat ini, Firza tak mengakui bahwa foto tak senonoh yang beredar itu adalah dirinya. Begitu pula Rizieq Shihab yang menyatakan bahwa kasus ini adalah fitnah.

Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menyatakan bahwa barang bukti yang disita dari rumah Firza Husein identik dengan gambar mesum yang viral.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Liputan6.com

  BacaJuga
  • Mahfud MD: Pilkada seperti Peternakan Koruptor

    Kamis, 19 Apr 2018 16:48

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menganggap pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini seperti peternakan koruptor. Melalui Pilkada tersebut, praktik korupsi seper

  • Mahfud MD: Pesaing Kuat Jokowi Bukan Prabowo

    Kamis, 19 Apr 2018 16:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai kemunculan poros ketiga sangat kecil di Pemilihan Presiden 2019.Menurut dia, yang ada hanya dua poros dengan Gatot Nurmant

  • Mahfud MD Ikut Komentari Pernyataan Rocky Gerung Soal 'Kitab Suci Fiksi'

    Kamis, 12 Apr 2018 00:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Pernyataan Pengamat Politik sekaligus Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung terkait pandangannya soal kitab suci menjadi perbincangan warganet. Saat hadir di acara Indonesia Lawye

  • 3 Alasan Mahfud MD Tolak Hak Angket KPK

    Kamis, 15 Jun 2017 16:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (HTN-HAN) Mahfud MD mengatakan, pembentukan Panitia Khusus Hak Angket KPK di DPR bukan hal yang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.