• Home
  • Nasional
  • Transfer Rp 75 Juta ke Saracen, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi

Transfer Rp 75 Juta ke Saracen, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi

Senin, 11 Sep 2017 20:32
Dibaca: 62 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Asma Dewi, seorang ibu rumah tangga, di daerah Jakarta Selatan, Jumat (8/9/2017).

Ia ditangkap atas dugaan menyebarkan konten ujaran kebencian dan penghinaan kelompok tertentu di akun Facebook miliknya. Dari pendalaman, diketahui Dewi memiliki hubungan dengan kelompok Saracen.

"Penyidik sudah dapat info yang bersangkutan melakukan transfer uang senilai Rp 75 juta ke NS," kata Setyo.

Menurut Setyi, NS merupakan anggota kelompok Saracen. Uang itu kemudian diteruskan ke bendahara Saracen.

Namun, belum diketahui apakah Dewi merupakan anggota aktif Saracen atau sebagai pihak pemesan. Dalam mutasi rekening, tertulis uang itu untuk membayar Saracen.

"Perannya itu masih didalami," kata Setyo.

Penangkapan Dewi merupakan hasil kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebelumnya, polisi memang meminta PPATK menelusuri 14 rekening yang diduga terkait dengan kelompok tersebut.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan pengurus Saracen, yakni JAS, MFT, SRN, dan AMH sebagai tersangka.

Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp 72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak. Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan.

Biaya tersebut meliputi biaya pembuatan website sebesar Rp 15 juta, dan membayar sekitar 15 buzzer sebesar Rp 45 juta per bulan.

Ada pula anggaran tersendiri untuk Jasriadi selaku ketua sebesar Rp 10 juta. Selebihnya, biaya untuk membayar orang-orang yang disebut "wartawan".

Para "wartawan" itu nantinya menulis artikel pesanan yang isinya juga diarahkan pemesan. Media yang digunakan untuk menyebar konten tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung.

Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Masyarakat Antusias Nobar Film G30S/PKI di Markas Kopassus

    Kamis, 21 Sep 2017 21:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Masyarakat antusias nonton bareng pemutaran film G30S/PKI yang digelar di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cijantung, Jakarta Timur, Rabu malam (20/9).Siaran pers ya

  • Soal Pemutaran Kembali Film G30S/PKI, Ini Kata Menhan

    Senin, 18 Sep 2017 20:34

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ikut berkomentar terkait rencana pemutaran kembali film G30S/PKI. Ryamizard menegaskan, pelarangan terhadap Partai Komunis Indo

  • Presiden Usul Film G30S/PKI Diperbaharui

    Senin, 18 Sep 2017 20:33

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengusulkan film G30S/PKI diperbaharui agar lebih mudah dipahami oleh generasi muda."Ya nonton film apalagi mengenai sejarah itu penting akan tetapi unt

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.