• Home
  • Nasional
  • Tidak Registrasi Kartu SIM Prabayar, Ini Sanksinya

Tidak Registrasi Kartu SIM Prabayar, Ini Sanksinya

Rabu, 11 Okt 2017 19:42
Dibaca: 144 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mewajibkan pelanggan telekomunikasi untuk mendaftarkan atau registrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di KTP dan nomor kartu keluarga (KK) dalam nomor prabayar yang digunakan.

Jika ada pelanggaran pada kewajiban ini, ada sanksi yang menunggu bagi pelanggan, maupun operator terkait. Seperti apa?

"Ada (sanksi), seperti di Pasal 22 (Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 tahun 2017). Isinya berupa sanksi administrasi sampai pencabutan izin bagi operator," kata Menkominfo Rudiantara di hadapan awak media, Rabu (11/10/2017).

"Kalau tidak registrasi, calon pelanggan tidak bisa mengaktifkan kartu perdana dan nomor pelanggan lama akan diblokir secara bertahap," imbuhnya.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara mengumumkan bahwa pelanggan seluler, baik baru maupun lama, mesti registrasi NIK dan nomor KK miliknya. NIK dan nomor KK tersebut selanjutnya akan diverifikasi kebenarannya berdasarkan database kependudukan milik Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri.

"Operator kami beri password untuk bisa mengakses dan mencocokkan data dengan kecepatan hingga 1 juta NIK per hari. Kalau sekarang dari enam operator rata-rata sudah mengakses 170.000 NIK per hari," ucap Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah.

"Kami jamin operator hanya bisa melihat data saja, tidak mengubahnya. Karena akses yang diberikan kan berbeda. Data yang bisa dilihat nanti verifikasi NIK, nomor KK, nama, tempat tanggal lahir, serta alamat. Jadinya masing-masing nomor seluler, akan langsung terhubung ke NIK. Bisa diketahui data pemiliknya," imbuhnya.

Kewajiban mendaftarkan NIK dan nomor KK akan mulai dicanangkan mulai 31 Oktober 2017 untuk para pengguna baru. Sedangkan pengguna lama baru diwajibkan untuk registrasi ulang setelahnya, di sekitar Februari 2018.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • PA 212: Jokowi Alumni 212, tapi Tak Terima Kasih ke 212

    Kamis, 26 Apr 2018 14:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Jokowi dianggap sebagai alumni 212 karena hadir dalam Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Meski demikian, pengurus Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut J

  • Menaker: Justru Pekerja Indonesia yang Serbu China

    Rabu, 25 Apr 2018 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri menilai, persoalan tenaga kerja asing atau TKA yang masuk ke Indonesia sudah terlalu dipolitisir. Terutama, menyangkut tenaga asal Tio

  • Jokowi Bertemu PA 212, Fadli Zon: Itu Usaha, tapi Terlambat!

    Rabu, 25 Apr 2018 15:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon ikut senang dengan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Persaudaraan Alumni 212. Soal anggapan Jokowi sedang melakukan langkah p

  • Bertemu PA 212, Jokowi: Untuk Jalin Persaudaraan dan Persatuan

    Rabu, 25 Apr 2018 15:10

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal pertemuannya dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Istana Bogor, Minggu (22/4). Jokowi menyebut pertemuan itu untuk menjalin t

  • Mensesneg: Anggaran Sembako dari Presiden Sudah Sejak Dulu

    Selasa, 24 Apr 2018 14:45

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno ikut bicara terkait pemberitaan mengenai pembagian sembilan bahan pokok (sembako) yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.