• Home
  • Nasional
  • Sidang Ahok Hari Ini, JPU Sudah Siap Bacakan Tuntutan

Sidang Ahok Hari Ini, JPU Sudah Siap Bacakan Tuntutan

Kamis, 20 Apr 2017 08:45
Dibaca: 96 kali
BAGIKAN:
TEMPO/Subekti
Pasangan calon gubernur Ahok-Djarot saat memberikan keterangan pers di Jakarta, 19 April 2017.

Liputanriau.com, Jakarta - Kejaksaan Agung menyatakan tuntutan terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah siap untuk dibacakan pada persidangan hari ini, Kamis, 20 April 2017.

"Secara konsep sudah siap, tinggal tunggu waktunya Kamis," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rachmad di Jakarta, Rabu malam, 19 April 2017. "Lihat saja, nanti." ujar Noor ketika ditanya isi dakwaan Ahok.

Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Pasal 156 KUHP berbunyi, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Sedianya, sidang pembacaan tuntutan atas Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, digelar pada Selasa, 11 April 2017 atau sepekan menjelang pelaksanaan Pilkada DKI putaran dua. Namun jaksa penuntut umum ketika itu menyatakan belum siap tuntutannya dan meminta penundaan sampai 20 April 2017.

Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan, penundaan penuntutan terdakwa penodaan agama Ahok karena faktor yuridis. "Rasanya penundaan tersebut tidak ada masalah lain, selain semata karena masalah teknis dan yuridis," kata Prasetyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Sabtu 12 April 2017.

Prasetyo menegaskan, penundaan itu tidak terkait dengan adanya surat dari Polda Metro Jaya yang menyarankan penundaan pembacaan tuntutan. Alasan Polda Metro Jaya lebih pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksaan Pilkada DKI.

"Saya jelaskan, kita tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa proses hukum perkara Ahok. Bukan hanya Ahok saja tapi perkara lain disebutkan di situ oleh polisi seperti Sandiaga Uno dihentikan". 

Dalam Pilkada DKI, Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, berdasarkan hitung cepat atau quick count lembaga survei dilakahkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Prasetyo melanjutkan, "Kenapa dihentikan? Coba dibayangkan kalau tanggal 19 April polisi memanggil Sandiaga Uno untuk pemeriksaan, apa yang terjadi? Itu yang tidak kami kehendaki". "Jadi supaya pilkada dan proses hukum yang berjalan seiring dan bahkan berhimpitan, semuanya bisa selesai dengan baik, aman, dan damai." kata Prasetyo ketika itu.

Prasetyo juga mengatakan, bukan hanya persoalan ketikan yang belum selesai sehingga tuntutan Ahok belum rampung. "Kamu harus tahu, ini masalah analisis harus diperhatikan. Ini kan fakta persidangan banyak harus dikumpulkan, dilihat satu persatu," ujarnya.

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • Pernyataan Jokowi untuk Novanto Dinilai sebagai Peringatan Keras

    Sabtu, 18 Nov 2017 20:23

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Dimas Oky Nugroho me

  • Beda Keterangan Pengacara Setnov dengan Saksi Mata

    Jumat, 17 Nov 2017 13:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Fredrich Yunadi, pengacara Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, kliennya mengalami kecelakaan yang sangat parah. Saat itu, kata dia, Novanto hendak menuju kantor salah satu t

  • Polisi Tegaskan Kecelakaan Setya Novanto Bukan Rekayasa

    Jumat, 17 Nov 2017 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Kingkin W memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto. Kingkin menjawa

  • Karyawannya Dikabarkan Ada di Mobil Novanto, Metro TV Akan Menelusuri

    Jumat, 17 Nov 2017 13:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Seorang karyawan stasiun televisi Metro TV bernama Hilman dikabarkan berada dalam mobil yang ditumpangi Ketua DPR RI Setya Novanto.Informasi yang beredar di kalangan wartawa

  • Kronologi Setya Novanto Menghilang versi Pengacara

    Kamis, 16 Nov 2017 13:18

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto tidak berada di rumahnya saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak menjemput paksa dirinya pada Rabu (15/11/2017) malam.Para penyidik K

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.