• Home
  • Nasional
  • Seminar Sudirman Said di UGM Mendadak Dibatalkan Pihak Kampus

Seminar Sudirman Said di UGM Mendadak Dibatalkan Pihak Kampus

Jumat, 12 Okt 2018 17:04
Dibaca: 136 kali
BAGIKAN:
Sudirman Said
Liputanriau.com, Jakarta - Seminar kebangsaan dengan pembicara eks Menteri ESDM Sudirman Said dan eks Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan yang rencannya digelar oleh mahasiswa Fakultas Peternakan UGM mendadak batal digelar. Pemicunya karena izin peminjaman lokasi seminar tiba-tiba dicabut oleh pihak kampus. 

"Acaranya dijadwalkan hari ini, tapi mendadak pagi tadi saya dapat kabar dari pihak kampus, izin peminjaman lokasi seminar di auditorium dicabut," kata ketua panitia seminar, Jibril Abdul Aziz, Jumat (12/10/2018).

Jibril yang merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan UGM angkatan 2014 itu mengaku tidak mengetahui alasan persis apa alasan kampus mencabut izin peminjaman ruang auditorium.

Padahal, kata Jibril, seminar kebangsaan yang digagas tidak berkaitan dengan persoalan politik, melainkan bertema kepemimpinan era milenial di masa revolusi industri 4.0. Rangkaian seminar juga direncanakan dilanjut Sabtu besok dan akhir bulan bertema digital agro dengan peserta mahasiswa UGM dan dari kampus lain.

"Pihak kampus, dari prodi peternakan hanya menyebut dikhawatirkan terjadi hal tak diinginkan, terjadi chaos. Padahal surat persetujuan pemakaian auditorium sudah ada tanda tangan dari BEM, Kamis kemarin juga sudah diparaf prodi, lalu pagi tadi tiba-tiba dicancel, dicabut izinnya," jelasnya. 

Jibril menyadari dua pembicara dalam seminarnya saat ini memang berada di tim kampanye salah satu kubu capres-cawapres. Namun, dia memastikan seminar tetap berjalan netral.

"H-2 pekan, panitia sudah mengingatkan kepada para pembicara agar tidak membahas persoalan politik. Setelah pembicara menyanggupi, kemudian panitia berkoordinasi dengan BEM untuk meminjam auditorium sebagai lokasi seminar," ungkapnya. 

Jibril pun menjelaskan alasan mengundang Sudirman Said dan Ferry Mursyidan sebagai pembicara. 

"Sudah mencoba memanggil para dosen untuk pembicara, namun tidak bisa karena jadwal penuh, lalu panggil beliau (Sudirman dan Ferry) karena berkompeten dan pernah berkiprah sebagai menteri," jelasnya. 

"Panitia tidak melihat background politik, hanya melihat kapasitas sebagai mantan menteri, bahkan kami sudah sampaikan ke keduanya jika pembicaraan di seminar mengarah ke politik maka akan kita cut acaranya di tengah jalan," tandasnya. 
Editor: Bobby Satia

Sumber: Detik

  BacaJuga
  • KPK Usut Peran James Riady dalam Kasus Meikarta

    Sabtu, 20 Okt 2018 16:10

    Liputanriau.com, Jakarta - KPK berencana memeriksa CEO Lippo Group James Riady sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan superblok Meikarta. Penyidik KPK akan mengklarifikasi apa yang diketahui James

  • Tak Ada Bukti Suap Meikarta Di Rumah James Riady

    Sabtu, 20 Okt 2018 16:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Rumah CEO Lippo Group James Riady menjadi salah satu lokasi yang digeledah KPK terkait kasus dugaan suap perizinan Meikarta. Namun, penyidik tidak menemukan bukti dari pengg

  • KPK Sita Sejumlah Uang Dari Rumah Bupati Bekasi

    Kamis, 18 Okt 2018 17:05

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebanyak lebih dari Rp100 juta dari kediaman Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY). Uang dalam bentuk rupiah dan yuwan itu

  • Bupati Bekasi Tersangka Suap Meikarta Dikeluarkan dari Tim Kampanye Jokowi

    Selasa, 16 Okt 2018 16:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Timses Jokowi-Ma'ruf mengeluarkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dari struktur tim kampanye daerah di Jabar. Keputusan ini dikeluarkan setelah Neneng ditetapkan seb

  • Bos Lippo Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

    Selasa, 16 Okt 2018 16:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin proyek

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.