• Home
  • Nasional
  • Polisi Tangkap Pembuat Hoaks Jokowi, Mega hingga Prabowo

Polisi Tangkap Pembuat Hoaks Jokowi, Mega hingga Prabowo

Kamis, 08 Mar 2018 17:01
Dibaca: 114 kali
BAGIKAN:
Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Irwan Anwar saat konferensi pers pengungkapan pelaku penyebar hoaks dan fitnah.

Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus seorang pria berinisial KB (30) di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2018) tengah malam. Pria kurus berambut gondrong yang merupakan bekas wartawan ditangkap atas kasus dugaan menyebarkan hoaks dan fitnah melalui media sosial.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Irwan Anwar menjelaskan, pelaku menyebarkan hoaks dan fitnah menggunakan 1.000 akun Facebook sejak sekitar satu tahun lalu.

"Modusnya dia meng-hack akun Facebook orang lain, kemudian menyebarkan konten negatif itu," ujar Irwan dalam konferensi pers di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2018).

Konten hoaks yang diunggah, antara lain isu kebangkita PKI, penganiayaan ulama dan penghinaan serta fitnah tokoh tertentu dan pejabat negara. 

Uniknya, tokoh yang diserang tidak hanya dari suatu kelompok saja, melainkan dari semua kelompok yang ada.

"Pelaku menyerang Pak Said Aqil Siradj, Pak Prabowo Subianto, juga menyerang Pak Joko Widodo sebagai Kepala Negara. Selain itu, pelaku juga menghina Ibu Megawati. Ada juga memfitnah Habib Rizieq Shihab dan Ma'ruf Amien," papar Irwan.

Pelaku tidak memilih akun yang punya banyak pengikut. Pelaku memilih akun secara acak. Setelah berhasil menguasai sebuah akun, dia kemudian menyebarkan konten hoaks dan fitnah melalui akun orang lain itu.

Irwan enggan membeberkan cara pelaku menjalankan 1.000 akun Facebook.

"Cukup Polri yang mengetahui. Kalau dikasih tahu, nanti masyarakat jadi tahu," lanjut Irwan.

Selain melalui media sosial Facebook, konten hoaks dan fitnah juga disebarkan lewat blog.

"Hampir semua media dia buat dalam bentuk blog. Ada Media Indonesia, Detik serta Tempo. Tentunya dengan format blogspot," papar Irwan.

Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45B juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Selain itu, Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 14 ayat (2) dan atau Pasal 15 KUHP.

Pelaku diancam dengan hukuman penjara maksimal di atas lima tahun.

"Kami masih mengembangkan kasus ini ya," ujar Irwan.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas

  BacaJuga
  • Amien Rais dan Rachmawati Dampingi Prabowo-Sandi dalam Debat Capres

    Kamis, 17 Jan 2019 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, akan didampingi sejumlah tokoh dalam menjalani debat perdana yang akan diselenggarakan pada malam in

  • SBY Tidak Hadir Dalam Debat Capres Malam Ini

    Kamis, 17 Jan 2019 16:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tidak menghadiri debat Pemilihan Presiden di Hotel Bidakara pada Kamis malam, 17 Januari 2010. Hal ini diungkapkan

  • Persiapan Jokowi Sebelum Debat Capres

    Rabu, 16 Jan 2019 21:07

    Liputanriau.com, Bogor - Calon presiden nomor urut 01, Jokowi, mengaku tak ada persiapan khusus menjelang debat perdana Pilpres 2019 yang akan digelar Kamis (17/1). Jokowi juga menjelaskan tak ada sim

  • Tanggapan Jokowi Soal Pidato Kebangsaan Prabowo

    Rabu, 16 Jan 2019 21:02

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo mengakui, banyak hal di pemerintahannya yang belum berjalan dengan baik. Kendati demikian, ia memastikan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan perbaik

  • Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham

    Rabu, 09 Jan 2019 11:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pagi tadi telah membesuk penceramah Arifin Ilham yang sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Iya, pagi-pagi tadi," katanya di Ist

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.