• Home
  • Nasional
  • Sepuluh Kejanggalan Kasus Bendera Rizieq Shihab

Sepuluh Kejanggalan Kasus Bendera Rizieq Shihab

Jumat, 09 Nov 2018 18:11
Dibaca: 300 kali
BAGIKAN:
Bendera di rumah Habib Rizieq
Liputanriau.com, Jakarta - Kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Munarman membeberkan sepuluh kejanggalan yang mengindikasikan adanya operasi intelijen dalam kasus penangkapan imam besar FPI Rizieq Shihab di Arab Saudi.

"Indikasi pertama, adanya penghilangan kamera CCTV beberapa hari sebelum heboh kasus pemasangan bendera ditembok rumah HRS (Habib Rizieq Shihab)," kata Munarman lewat keterangannya pada Jumat, 9 November 2018.

Indikasi kedua, kata dia, dalam waktu singkat sudah beredar foto-foto tembok rumah Rizieq Shihab di Arab Saudi lengkap dengan bendera. Munarman menuding foto-foto tersebut marak beredar di kalangan pendukung Calon Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi. Indikasi ketiga ada dua versi foto bendera yang beredar.

Indikasi keempat, kata dia, saat Rizieq keluar rumahnya, bendera tersebut sudah tidak ada. Kelima, dalam waktu singkat, foto-foto Rizieq Shihab bersama otoritas Arab Saudi sudah beredar.

Keenam, ada pembentukan opini di Indonesia melalui media sosial yang dengan menunjukkan kegembiraan bahwa Rizieq Shihab ditangkap. 

Indikasi ketujuh, bila kedua photoshop yang beredar di media sosial tersebut diperbesar, maka akan tampak jelas perbedaan sudut kemiringan tembok dan kemiringan bendera.

Selain itu, tidak terlihat paku atau tali sebagai sarana bendera tersebut menempel di tembok. "Jadi bendera ajaib itu. Bisa nempel di tembok tanpa sarana pengikatnya," ujar dia.

Indikasi kedelapan, aparat berwenang Arab Saudi juga bingung saat datang ke tempat Rizieq dan juga tidak melihat adanya bendera tersebut. Kemudian kesembilan, kata dia, setelah diwawancara Rizieq Shihab bisa kembali ke rumahnya. "Dalam kasus ini, apabila benar ada bendera maka seharusnya HRS tidak bisa kembali ke rumah," ujar dia.

Indikasi terakhir, Munarman menuding ada propaganda dari kubu pendukung Jokowi lewat media massa. "Ini artinya agenda politik melalui jalur fitnah propaganda berselimut pengamat maupun propagandis sangat berkeinginan mencelakakan HRS dan membentuk opini hitam melalui berbagai media," kata Munarman.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • PSI Tuding Foto Syur Editan Grace Natalie Ulah Lawan Politik

    Rabu, 14 Nov 2018 18:37

    Liputanriau.com, Sleman - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, menuding editan foto syur Grace Natalie adalah perbuatan lawan politik yang tak suka dengan perjalanan PSI. Tujua

  • Fakta Terbaru Soal Video Panas Ahok dan Grace Natalie

    Minggu, 10 Jun 2018 00:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie kembali buka suara setelah batas waktu yang dia berikan kepada pemilik akun Twitter Hulk habis. Akun itu diminta untuk

  • Pengakuan Ahok Setelah Isu Selingkuhan Grace Natalie

    Sabtu, 09 Jun 2018 13:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali menjadi buah bibir dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.Itu setelah dua akun media sosia

  • Dituduh Selingkuh dengan Ahok, Grace Natalie Lapor Polisi

    Jumat, 08 Jun 2018 01:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie melaporkan dua akun media sosial yang menuduhnya telah berselingkuh dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.