• Home
  • Nasional
  • Polisi Kembali Tangkap Admin Muslim Cyber Army di Sumut

Polisi Kembali Tangkap Admin Muslim Cyber Army di Sumut

Senin, 05 Mar 2018 14:44
Dibaca: 117 kali
BAGIKAN:
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran bersama para tersangka ujaran kebencian dari Muslim Cyber Army di Bareskrim Polri, Jakarta

Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Bobby Gustiono, Minggu (4/3/2018), atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan konten hoaks.

Menurut polisi, Bobby merupakan admin dari sejumlah grup milik Muslim Cyber Army dan anggota grup inti, The Family MCA.

"Bobby Gustiono ditangkap dalam persembunyian di kediaman mertuanya di Kabupaten Serdang Begadai, Sumatera Utara," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran melalui keterangan tertulis, Senin (5/2/2018).

Fadil menjelaskan, Bobby ditangkap saat akan menghilangkan barang bukti ketika mengetahui adanya petugas yang akan menangkapnya. Pria berusia 35 tahun itu merupakan pemilik akun Facebook bernama Bobby Gustiono dan Bobby Siregar.

Menurut Fadil, Bobby kerap membagikan konten hoaks, ujaran kebencian, dan diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ke grup Facebook yang dia ikuti.

"Dia mengikuti lebih dari 50 group FB," kata Fadil.

Dari tangan pelaku, tim menyita barang bukti dua buah ponsel beserta SIM card. Dari perangkat yang disita, petugas menemukan sejumlah konten ujaran kebencian dalam berbagai bentuk untuk disebarkan di media sosial.

Atas perbuatannya, Bobby terancam Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 207 KUHP Penghinaan terhadap Penguasa atau Badan Umum.

Sebelumnya, polisi telah menangkap enam admin MCA, yakni Muhammad Luth (40) di Tanjung Priok, Rizki Surya Dharma (35) di Pangkal Pinang, Ramdani Saputra (39) di Bali, Yuspiadin (24) di Sumedang, Roni Sutrisno di Palu, dan Tara Arsih di Yogyakarta.

Konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penculikan ulama, dan mencemarkan nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu.

Konten yang disebarkan termasuk menyebarkan isu bohong soal penganiayaan pemuka agama dan perusakan tempat ibadah yang ramai belakangan.

Tak hanya itu, pelaku juga menyebarkan konten berisi virus pada orang atau kelompok lawan yang berakibat dapat merusak perangkat elektronik bagi penerima.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas

  BacaJuga
  • Ahok Dapat Remisi 2 Bulan di Hari Kemerdekaan

    Jumat, 17 Agu 2018 15:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan salah satu terpidana yang akan mendapat remisi pada 17 Agustus 2018.Namun, meski mendapat remisi, Ahok

  • Setnov Satu Penjara dengan Nazaruddin

    Sabtu, 05 Mei 2018 03:22

    Liputanriau.com, Bandung - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Wahid Husen memastikan tidak ada antisipasi khsusus terhadap terpidana kasus korupsi proyek KTP ele

  • Setya Novanto Memutuskan tidak Banding

    Senin, 30 Apr 2018 19:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto tidak akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Eks Ketua DPR itu si

  • 5 Bantahan Setya Novanto dalam Sidang Bimanesh Sutarjo

    Sabtu, 28 Apr 2018 15:45

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto hadir sebagai saksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Juma

  • Terungkap! Setnov Sempat Mau Dikirim Hantu Gunung agar Gila

    Jumat, 27 Apr 2018 19:52

    Liputanriau.com, Jakarta - Fredrich Yunadi, tersangka perkara menghalangi penyidikan KPK terhadap kasus korupsi KTP Elektronik, ternyata sempat merencanakan skenario agar kliennya saat itu, yakni

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.