• Home
  • Nasional
  • Sidang Vonis Buni Yani, Polisi Terjunkan 800 Personel

Sidang Vonis Buni Yani, Polisi Terjunkan 800 Personel

Selasa, 14 Nov 2017 13:25
Dibaca: 55 kali
BAGIKAN:
Buni Yani

Liputanriau.com, Bandung - Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Buni Yani akan menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada hari ini, 14 November 2017.

Untuk mengamankan jalannya persidangan, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI akan melakukan penjagaan di dalam dan luar ruang sidang.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo menyebutkan, bakal ada kurang-lebih 800 personel kepolisian dan TNI yang akan dilibatkan dalam pengamanan sidang tersebut. Hal itu dilakukan karena pada sidang tersebut diprediksi bakal disaksikan oleh ratusan simpatisan Buni Yani.

"Ada penambahan jumlah personel dari sidang-sidang sebelumnya. Karena diprediksi bakal ada aksi unjuk rasa," ujar Hendro saat ditemui wartawan di kantornya, di Kota Bandung, Senin, 13 November 2017.

Hendro mengatakan ratusan personel keamanan bakal dibagi menjadi empat ring. Persidangan akan digelar di gedung Perpustakaan dan Kerasipan Kota Bandung.

"Dari 800 personel, di antaranya terdiri atas Brimob Polda Jabar, anggota Sabhara, dan personel TNI Angkatan Darat," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bakal ada ratusan simpatisan Buni Yani yang berasal dari organisasi masyarakat, seperti Aliansi Pergerakan Islam, Front Pembela Islam, dan Bang Japar. Selain itu, sidang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh yang sempat terlibat dalam aksi 212. "Diprediksi bakal ada 500-an demonstran dari berbagai ormas," kata Hendro.

Buni Yani didakwa telah melakukan ujaran kebencian dan mengedit atau mengubah isi video pidato Basuki. Ia didakwa dengan Pasal 32 ayat 1 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Buni dengan hukuman 2 tahun penjara.

Perkara ini bermula saat Buni Yani mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, di laman Facebook miliknya. Tak hanya mem-posting, Buni pun membubuhi keterangan transkrip video pidato tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli. Buni menghilangkan kata "pakai" saat Ahok menyinggung Surat Al-Maidah.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Respons Setnov Ditahan KPK: Saya Masih Sakit, Kurang Tidur

    Senin, 20 Nov 2017 02:21

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto sempat memberikan keterangan kepada wartawan sesaat sebelum masuk ke dalam mobil yang membawanya ke rumah tahanan KPK, sekitar pukul 01.15 WIB. Dalam keteranga

  • Setnov Sudah Bisa Diperiksa KPK soal Kasus e-KTP

    Senin, 20 Nov 2017 02:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto telah dipindahkan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korups

  • KPK Kembali Lelang Mobil dan Motor Hasil Korupsi, Ada 9 Unit

    Sabtu, 18 Nov 2017 21:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melelang mobil dan sepeda motor yang disita dari para koruptor. Kali ini, terdapat sembilan unit mobil plus motor, dan sebagian be

  • Pernyataan Jokowi untuk Novanto Dinilai sebagai Peringatan Keras

    Sabtu, 18 Nov 2017 20:23

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Dimas Oky Nugroho me

  • KPK Dalami Kasus Kecelakaan Setya Novanto

    Jumat, 17 Nov 2017 13:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febridiansyah menjelaskan pihaknya akan mendalami kasus kecelakaan yang dialami oleh tersangka kasus E-KTP, Setya Novanto.Kat

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.