• Home
  • Nasional
  • Seluruh Terdakwa Kasus e-KTP Ingin Jadi Justice Collaborator

Seluruh Terdakwa Kasus e-KTP Ingin Jadi Justice Collaborator

Kamis, 07 Des 2017 17:22
Dibaca: 124 kali
BAGIKAN:
tempo
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, seluruh terdakwa kasus e-ktp telah mengajukan diri sebagai justice collaborator. Justice collaborator adalah status untuk terdakwa yang ingin bekerja sama dengan KPK dalam mengungkap kasus korupsi yang melibatkannya.

"Hingga saat ini seluruh terdakwa kasus e-ktp yang diajukan ke persidangan telah mengajukan diri sebagai justice collaborator dan mengakui perbuatannya," kata Febri, Kamis, 7 Desember 2017.

Menurut Febri, dua terdakwa sebelumnya telah mengajukan diri sebagai justice collaborator, bahkan telah mengembalikan sejumlah uang ke KPK. Mereka adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dan mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman. Sebelumnya, Irman mengaku telah mengembalikan seluruh uang yang diterimanya.

KPK juga menerima permohonan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai justice collaborator dalam kasus e-KTP pada September 2017. Terkait hal itu, Febri berujar, KPK akan mempertimbangkan apakah terdakwa kooperatif dan mengakui kesalahannya, serta konsisten di persidangan hingga membuka peran aktor lainnya. Pertimbangan itulah yang menjadi dasar KPK dalam memutuskan pemberian justice collaborator kepada terdakwa.

"Dan sikap KPK tersebut akan disampaikan sebagai salah satu pertimbangan jaksa penuntut umum dalam tuntutan terhadap terdakwa," jelas Febri.

Febri melanjutkan, status justice collaborator akan menguntungkan terdakwa bila permohonan dikabulkan hingga di pengadilan. Sebab, status itu dapat menjadi pertimbangan KPK untuk meringankan terdakwa. Terdakwa dapat diberikan hak remisi dan pembebasan bersyarat sesuai aturan yang berlaku jika diputuskan bersalah.

"Bagi penanganan perkara pokok, hal ini juga bagus karena dapat membongkar pelaku yang lebih besar," katanya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • PPP Kubu Djan Faridz Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

    Sabtu, 17 Nov 2018 01:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Meski tak diakui pemerintah dan ditinggal para pengurusnya, PPP kubu Djan Faridz atau hasil Muktamar Jakarta, nyatanya masih eksis. Mereka mengumpulkan kader-kader tersisa d

  • Rommy Yakin Jokowi-Ma'ruf Menang di Riau

    Minggu, 14 Okt 2018 23:33

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy, yakin pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf menang di Riau Pada pemilu 2019 mendatang. Ia mengungkapkan walaupun pada 2014 lalu

  • PPP Berharap TGB Segera Masuk Tim Pemenangan Jokowi

    Kamis, 26 Jul 2018 14:12

    Liputanriau.com, Jakarta - Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan Tim Pemenangan Jokowi untuk pilpres akan melibatkan semua partai pendukungnya. Tak hanya itu, relawan juga akan disertakan. Termasuk Tuan Gu

  • Ini Alasan PPP Dukung Jokowi di Pilpres 2019

    Jumat, 21 Jul 2017 20:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah melaksanakan musyawarah kerja nasional (Mukernas) ke-II. Berbagai isu politik dan sosial pun menjadi hal yang dibicarakan dalam Muke

  • Massa Merusak Kantor PPP, Humprey Djemat Tuding Pelaku Kubu Romy

    Minggu, 16 Jul 2017 16:54

    Liputanriau.com, Jakarta - Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirusak sekelompok orang pada Ahad dini hari, 16 Juli 2017. Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humprey Dje

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.