• Home
  • Nasional
  • Selain Dipecat, Pilot Lion Air Terancam 12 Tahun Penjara

Selain Dipecat, Pilot Lion Air Terancam 12 Tahun Penjara

Kamis, 07 Des 2017 17:28
Dibaca: 84 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Kupang - Pilot Lion Air JT 924, MS, yang ditangkap karena mengkonsumsi narkoba jenis sabu, terancam hukuman 4-12 tahun penjara. Pelaku ditangkap aparat kepolisian resor Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 4 Desember 2017 sekitar pukul 21.20 Wita.

"Pelaku dijerat pasal 112 subsider 127 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata Kapolres Kupang Kota, Ajun Komisaris Besar Anton C Nugroho, Kamis, 7 Desember 2017.

Pada pasal 112 berbunyi setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 dan paling banyak Rp 8 miliar.

Pasal 127 ayat 1 berbunyi setiap penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Menurut Anton, pelaku diamankan setelah aparat kepolisian mendapatkan informasi adanya pesta narkoba di Hotel T-more tempat menginap pelaku bersama kru pesawat Lion Air. Polisi langsung bergerak dan berhasil mengamankan MS di salah satu kamar hotel sedang mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Dari hasil pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,75 gram (bekas sisa pemakaian), satu alat hisap, 2 pemantik gas, jarum suntik, satu buah handphone dan satu botol miras yang sudah sempat digunakan.

Setelah diamankan, ujar Anton, pelaku langsung dibawa markas komando (Mako) Polres Kupang Kota untuk menjalani pemeriksaan urine, dan dari hasil pemeriksaan pelaku positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Berdasarkan pengakuan pelaku MS, barang haram tersebut dibawanya dari daerah asalnya di Tanggerang Selatan yang disimpan rapi dalam dompet miliknya dan baru digunakan setelah tiba di Kupang. Dia juga mengaku baru pertama kali menggunakan sabu. "Jadi saat dari Jakarta, dia tidak menggunakan Sabu," kata Anton.

Pilot MS tiba di Kupang sekitar pukul 18.00 Wita, setelah menerbangkan pesawat Lion Air dari Jakarta- Denpasar dan Kupang. Setelah sekitar lima jam beristirahat, MS pun menggunakan sabu. "Yang bersangkutan lepas tugas pada siang hari dan ditangkap pada malam hari," ujarnya.

Untuk pengembangan kasus tersebut, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, diantaranya awak kabin Lion Air, petugas hotel, serta polisi yang mengamankan pelaku. Polisi juga sedang mengembangkan kasus ini guna mengetahui siapa yang memberikan barang haram itu ke pelaku. "Kami sedang mengembangkan kasus ini," ujar Anton.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Menkumham: Pulang dari Negara Konflik Kini Bisa Dipenjara

    Jumat, 25 Mei 2018 16:56

    Liputanriau.com, Jakarta - Undang Undang Tindak Pidana Terorisme yang baru disahkan dalam rapat Paripurna DPR RI mengatur pengawasan warga negara Indonesia yang baru kembali dari wilayah konflik seper

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.