• Home
  • Nasional
  • Sandi Tantang Buktikan Tudingan soal Mahar Rp 500 M di KPK

Sandi Tantang Buktikan Tudingan soal Mahar Rp 500 M di KPK

Sabtu, 11 Agu 2018 23:33
Dibaca: 139 kali
BAGIKAN:
Cawapres Sandiaga Uno
Liputanriau.com, Jakarta - Penunjukkan Sandiaga Uno sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto dipenuhi dengan drama dan intrik politik. Tarik ulur antara Partai Demokrat dengan Gerindra pun terjadi. Hal itu diperuncing dengan cuitan salah satu elite Partai Demokrat di twitter. 

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menuding Prabowo sebagai 'jenderal kardus' karena lebih mementingkan mahar Rp 500 miliar dari Sandi ketimbang urusan bangsa. Sandi yang namanya disebut angkat bicara terkait tudingan uang mahar Rp 500 miliar. Ia meminta agar hal tersebut bisa diselesaikan di KPK.

"Tentunya apa yang menjadi concernnya Pak Andie Arif itu menjadi concern nasional dan akan kita bicarakan di KPK, ini harus ada kejelasan sumbernya dari mana, harus jelas," kata Sandi usai mengunjungi kediaman Sutrisno Bachir di Simpruk, Jakarta Selatan, pada Sabtu (11/8). 

Sandi berpendapat semua sumber dana memang harus diusut jelas. Berkaca dari pengalaman terdahulu, ia mengerti, bahwa biaya kampanye akan sangat tinggi di level nasional. 

"Yang di DKI sudah cukup mahal, apa lagi di level nasional, ini harus ada pemikiran tokoh-tokoh yang mengerti pengelolaan dana kampanye yang sama-sama memberikan masukan agar ada perubahan di Republik ini. Sehingga politik kita lebih terbuka, bersih, dan bisa dipercaya," ucapnya. 

Sementara itu, Andie Arif melalui cuitanya yang terbaru menyebutkan, tudinganya tersebut didasarkan dari informasi yang ia dapat dari tim Gerindra, yakni Fadli Zon dan Sufmi Dasco. Menanggapi itu, Sandi menganggap hal tersebut merupakan dinamika. 

"Bagi saya itu adalah dinamika yang harus kita syukuri sekarang sudah sama-sama bergabung, united. Bahwa kita bersatu ini menghadirkan pemerintah yang kuat," pungkas Sandi. 
Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Ahok Dapat Remisi 2 Bulan di Hari Kemerdekaan

    Jumat, 17 Agu 2018 15:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan salah satu terpidana yang akan mendapat remisi pada 17 Agustus 2018.Namun, meski mendapat remisi, Ahok

  • Setnov Satu Penjara dengan Nazaruddin

    Sabtu, 05 Mei 2018 03:22

    Liputanriau.com, Bandung - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Wahid Husen memastikan tidak ada antisipasi khsusus terhadap terpidana kasus korupsi proyek KTP ele

  • Setya Novanto Memutuskan tidak Banding

    Senin, 30 Apr 2018 19:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto tidak akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Eks Ketua DPR itu si

  • 5 Bantahan Setya Novanto dalam Sidang Bimanesh Sutarjo

    Sabtu, 28 Apr 2018 15:45

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto hadir sebagai saksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Juma

  • Terungkap! Setnov Sempat Mau Dikirim Hantu Gunung agar Gila

    Jumat, 27 Apr 2018 19:52

    Liputanriau.com, Jakarta - Fredrich Yunadi, tersangka perkara menghalangi penyidikan KPK terhadap kasus korupsi KTP Elektronik, ternyata sempat merencanakan skenario agar kliennya saat itu, yakni

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.