• Home
  • Nasional
  • Teror Bom di Rumah Pimpinan KPK, Polisi Periksa 17 Saksi

Teror Bom di Rumah Pimpinan KPK, Polisi Periksa 17 Saksi

Kamis, 10 Jan 2019 16:06
Dibaca: 661 kali
BAGIKAN:
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono

Liputanriau.com, Jakarta - Tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya masih terus melakukan penyelidikan terhadap aksi teror bom di rumah pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo dan Laod M Syarif yang terjadi pada Rabu (9/1). Sejauh ini sebanyak 17 saksi sudah diminta keterangannya oleh penyidik dalam kasus ini. 

"Jadi kita penyelidik menggunakan metode induktif yaitu dengan mendatangi TKP untuk meminta keterangan dari sejumlah saksi dan korban. Untuk TKP di rumah Pak Laode, kita sudah periksa sebanyak 11 orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Argo mengungkapkan, 11 saksi yang diperiksa di rumah Laode terdiri dari korban, tetangga, dan masyarakat yang tinggal di sekitar rumah yang terletak di Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka mengaku sempat mendengar suara-suara sebelum terjadinya pelemparan bom molotov.

"Pada prinsipnya kita minta keterangan saksi ada yang mendengar adanya suara lemparan gelas pecah. Selain itu ada juga yang mendengar adanya suara kendaraan motor roda dua. Itu semua disampaikan kepada penyidik dalam pemeriksaan," ucap Argo. 

Sementara untuk saksi yang diperiksa di rumah Agus, Argo mengatakan sejauh ini sudah 6 orang yang diminta keterangannya. Namun Agus selaku korban belum dimintai keterangan. 

"Kasus di Bekasi di rumah ketua KPK ada 6 (saksi) yang kita periksa menggunakan metode induktif. Untuk korban belum sempat kita periksa, nanti kita akan carikan waktu yang pas," ujar Argo. 

Argo mengaku polisi belum bisa memastikan motif dari aksi pelemparan bom ke rumah pimpinan KPK ini. Saat ini penyidik masih terus menggali dan mencari sejumlah barang bukti yang ada di lokasi kejadian. 

"Untuk mengungkap motif harus diperlakukan metode penyelidikan deduktif, sementara belum kita dapatkan dan kita masih terus melakukan penyelidikan," ucapnya. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Izin Dicabut dan Diblokir, Jurdil2019 Protes Bawaslu dan Kominfo

    Minggu, 21 Apr 2019 15:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Lembaga pemantau Pemilu 2019, Jurdil2019, mengajukan protes karena izinnya dicabut Bawaslu dan situsnya diblokir oleh Kementerian Kominfo. Mereka memprotes ke Bawaslu dan Ko

  • Bawaslu Cabut Izin Situs Jurdil2019

    Minggu, 21 Apr 2019 15:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Bawaslu mencabut izin atau akreditasi satu lembaga pemantau Pemilu 2019. Pencabutan izin ini dilakukan karena lembaga itu tidak menjalankan tugas sesuai dengan prinsip peman

  • Update Real Count KPU Hari ini, Jokowi 54,14%, Prabowo 45,86%

    Minggu, 21 Apr 2019 15:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo- Ma'ruf Amin siang ini masih unggul atas Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Hal ini berdasarkan rea

  • Lima Anggota Panwaslu di Aceh Dipecat Karena Foto Pose Dua Jari

    Selasa, 16 Apr 2019 14:46

    Liputanriau.com, Banda Aceh - Lima Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa di Aceh Tamiang diberhentikan karena melanggar etik penyelenggara Pemilu.Pemberhentian dilakukan setelah proses kajian dan per

  • 40 Lembaga Quick Count yang Resmi Terdaftar di KPU

    Selasa, 16 Apr 2019 14:43

    Liputanriau.com, Jakarta - KPU merilis nama-nama lembaga survei yang akan menampilkan quick count hasil pemilihan pada Pemilu 2019. Tercatat sebanyak 40 lembaga survei telah terdaftar. "Sekarang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.