• Home
  • Nasional
  • Rizal Ramli: Jangan Harap Rakyat Bisa Sejahtera

Rizal Ramli: Jangan Harap Rakyat Bisa Sejahtera

Minggu, 15 Apr 2018 22:30
Dibaca: 88 kali
BAGIKAN:
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli

Liputanriau.com, Jakarta - Bekas Menko Maritim Rizal Ramli mengatakan, penderitaan yang dirasakan rakyat saat ini akibat dari tak berpihaknya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, pemerintah telah berhasil menciptakan struktur ekonomi yang sangat tidak sehat.

"Kondisi itu tercipta karena para menteri ekonomi berhaluan neoliberalis. Makanya jangan harap kehidupan rakyat Indonesia akan semakin sejahtera," ujar Rizal usai launching Baitut Tamwil Barkah Umat di Bandung, Sabtu (14/4).

Berdasarkan analisa yang dilakukannya, pertumbuhan ekonomi tahun ini stagnan di posisi lima persen. Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang.

Rizal pun menegaskan bahwa faktor pertama mandeknya pertumbuhan ekonomi adalah praktek korupsi yang sudah sampai pada level sistemik. Puluhan kepala daerah yang menjadi tersangka korupsi itu jelas menghambat aktivitas ekonomi.

"Solusinya sederhana, negara harus membiayai partai, seperti di Eropa dan Australia. Jadi partai bisa fokus mendidik kader yang berkualitas," terang Rizal Ramli.

Faktor kedua adalah kurang ulet, inovatif dan berani. Kata dia, Indonesia harus belajar dari Vietnam yang terkenal ulet dan pekerja keras.

Sebab, faktanya pertumbuhan ekonomi negara yang pernah berhasil mengusir tentara Amerika Serikat itu berhasil melampaui Indonesia.

Sementara faktor ketiga, menurut pria yang ngebet jadi presiden in, sejak era Orde Baru sistem ekonomi yang dianut Indonesia adalah neoliberal ala Bank Dunia.

Padahal, ada alternatif sistem yang tersedia, seperti yang diterapkan Tiongkok dan Vietnam.

"Saya percaya bisa tumbuh 10 persen setiap tahunnya. Kuncinya sederhana, tunjuk saya jadi presiden. Gitu aja kok repot," pungkas Rizal Ramli.
Editor: Bobby Satia

Sumber: JPNN.com

  BacaJuga
  • Baca Pembelaan Diri, Setya Novanto Terisak

    Jumat, 13 Apr 2018 10:46

    Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa perkara dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto menyampaikan pledoi atau nota pembelaan pribadinya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 13 April 2018. Saat

  • 12 Kejanggalan Kecelakaan Setya Novanto yang Diungkap Saksi

    Senin, 09 Apr 2018 13:59

    Liputanriau.com, Jakarta - Sejumlah saksi yang dihadirkan jaksa dalam sidang dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan terkai

  • Perawat Akui Bimanesh Minta Infus Setya Novanto Ditempel Saja

    Senin, 02 Apr 2018 18:39

    Liputanriau.com, Jakarta - Supervisor Keperawatan Rumah Sakit Medika Permata Hijau Indri Astuti mengaku diperintahkan Bimanesh Sutarjo agar jarum infus hanya ditempelkan saja ke lengan Setya Novan

  • Korupsi Setya Novanto Melintasi Enam Negara

    Jumat, 30 Mar 2018 16:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan korupsi proyek e-KTP yang dilakukan Setya Novanto mirip upaya pencucian uang. Uang yang mengalir ke Novanto, terlebih

  • Setya Novanto Sempat Siapkan Rp20 Miliar untuk Sogok KPK

    Kamis, 29 Mar 2018 16:09

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto, terdakwa kasus dugaan korupsi dana proyek KTP elektronik, ternyata pernah mencoba menyuap Komisi Pemberantasan Korupsi.Hal tersebut diungkapkan Jaksa Penu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.