Telegram Tunduk Pada Tekanan Indonesia

Senin, 17 Jul 2017 15:42
Dibaca: 132 kali
BAGIKAN:
Aplikasi Telegram

Liputanriau.com, Jakarta - Layanan pesan digital, Telegram, berniat menyaring kanal dan "muatan yang berhubungan dengan terorisme" di Indonesia. Untuk itu Telegram membentuk tim khusus yang terdiri atas moderator yang mampu berbahasa Indonesia. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah membatasi akses dan mengancam akan memblokir Telegram sepenuhnya dari Indonesia.

Pavel Durov yang mendirikan Telegram bersama saudaranya Nikolai pada 2013 mengakui pihaknya terlambat bereaksi terhadap permintaan pemerintah untuk memblokir kanal-kanal bermasalah tersebut. "Kami membentuk tim moderator dengan pengetahuan budaya dan bahasa Indonesia untuk mengolah laporan yang berkaitan dengan aktivitas terorisme," ujarnya.

Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informasi menutup 11 alamat internet yang dimiliki oleh Telegram. Samuel Pangerapan, Direktur Jendral Aplikasi Informatika, mengklaim Telegram digunakan oleh kelompok radikal untuk merekrut jihadis, menyebarkan kebencian dan metode untuk melakukan serangan teror, termasuk cara membuat bom.

Pertamakali Telegram kedapatan disalahgunakan sebagai kanal teror muncul dari kesaksian sejumlah tersangka teroris yang ditangkap kepolisian Indonesia baru-baru ini. Mereka mengaku berkomunikasi dan mendapat perintah melalui Telegram, termasuk dari Bahrun Naim, tersangka teroris yang berafiliasi dengan kelompok Islamic State.

Namun sikap pemerintah memicu hujan kritik lantaran dianggap melanggar ruang privasi pengguna. Kontroversi pemblokiran Telegram tidak menyurut ketika Kepala Polri Jendral Tito Karnavian mengatakan keamanan negara mendapat prioritas ketimbang kebebasan sipil. "Privasi boleh, tapi keamanan negara juga penting."

"Jadi kita diberi akses khusus untuk kasus terorisme. Tapi kalau enggak ditanggapi kita tutup," pungkasnya kepada Kompas.

Editor: Bobby Satia

Sumber: dw.com

  BacaJuga
  • Fahri Hamzah Prediksi Ada Capres Baru Selain Jokowi dan Prabowo

    Selasa, 30 Jan 2018 23:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini akan ada calon presiden baru di luar Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Calon itulah yang ia dukung dan akan menang di Pilpres 2019 mend

  • Ratusan Purnawirawan TNI-Polri Deklarasi Dukungan untuk Prabowo Jadi Capres

    Sabtu, 27 Jan 2018 17:08

    Liputanriau.com, Jember - Di Kabupaten Jember, Sabtu (27/1/2018), ratusan purnawirawan TNI dan Polri mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presi

  • LSI: PDIP, Golkar dan Gerindra Partai Papan Atas Pilpres 2019

    Kamis, 25 Jan 2018 13:08

    Liputanriau.com, Jakarta - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memperkirakan tiga partai akan memimpin Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres). Tiga partai itu adalah Partai Demokrasi Indonesia Pe

  • Menanti Langkah Prabowo Subianto Menuju Pilpres 2019

    Sabtu, 30 Des 2017 15:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kemungkinan besar bakal kembali mengusung Prabowo Subianto di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.Prabowo yang menjadi tokoh sentral d

  • Kriteria Gerindra untuk Cawapres Prabowo

    Rabu, 01 Nov 2017 18:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Tahun politik sudah makin dekat. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengungkapkan kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang diinginkan Gerindra untuk mendampingi Prabow

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.