• Home
  • Nasional
  • Seluruh Terdakwa Kasus e-KTP Ingin Jadi Justice Collaborator

Seluruh Terdakwa Kasus e-KTP Ingin Jadi Justice Collaborator

Kamis, 07 Des 2017 17:22
Dibaca: 82 kali
BAGIKAN:
tempo
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, seluruh terdakwa kasus e-ktp telah mengajukan diri sebagai justice collaborator. Justice collaborator adalah status untuk terdakwa yang ingin bekerja sama dengan KPK dalam mengungkap kasus korupsi yang melibatkannya.

"Hingga saat ini seluruh terdakwa kasus e-ktp yang diajukan ke persidangan telah mengajukan diri sebagai justice collaborator dan mengakui perbuatannya," kata Febri, Kamis, 7 Desember 2017.

Menurut Febri, dua terdakwa sebelumnya telah mengajukan diri sebagai justice collaborator, bahkan telah mengembalikan sejumlah uang ke KPK. Mereka adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dan mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman. Sebelumnya, Irman mengaku telah mengembalikan seluruh uang yang diterimanya.

KPK juga menerima permohonan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai justice collaborator dalam kasus e-KTP pada September 2017. Terkait hal itu, Febri berujar, KPK akan mempertimbangkan apakah terdakwa kooperatif dan mengakui kesalahannya, serta konsisten di persidangan hingga membuka peran aktor lainnya. Pertimbangan itulah yang menjadi dasar KPK dalam memutuskan pemberian justice collaborator kepada terdakwa.

"Dan sikap KPK tersebut akan disampaikan sebagai salah satu pertimbangan jaksa penuntut umum dalam tuntutan terhadap terdakwa," jelas Febri.

Febri melanjutkan, status justice collaborator akan menguntungkan terdakwa bila permohonan dikabulkan hingga di pengadilan. Sebab, status itu dapat menjadi pertimbangan KPK untuk meringankan terdakwa. Terdakwa dapat diberikan hak remisi dan pembebasan bersyarat sesuai aturan yang berlaku jika diputuskan bersalah.

"Bagi penanganan perkara pokok, hal ini juga bagus karena dapat membongkar pelaku yang lebih besar," katanya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Aksi Bela Palestina, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Sementara

    Minggu, 10 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Jalan Medan Merdeka Selatan di Jakarta Pusat ditutup untuk sementara waktu karena aksi bela Palestina yang dilakukan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di depan Kedu

  • Hasil Pertemuan Menlu Retno dengan Dubes AS terkait Yerusalem

    Jumat, 08 Des 2017 15:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Joseph Donovan untuk membahas mengenai penetapan Y

  • Kecam Trump, Menteri Retno Pakai 'Kefiyyeh' Khas Palestina

    Kamis, 07 Des 2017 17:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memakai selendang khas Palestina "keffiyeh", saat menghadiri dan berpidato di "Bali Democracy Forum" (BDF) Ke-10, Kamis (7/12/

  • Alquran Kuno Ditemukan di Masjid Umar Bin Khattab Palestina

    Selasa, 05 Des 2017 15:24

    Liputanriau.com, Palestina - Tiga Alquran yang dicetak di Percetakan Utsmaniyah pada masa Sultan Abdulhamid II ditemukan di sebuah masjid di Palestina.Muazin Masjid Umar Bin Khattab, Said Azim, menemu

  • Menlu Temui Dubes Amerika Perihal Status Jerusalem

    Selasa, 05 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah menemui Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R Donovan perihal rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengubah status kot

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.