Presiden Temui Pemred Media Massa di Istana

Rabu, 17 Mei 2017 17:39
Dibaca: 123 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan para pimpinan media massa di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Jokowi menjelaskan sejumlah program pembangunan dan upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi tanah air.

Salah satu program yang dipaparkan yakni pembangunan dan pengembangan pelabuhan di berbagai daerah. Pelabuhan-pelabuhan yang telah dikembangkan pun kini telah menjadi tempat berlabuh bagi kapal-kapal bermuatan besar.

"Dulunya hanya kapal kecil dan kadang-kadang 4 bulan kapalnya gak nongol karena ombak sangat besar. Sekarang kapal yang sedang bisa merapat," kata Jokowi di Istana Merdeka di hadapan para pemimpin redaksi sejumlah media massa, Rabu (17/5).

Dengan begitu, saat ini pemerintah perlu mengatur jadwal kapal untuk berlabuh di pelabuhan-pelabuhan tersebut. Jokowi pun meminta agar kapal-kapal besar tersebut dapat berlabuh hingga seminggu sekali. Dampak dari pembangunan pelabuhan tersebut, lanjut dia, yakni dapat meningkatkan perekonomian daerah. Jokowi mencontohkan, pengiriman hasil produk petani setempat ke daerah lainnya juga akan berjalan lebih lancar dengan biaya yang lebih murah.

"Kalau kapal datang rutin itu pedagang juga datang ke situ. Kecil-kecil, hanya beli pala berapa ton, beli kopra berapa ton, beli cengkeh berapa ton, yang dulu gak bisa barang barang itu terkirim dengan baik," jelas Jokowi.

Presiden kembali mencontohkan pembangunan jalan Trans Papua di Wamena yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, dengan pembangunan itu harga berbagai komoditas akan dapat lebih ditekan lantaran akses distribusi yang lebih cepat.

"Trans Papua yang di Wamena, Nduga, Mamuju, kalau truk sudah bisa lewat, harga semuanya di pegunungan tengah, harganya pasti langsung jatuh. Bagaimana semen sekarang dibawa kesitu," ujarnya.

Kendati demikian, pembangunan infrastruktur Trans Papua tersebut tidaklah mudah dan menemui berbagai hambatan. Meskipun panjang jalan hanya mencapai 287 km, namun kondisi pegunungan menghambat pembangunan. Di depan para pemimpin redaksi media massa, Jokowi pun menegaskan pemerintah akan fokus membangun infrastruktur dalam negeri. Anggaran negara pun, kata dia, difokuskan pada sektor ini.

"Dan memang saya sampaikan kepada menteri, saya tak ingin kehilangan fokus untuk mengerjakan ini, sehingga konsentrasi anggaran kita memang berada pada infrastruktur itu," kata dia.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Keterangan Empat Saksi Ahli Ini Beratkan Ahmad Dhani

    Senin, 04 Des 2017 18:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi mendatangkan 11 saksi sebelum menetapkan musikus Ahmad Dhani sebagai tersangka ujaran kebencian berbasis SARA via Twitter.Dari 11 saksi tersebut empat di antaranya ad

  • Ahmad Dhani Akhirnya Diperbolehkan Pulang dari Polres Jaksel

    Jumat, 01 Des 2017 15:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani akhirnya selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus ujaran kebencian di Polres Jakarta Selatan, Jumat (1/12/2017). Kuasa hukum Dhani,

  • Masih Diperiksa, Ahmad Dhani Menginap di Polres Jakarta Selatan

    Jumat, 01 Des 2017 14:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Pemeriksaan Ahmad Dhani oleh penyidik Polres Jakarta Selatan masih berlangsung hingga hari ini, Jumat (1/12/2017). Dhani mulai diperiksa terkait kasus ujaran kebencian sejak

  • Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

    Selasa, 28 Nov 2017 13:43

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan musisi Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian lewat media sosial, Twitter.Kepala Bidang Hubungan Masyar

  • Pengacara Jonru Kewalahan Minta Tambah Kuasa Hukum

    Selasa, 05 Sep 2017 20:24

    Liputanriau.com, Jakarta - Kuasa hukum Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru , Razman Arif Nasution, menyarankan kliennya untuk menambah pengacara untuk menangani dua laporan terhadap Jonru."Saya mempersi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.