Prabowo Kritik Cara Jokowi Pimpin BIN-Polri

Rabu, 16 Mei 2018 19:42
Dibaca: 117 kali
BAGIKAN:
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Liputanriau.com, Jakarta - Kritik berdatangan bagi Polri dan BIN karena belum berfungsi maksimal mencegah aksi terorisme di Indonesia. Polri dan BIN dianggap kecolongan sehingga aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo serta penyerangan Mapolda Riau sampai terjadi. 

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menganggap, peran BIN dan Polri dalam memberantas terorisme tergantung pemimpinnya, dalam hal ini Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan, jika pemimpin dapat mengatur fungsi dan tugas dengan baik maka kecolongan seperti itu tidak akan terjadi. 

"Polisi, tentara, intel itu seperti senjata, seperti keris atau rencong. Tergantung siapa yang memakai dan bagaimana memakai. Mau intel hebat disalahgunakan ya salah, mau polisinya hebat disalahgunakan ya salah, hasilnya tidak baik," kata Prabowo di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5).

Oleh karena itu, Prabowo mengatakan, sebagai orang yang pernah aktif di militer, ia selalu mengingatkan kepada juniornya untuk bisa dekat dengan rakyat. Karena, lanjut dia, TNI adalah prajurit yang dibayar oleh rakyat dan harus mengabdi kepada rakyat. 

"Polisi-TNI-intel harus mengabdi dan mengayomi seluruh rakyat. Jangan sampai ada satu bagian dari rakyat kita yang merasa tidak terayomi. Itu imbauan saya dan satu saat itulah kita harus bertanggung jawab kepada rakyat Indonesia," papar Prabowo. 

Prabowo pun menyindir sikap Jokowi yang ingin menerbitkan Perppu lantaran revisi UU Antiterorisme tak kunjung disahkan. 

"Saya katakan tadi, (tergantung) pimpinan politik, kalau punya wewenang bisa saja berbuat apa saja. Mau keluarkan 20 Perppu juga boleh ya kan, it's leadership," tutup mantan Danjen Koppasus itu.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • MUI: Bendera Yang DIbakar Banser Bukan Bendera HTI

    Selasa, 23 Okt 2018 14:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Mereka menganggap  bendera yang dibakar adalah bend

  • Mantan Jubir: HTI Tidak Punya Bendera

    Selasa, 23 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustaz Ismail Yusanto mengecam keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oknum anggota Barisan Serba Guna Ansor (Ba

  • Tanggapan MUI Terkait Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermas

  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

    Selasa, 23 Okt 2018 13:19

    Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna h

  • Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Bubarkan Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.