• Home
  • Nasional
  • Tiga Tahun Jokowi, Utang Pemerintah Tambah Rp1.258 Triliun

Tiga Tahun Jokowi, Utang Pemerintah Tambah Rp1.258 Triliun

Jumat, 20 Okt 2017 15:43
Dibaca: 88 kali
BAGIKAN:
Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla

Liputanriau.com, Jakarta - Hari ini 20 Oktober 2017 tepat tiga tahun pemerintah Jokowi-JK memimpin Republik Indonesia. Dalam waktu tersebut duet Jokowi-JK terus mendorong pembangunan guna menyelesaikan janji-janji kampanyenya.

Dalam tiga tahun tersebut, pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura dan PKB itu telah mencatatkan sejumlah kebijakan yang produktif seperti mengejar ketertinggalan infrastruktur dan menekan ketimpangan.

Di tengah perlambatan ekonomi global, pasangan ini justru bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar lima persen, hanya saja upaya itu harus dibayarkan dengan bertambahnya utang pemerintah hingga Rp1.258,6 triliun.

Penambahan utang itupun ditegaskan pemerintah tak bisa terhindarkan. Karena ditujukan untuk kegiatan produktif seperti pembangunan infrastruktur yang kedepannya diharapkan bisa menciptakan multiplier efek terhadap ekonomi .

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut BInsar Pandjaitan mengaku heran dengan reaksi publik yang berlebihan menyikapi persoalan utang pemerintah. Padahal, utang tersebut dipergunakan untuk membangun infrastruktur yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

"Saya bingung kenapa orang ribut utang. Asal utang produktif, bangun jalan, bangun listrik, bangun air, yang punya return. Tapi kalau utang untuk bayar bunga, itu jadi masalah," kata Luhut, di Jakarta, Jumat 20 Oktober 2017.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, total outstanding utang pemerintah hingga September 2017 mencapai Rp3.866,4 triliun. Jumlah tersebut, naik Rp40,66 triliun dibandingkan posisi Agustus yang hanya Rp3.825,7 triliun.

Ketika Presiden Joko Widodo menjabat sebagai kepala negara pada 2014 lalu, total utang pemerintah mencapai Rp2.607,7 triliun. Kemudian pada 2015, utang pemerintah naik menjadi Rp3.165,1 triliun, dan kemudian naik lagi menjadi Rp3.515,4 triliun pada periode 2016.

Meskipun total utang pemerintah cukup besar, namun rasio utang terhadap produk domestik bruto masih terjaga di level 28,6 persen per akhir September. Menurut Luhut, rasio utang Indonesia masih jauh lebih rendah dari negara-negara tetangga lainnya.

"Lihat saja, utangnya Jepang paling tinggi. Amerika, dan lain-lain," kata mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Viva.co.id

  BacaJuga
  • Mahfud MD: Pilkada seperti Peternakan Koruptor

    Kamis, 19 Apr 2018 16:48

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menganggap pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini seperti peternakan koruptor. Melalui Pilkada tersebut, praktik korupsi seper

  • Mahfud MD: Pesaing Kuat Jokowi Bukan Prabowo

    Kamis, 19 Apr 2018 16:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai kemunculan poros ketiga sangat kecil di Pemilihan Presiden 2019.Menurut dia, yang ada hanya dua poros dengan Gatot Nurmant

  • Mahfud MD Ikut Komentari Pernyataan Rocky Gerung Soal 'Kitab Suci Fiksi'

    Kamis, 12 Apr 2018 00:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Pernyataan Pengamat Politik sekaligus Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung terkait pandangannya soal kitab suci menjadi perbincangan warganet. Saat hadir di acara Indonesia Lawye

  • 3 Alasan Mahfud MD Tolak Hak Angket KPK

    Kamis, 15 Jun 2017 16:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (HTN-HAN) Mahfud MD mengatakan, pembentukan Panitia Khusus Hak Angket KPK di DPR bukan hal yang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.