• Home
  • Nasional
  • Seorang Pria Ditangkap Karena Mengacak-acak Masjid di Banyumas

Seorang Pria Ditangkap Karena Mengacak-acak Masjid di Banyumas

Jumat, 22 Mar 2019 16:46
Dibaca: 98 kali
BAGIKAN:
elaku perusakan dan pengotoran Masjid Jami Darussalam di Banyumas ditangkap.
Liputanriau.com, Banyumas - Anal Musafa alias Rojikun (32) sudah ditangkap polisi. Kasus yang menjerat Rojikun hingga membuat heboh Banyumas ini, yakni masjid di acak-acak pun terungkap.

Rojikun diduga mengalami masalah kejiwaan. Dia kerap berbicara tak jelas. Rekam jejaknya pun membuktikan, dia dikeluarkan dari pesantren karena sikapnya.

Berikut kronologi penangkapan Rojikun:

Rabu 20 Maret

Rojikun mulai merencanakan aksinya. Dia menyasar kediaman Kiai Ahmad Daelami dan Kiai Abdul Majid

Kamis 21 Maret

Rojikun melakukan aksi jahatnya di Desa Buniayu, Tambak, Banyumas, Jateng. Dia merusak pohon dan terpal di pekarangan rumah Darsimin, membuang jala ikan milik Kiai Ahmad Daelami ke sungai, menebang pohon jati di kebun milik Kiai Ahmad Daelami, merusak pohon di belakang ponpes milik Kiai Daelami.

Selesai urusan dengan Kiai Daelami, Rojikun bergerak ke kediaman Kiai Abdul Majid.

Di kediaman Kiai Abdul Majid, Rojikun mengacaukan barang-barang di dalam TPA dan membuang sebagian ke sumur, setelah dari TPA ia menuju Masjid Jami Darussalam untuk mengotori masjid dan mengacaukan barang-barang di dalam masjid, dan terakhir ia melempar rumah Kiai Abdul Majid dengan menggunakan batu.

Selesai melempar batu ke rumah Kiai Abdul Majid ia pulang ke rumah dengan berjalan kaki dengan jarak sekitar 5 km. Rojikun tiba di rumahnya lalu beristirahat. Dia berdiam diri di rumah.

Polres Banyumas sudah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Pelacakan pelaku juga dilakukan, hingga mengarah ke Rojikun.

Polisi lalu menangkap Rojikun. Setelah ditangkap, kepada polisi, Rojikun mengaku sakit hati karena tidak diterima sebagai santri. Polisi menahan Rojikun dengan sejumlah barang bukti. Hasil pemeriksaan, Rojikun mengakui perbuatannya dan menjelaskan alasannya.

"Tersangka Rojikun dalam berbicara sering ngelantur, tidak fokus. Penyidik melakukan koordinasi dengan psikolog untuk ketahui kondisi kejiwaan tersangka," jelas Kombes Agus.

Tapi rupanya, dengan dikeluarkan dari pesantren itu membuat dia marah dan nekat mengacak-acak masjid.

"Berdasarkan pengakuan tersangka Rojikun, ia melakukan hal tersebut karena merasa sakit hati karena Kiai Daelami bersifat otoriter kepada santri dan mengeluarkan tersangka Rojikun dari ponpes Miftahul Falah," kata Kabid Humas Kombes Agus Triatmadja dalam keterangannya, Jumat (22/3).

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Analisis Pakar Kenapa Jokowi Kalah di Sumbar

    Selasa, 23 Apr 2019 12:24

    Liputanriau.com, Padang - Pasangan Calon Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin kalah telak di Sumatera Barat versi hitung cepat. Kekalahan itu dinilai disebabkan dari sejumlah faktor.Pengamat politik Unive

  • Jokowi Kalah, Bupati Mandailing Natal Mengundurkan Diri

    Minggu, 21 Apr 2019 16:02

    Liputanriau.com, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution, tiba-tiba mengundurkan diri tanpa ada isu sebelumnya. Mundurnya politikus NasDem itu mulai diketahui

  • Jokowi Terancam Kalah Jika Golput Tinggi

    Sabtu, 30 Mar 2019 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai golput bakal merugikan Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi.“Kalau golput tinggi, Jokowi terancam kalah," kata Pangi,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.