• Home
  • Nasional
  • Ustaz Abdul Somad Mengaku Tersinggung Terkait Penghinaan Jony Boyok

Ustaz Abdul Somad Mengaku Tersinggung Terkait Penghinaan Jony Boyok

Senin, 10 Sep 2018 17:37
Dibaca: 171 kali
BAGIKAN:
Ustaz Abdul Somad.
Liputanriau.com, Pekanbaru - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau telah meminta keterangan Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait penghinaan yang dilakukan Jony Boyok. Pemeriksaan tidak dilakukan di kantor yang terletak di Jalan Gajah Mada itu.

"Sudah diperiksa (Sabtu) kemarin, diperiksa di rumahnya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setiawan, pada Minggu, 9 September 2018.

Pemeriksaan itu ternyata belum cukup. Oleh karena itu, penyidik berencana menjadwal ulang pemeriksaan. Penyidik juga berjanji memberitahukan kepada media massa jika UAS datang ke Polda nanti.

"Nanti kalau dipanggil lagi akan diberitahu, kemarin (tidak diberitahu) karena di rumah. Itu kan privasi dia," ucap Gidion.

Gidion memastikan pemeriksaan ini untuk melengkapi bukti dugaan tindak pidana yang dilakukan Jony Boyok. Kontraktor ini sebelumnya mengunggah meme dan kalimat provokatif yang menyudutkan UAS di lini masa Facebook-nya.

Ustaz Abdul Somad ketika diperiksa penyidik di rumahnya mengaku tersinggung dengan ucapan Jony Boyok di Facebook. Meski demikian, UAS memaafkan dan menyerahkan sepenuhnya penegakan hukum kepada polisi.

"Ada 10 pertanyaan kemarin, salah satu poin pentingnya UAS mengaku tersinggung. Karena tidak melakukan apa pun (terhadap Jony) tapi malah dihina," kata Gidion.

Jony sejak dilaporkan secara resmi oleh UAS melalui kuasa hukumnya pada Jumat, 7 September 2018, belum ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian, Jony lebih berada di Polda dari pada pulang ke rumahnya.

Sebelumnya, Joni Boyok diamankan dan diantar oleh Front Pembela Islam (FPI) dan perwakilan Masyarakat ke DitresKrimsus Polda Riau. Ia diamankan setelah mengunggah kalimat hinaan kepada UAS di akun Facebook-nya pada Rabu malam, 5 September 2018.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Liputan6

  BacaJuga
  • KPK Usut Peran James Riady dalam Kasus Meikarta

    Sabtu, 20 Okt 2018 16:10

    Liputanriau.com, Jakarta - KPK berencana memeriksa CEO Lippo Group James Riady sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan superblok Meikarta. Penyidik KPK akan mengklarifikasi apa yang diketahui James

  • Tak Ada Bukti Suap Meikarta Di Rumah James Riady

    Sabtu, 20 Okt 2018 16:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Rumah CEO Lippo Group James Riady menjadi salah satu lokasi yang digeledah KPK terkait kasus dugaan suap perizinan Meikarta. Namun, penyidik tidak menemukan bukti dari pengg

  • KPK Sita Sejumlah Uang Dari Rumah Bupati Bekasi

    Kamis, 18 Okt 2018 17:05

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebanyak lebih dari Rp100 juta dari kediaman Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY). Uang dalam bentuk rupiah dan yuwan itu

  • Bupati Bekasi Tersangka Suap Meikarta Dikeluarkan dari Tim Kampanye Jokowi

    Selasa, 16 Okt 2018 16:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Timses Jokowi-Ma'ruf mengeluarkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dari struktur tim kampanye daerah di Jabar. Keputusan ini dikeluarkan setelah Neneng ditetapkan seb

  • Bos Lippo Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

    Selasa, 16 Okt 2018 16:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin proyek

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.