• Home
  • Nasional
  • Reaksi Ahokers Setelah Jokowi Pilih Ma'ruf Jadi Cawapres

Reaksi Ahokers Setelah Jokowi Pilih Ma'ruf Jadi Cawapres

Minggu, 12 Agu 2018 19:57
Dibaca: 235 kali
BAGIKAN:
Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin
Liputanriau.com, Jakarta - Para relawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku kecewa dengan keputusan pejawat Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres. Keputusan Jokowi sangat tak diduga. Namun, Ahokers mengaku bakal tetap setia mendukung pejawat.

Sekretaris Jenderal Tolak Radikalisme (TOR) Eka Prasetya mengatakan, awalnya para Ahokers mengira Jokowi bakal menunjuk Mahfud MD atau Jenderal Purnawirawan Moeldoko. "Ternyata di luar prediksi kami. Cuma setelah keputusan ini kami berpikir panjang. Isu SARA tidak akan lagi bisa dilakukan oleh kubu sebelah," kata Eka saat dihubungi, Ahad (12/8).

Eka mengaku sempat terjadi emosi kekecewaan bagi para relawan Ahok yang juga menjadi pendukung Jokowi. Bahkan mereka menyatakan akan golput dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Sementara ini, pihaknya memilih diam dan membiarkan para relawan Ahok meluapkan emosinya. Namun, TOR yakin cepat atau lambat mereka yang kecewa akan mendukung Jokowi untuk kembali menjadi presiden periode 2019-2024. "Saya yakin ini hanya sementara waktu dan Insya Allah setelah Ahok keluar, mereka pecinta beratnya akan mengikuti komando Pak Ahok," katanya.

Eka yakin, Ahok akan mengimbau relawannya untuk mendukung pejawat. Dia mengatakan, sekitar bulan Januari 2019 Ahok akan bebas dari penjara dan siap menggalang dukungan bagi Jokowi. "Jadi kita tunggu saja. Kita pun yakin Pak Ahok tidak dendam kepada Pak Kiai Ma'ruf. Kita akan kerahkan massa 100 persen," tuturnya.

Pemerintahan Joko Widodo dinilai olehnya sebagai salah satu pemerintahan yang terbaik. Sebab, berbagai pembangunan mangkrak hasil pemerintahan sebelumnya dituntaskan oleh pemerintahan saat ini. Pembangunan juga dirasakan merata seperti di Papua dan wilayah terpinggir lainnya. Harga bahan bakar, terutama BBM juga disamaraatakan di seluruh nusantara. "Beliau Presiden Indonesia. Bukan Presiden Jawa," katanya.

Ketua Harapan Warga (Hawa) Rudi Sinaga mengaku, hampir 70 persen anggota Hawa kecewa. Mereka kurang begitu respect terhadap KH Ma'ruf Amin. "Apa yang diputuskan oleh Pak Jokowi benar-benar sama sekali tidak terpikirkan oleh kami. Tidak bisa dimengerti," kata dia.

Biasanya, para relawan mendapat sedikit bocoran terkait keputusan-keputusan penting yang akan diambil Ahok maupun Jokowi. Namun, kali ini benar-benar tertutup. Kebingungan relawan sempat terjadi sesaat deklarasi Jokowi.

Rudi mengatakan, pascadeklarasi pihak dia telah meminta konfirmasi kepada kerabat Ahok. Rencananya, pada Rabu (15/8) para relawan dan kerabat Ahok akan mengadakan pertemuan untuk menyamakan persepsi. "Kita akan ada pengarahan kepada para Ahokers bahwa Pak Ahok mendukung Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," ujarnya.

Ia pun menilai, KH Ma'ruf Amin adalah tokoh yang dapat merangkul semua kalangan dan meredam hal-hal yang mengarah kepada isu SARA. Rudi yakin suara relawan tidak akan terpecah seiring pemahaman yang terus diberikan kepada para pecinta Ahok.

"Saya yakin suara tidak akan pecah. Mereka akan bahwa ini bukan soal menang-kalah. Tapi lebih kepada untuk mengayomi Indonesia," katanya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika

  BacaJuga
  • Habib Bahar Ditahan, Fadli Zon: Kezaliman yang Sempurna

    Rabu, 19 Des 2018 19:21

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengkritik langkah kepolisian menahan Habib Bahar bin Smith yang kini menyandang status tersangka penganiayaan terhadap a

  • Polisi Sebut Habib Bahar Berniat Melarikan Diri

    Rabu, 19 Des 2018 19:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi menyatakan ada niat dari Habib Bahar bin Smith untuk lari dari masalah hukumnya terkait penganiayaan dua remaja di Bogor, Jawa Barat. Disebutkan, pimpi

  • Polisi: Habib Bahar Aktor Intelektual Kasus Dugaan Penganiayaan

    Rabu, 19 Des 2018 19:01

    Liputanriau.com, Jakarta -  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyebutkan, Habib Bahar bin Smith, tersangka kasus dugaan penganiayaan anak, seba

  • Yusril Minta Jokowi Maafkan Habib Bahar

    Senin, 10 Des 2018 20:16

    Liputanriau.com, Padang - Lawyer Jokowi, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan penetapan tersangka Habib Bahar ke Presiden Jokowi. Ia meminta Jokowi memaafkan Bahar dan meminta para habib untuk dakwah den

  • Bukan Pasal Penghinaan Presiden, Habib Bahar Kena Pasal Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis

    Sabtu, 08 Des 2018 19:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Habib Bahar bin Smith dipolisikan lantaran dalam video ceramahnya yang viral dia diduga menghina Presiden Joko Widodo. Namun penyidik Bareskrim Polri menetapkan Habib Bahar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.