• Home
  • Nasional
  • Sidang Vonis Buni Yani, Polisi Terjunkan 800 Personel

Sidang Vonis Buni Yani, Polisi Terjunkan 800 Personel

Selasa, 14 Nov 2017 13:25
Dibaca: 77 kali
BAGIKAN:
Buni Yani

Liputanriau.com, Bandung - Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Buni Yani akan menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada hari ini, 14 November 2017.

Untuk mengamankan jalannya persidangan, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI akan melakukan penjagaan di dalam dan luar ruang sidang.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo menyebutkan, bakal ada kurang-lebih 800 personel kepolisian dan TNI yang akan dilibatkan dalam pengamanan sidang tersebut. Hal itu dilakukan karena pada sidang tersebut diprediksi bakal disaksikan oleh ratusan simpatisan Buni Yani.

"Ada penambahan jumlah personel dari sidang-sidang sebelumnya. Karena diprediksi bakal ada aksi unjuk rasa," ujar Hendro saat ditemui wartawan di kantornya, di Kota Bandung, Senin, 13 November 2017.

Hendro mengatakan ratusan personel keamanan bakal dibagi menjadi empat ring. Persidangan akan digelar di gedung Perpustakaan dan Kerasipan Kota Bandung.

"Dari 800 personel, di antaranya terdiri atas Brimob Polda Jabar, anggota Sabhara, dan personel TNI Angkatan Darat," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bakal ada ratusan simpatisan Buni Yani yang berasal dari organisasi masyarakat, seperti Aliansi Pergerakan Islam, Front Pembela Islam, dan Bang Japar. Selain itu, sidang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh yang sempat terlibat dalam aksi 212. "Diprediksi bakal ada 500-an demonstran dari berbagai ormas," kata Hendro.

Buni Yani didakwa telah melakukan ujaran kebencian dan mengedit atau mengubah isi video pidato Basuki. Ia didakwa dengan Pasal 32 ayat 1 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Buni dengan hukuman 2 tahun penjara.

Perkara ini bermula saat Buni Yani mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, di laman Facebook miliknya. Tak hanya mem-posting, Buni pun membubuhi keterangan transkrip video pidato tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli. Buni menghilangkan kata "pakai" saat Ahok menyinggung Surat Al-Maidah.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Dokter Bimanesh Ditahan, Fredrich Dijemput Paksa

    Sabtu, 13 Jan 2018 01:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Setelah memeriksa selama 10 jam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bimanesh Sutarjo, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau dalam kasus menghalangi proses penyidik

  • Setya Novanto dan Istri Diperiksa, KPK Cari Tersangka Lain

    Rabu, 10 Jan 2018 19:50

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pemeriksaan terhadap Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor dilakukan untuk pengembangan penanganan kasu

  • Dokter RS Medika Permata Hijau Dikabarkan Jadi Tersangka di KPK

    Rabu, 10 Jan 2018 19:46

    Liputanriau.com, Jakarta - Selain menetapkan status tersangka pada pengacara Fredrich Yunadi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menetapkan status tersangka pada dokter Rumah Sakit (RS) Medika Pe

  • KPK Periksa Marzuki Alie

    Senin, 08 Jan 2018 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Ketua DPR RI 2009-2014 Marzuki Alie dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk

  • Hakim Tolak Eksepsi Setya Novanto

    Kamis, 04 Jan 2018 13:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto.Ha

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.